Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengaruh Air Lahan Gambut di Kalimantan Selatan Terhadap Beton Porous dengan Penambahan Fly Ash Eka Purnamasari; Muhammad Saukani; Fitriani Ridzeki
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v5i2.1581

Abstract

Penelitian terhadap kuat tekan beton beton porous yang menggunakan agregat kasar dengan tambahan material pozzolan fly ash dan direndam dalam air gambut/rawa bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat khususnya yang di wilayahnya dikelilingi oleh lahan gambut/rawa bahwa fly ash ternyata dapat digunakan sebagai bahan bangunan. Selain itu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk dapat seluas mungkin memanfaatkan limbah pembakaran batu bara (fly ash) misalnya diplikasikan untuk campuran bahan bangunan seperti beton dan mortar. Kemudian akhirnya masyarakat juga memiliki pengetahuan bahwa tidak selamanya beton itu harus dicampur dengan pasir, berbobot berat dan kedap air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental di laboratorium. Variabel penelitian di sini adalah porsi penambahan fly ash pada beberapa variasi porsi campuran beton non pasir dan pengaruh perendaman menggunakan air lahan gambut. Kuat tekan beton porous mengalami penurunan saat perawatan perendaman dengan air gambut. Pada sampel beton porous yang diberi perawatan perendaman dengan air rawa mengalami penurunan kuat tekan beton sebesar 10,28% dibandingkan dengan sampel beton porous yang direndam dengan air PDAM. Kuat tekan beton porous dengan fly ash 10%  yang direndam dengan air gambut yaitu sebesar 6,89 Mpa dan uat tekan beton porous dengan fly ash 20%  yang direndam dengan air gambut yaitu sebesar 7,85 Mpa. Pola retakan yang terjadi dikarenakan penyebaran tegangan pada benda uji akibat proses ikat pegangan pada benda uji dan juga berpengaruh terhadap homogenitas agregat penyusun beton. Pada model yang dilakukan perawatan perendaman dengan air PDAM dan air rawa gambut berdasarkan hasil penelitian pola retak yang terjadi yaitu retakan pada ujung samping.
Pengaruh Pengekangan terhadap Beban Maksimum pada Benda Uji Kubus dan Silinder Menggunakan Metode Elemen Hingga Fitriani Ridzeki
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 10 No 01 (2021): Vol 10 No 01
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.821 KB) | DOI: 10.20527/jtb.v10i01.188

Abstract

At the beginning of the Covid-19 pandemic and implementing Large-Scale Social Restrictions or PSBB, many structural laboratories also closed their activities. At the same time, some construction work still had to run. For construction services to continue to exist, it is necessary to adapt the information, technology,communication, and data management departments.The compressive strength test of concrete using confined cubes and cylinders has been carried out using the finite element method. The test object is a cube of 15 cm × 15 cm × 15 cm and a cube of 20 cm × 20 cm × 20 with 5 cm stirrups and a cylinder with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm, which is restrained by a stirrup distance of 5 cm and 10 cm. One way to get reinforced concrete material that is sufficiently pliable is to provide confinement to the concrete. Confinement is the most effective solution in increasing the ductility (μ) and strain (εc) of concrete. So that the research carried out is testing the compressive strength of concrete on cubes and cylinders that are given restraints to get the maximum load value that occurs.The effect of restraint on the cube test object is the stirrup distance which affects the maximum load value, the closer the distance between the stirrups, the greater the maximum load value. Meanwhile, the cylindrical cross-section with square restraints does not affect the maximum load value.
PEMBANGUNAN KONSTRUKSI RUMAH SEDERHANA BERBAHAN DASAR BETON BERTULANG DI WILAYAH RT. 1 RW.8 KELURAHAN LOKTABAT UTARA KECAMATAN BANJARBARU UTARA KOTA BANJARBARU Fitriani Ridzeki; Tezar Aulia Rahman; Fathurrahman Fathurrahman
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 6, No 3 (2021): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.243 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v6i3.4510

Abstract

Kecamatan Banjarbaru Utara yang memiliki perkembangan paling pesat adalahKelurahan Loktabat Utara sebagai pusat perdagangan dan jasa, serta jalan alternatifmenuju Bandar Udara Syamsyudin Noor. Pada umumnya, kondisi tanah di KotaBanjarbaru relatif stabil dengan tingkat resiko erosi kecil, kemampuan lahan yang baikdan bertekstur tanah halus. Hal ini sangat menunjang bagi pengembangan perkotaan sertapelaksanaan kegiatan pembangunan sarana prasarana perkotaan dan infrastruktur. Untukmemberikan pengetahuan akan pembangunan rumah yang baik sebagai tempat tumbuhdan berinteraksi, maka perlu diadakan penyuluhan kepada warga ataupun buruhbangunan terkait dengan peningkatan pemahaman masyarakat tentang bangunan rumahsederhana dan gedung sesuai dengan Standar Nasional Indonesia. Dengan ProgramKemitraan Masyarakat Stimulus ini masyarakat Kelurahan Loktabat Utara khususnyayang berprofesi sebagai mandor, tukang dan buruh bangunan sudah memahami caramembangun rumah sederhana sesuai Standar Nasional Indonesia
PERILAKU POLA KERETAKAN BENDA UJI KUBUS DAN SILINDER YANG TERKEKANG TERHADAP BEBAN MAKSIMUM MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Fitriani Ridzeki
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2021): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v4i1.5154

Abstract

Di Indonesia kerusakan bangunan yang cukup besar diakibatkan oleh aktivitas tektonik atau gempa bumi. Sebagian terjadi pada daerah lepas pantai dan daerah pemukiman bahkan kawasan perkantoran. Bangunan tingkat tinggi pada suatu struktur bangunan harus memiliki struktur yang kuat terhadap gaya gempa. Oleh karena itu diperlukan sebuah desain bangunan yang lebih memperhatikan tingkat kinerja bangunan yaitu desain penulangan dan sambungan dari keseluruhan struktur, yang bisa diperoleh dari pengujian kuat tekan beton benda uji untuk mewakili sebuah struktur. Pengujian kuat tekan beton menggunakan benda uji kubus dan silinder yang terkekang telah dilakukan menggunakan metode elemen hingga. Benda uji kubus 15 cm × 15 cm × 15 cm dan kubus 20 cm × 20 cm × 20 jarak sengkang 5 cm dan silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm yang terkekang dengan jarak sengkang 5 cm dan 10 cm.  penelitian yang  dilakukan adalah pengujian kuat tekan beton pada benda uji kubus dan silinder yang diberi pengekangan untuk mendapatkan nilai beban maksimum, tegangan dan pola keretakan yang terjadi yang terjadi. Perilaku tegangan von misses dan pola keretakan yang terjadi dipengaruhi oleh mutu dari material baja untuk tulangan dan material beton. Semakin tinggi mutu beton maka nilai tegangan maksimum yang dicapai juga semakin besar. Jarak sengkang juga mempengaruhi nilai beban maksimum, semakin rapat jarak antar sengkang maka nilai beban maksimum semakin besar. Sedangkan pada benda uji silinder jarak sengkang dengan pengekangan persegi tidak mempengaruhi nilai beban maksimum.Kata kunci: pola retak, benda uji, pengekangan
PEMANFAATAN TEMPURUNG KELAPA PADA PEMBUATAN BETON MUTU RENDAH DI KOTA BANJARMASIN Hendra Cahyadi; Abdurrahman Abdurrahman; Fitriani Ridzeki; Muhammad Kurniawan
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2023): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v6i1.11640

Abstract

Beton adalah material komposit terdiri dari bahan dasar semen, agregat kasar, agregat halus, air dan dengan atau tanpa bahan tambahan dengan perbandingan tertentu akan membentuk beton. Pada penelitian ini menggunakan bahan tempurung kelapa di Kota Banjarmasin untuk campuran beton mutu rendah sebagai pengganti agregat kasar terhadap persentasi berat, variasi 7,5%, 10% dan 12,5% yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kuat tekan setelah dilakukan pencampuran tempurung kelapa. Tahapan penelitian dimulai dari   persiapan material, pengujian agregat kasar (batu   pecah),   agregat   halus   (pasir),   setelah   memenuhi   spesifikasi   dilakukan pembuatan campuran beton normal dan pembuatan beton menggunakan tempurung kelapa, pengujian kuat tekan, analisa data, kemudian kesimpulan dan saran. Prosedur penelitian dibagi menjadi dua tahap, yaitu: penelitian awal untuk menentukan kuat tekan beton normal dan penelitian kedua untuk menentukan kuat tekan beton dengan  menggunakan campuran tempurung  kelapa 7,5%,  10%  dan 12,5% terhadap berat agregat halus (pasir). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan beton normal adalah 314,45 kg/cm2. Kuat tekan maksimal di dapat pada percobaan pertama dengan mengganti 7,5%  arang batok kelapa terhadap agregat halus (pasir) dengan kenaikan kuat tekan sebesar 25,63 Kg/cm2 dari kuat tekan beton normal atau sebesar sebesar 340,08 kg/cm2
PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI PENGGERGAJIAN KAYU SEBAGAI BAHAN CAMPURAN PEMBUATAN PAVING BLOK, ABU GOSOK DAN MEDIA TANAM PERTANIAN Fitriani Ridzeki; Muhammad Gunawan Perdana; Eka Purnamasari; Abdurrahman Abdurrahman; Hendra Cahyadi; Robiatul Adawiyah; Diemas Anggoro Asael
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 1 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i1.12542

Abstract

ABSTRAKPasar Papan Kelurahan Antasan Senor Ilir Kec Martapura Timur Kabupaten Banjar merupakan kawasan bisnis yang sangat strategis karena berada di samping jalan nasional yang menghubungkan wilayah kabupaten yaitu Jalan Ahmad Yani Km. 40. Tanah kering dan sawah adalah kondisi umum dari Kelurahan Antasan Senor Ilir Kecamatan Martapura Timur. Karena lokasinya berdekatan dengan Sungai Martapura maka sering terjadi banjir atau genangan akibat luapan air sungai. Kurang lebih 80% rumah terkena dampak banjir tersebut. Hasil  pembakaran  dari  serbuk  gergaji kayu  tersebut  menghasilkan  unsur  silika. Ada beberapa penelitian tentang serbuk gergaji kayu yang pernah dilakukan namun penggunaanya masih terbatas pada campuran pembuatan beton. Kemungkinan lain serbuk gergaji dapat digunakan sebagai bahan tambah pembuatan paving blok, abu gosok dan media tanam pertanian. Dengan mempertimbangkan hal di atas, maka disepakati bahwa yang akan diatasi pada program pengabdian adalah memanfaatkan limbah industri penggergajian kayu sehingga bisa meningkatkan kemampuan home industry warga sekitar dalam melakukan pengembangan usaha, memperbaiki kondisi jalan desa yang lunak dan berlumpur pasca banjir.
PEMANFAATAN FLY ASHSEBAGAI BAHAN SUBTITUSI AGREGAT HALUS PEMBUATAN PAVING BLOK DITINJAU DARI UJI KUAT TEKAN DAN UJI POROSITAS Ridzeki, Fitriani; Fathurrahman, Fathurrahman; Abdurrahman, Abdurrahman; Purnamasari, Eka; Mulyadi, Mulyadi; Doni, Muhammad
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2024): Vol 7, No 1 (2024 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 202
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v7i1.14724

Abstract

Material  abu  bekas  pembakaran  batu  bara atau  fly  ash  saat  ini  merupakan suatu  limbah  industri  yang  memiliki  sifat  pozzolan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengganti agregat halus atau pasir yang bersifat mengikat karena mengandung silika dan aluminium. Salah satu pemanfaatan fly ashadalah sebagai bahan subtitusi dalam pembuatan paving blok. Paving blok merupakan produk bahan kontruksi yang ramah lingkungan,  yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai perkerasan jalan, trotoar, carport  dan Iain-lain.  Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui  komposisi  campuran, kuat tekan dan porositas paving blok dengan variasi  fly  ash  0%,  10%,  20%,  30%,  40%, 50%. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dilaksanakan di Laboratorium Struktur Program Studi Teknik Sipil Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin. Nilai kuat tekan paving blok dengan subtitusi fly ashyang dihasilkan 15,42 Mpa, 16,18 Mpa, 32,88 Mpa, 26,77 Mpa, 22,71 Mpa, 21,54 dengan hasil ini nilai porositas memasuki kelas mutu B.
PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI PENGGERGAJIAN KAYU SEBAGAI BAHAN CAMPURAN PEMBUATAN PAVING BLOK, ABU GOSOK DAN MEDIA TANAM PERTANIAN Fitriani Ridzeki; Muhammad Gunawan Perdana; Eka Purnamasari; Abdurrahman Abdurrahman; Hendra Cahyadi; Robiatul Adawiyah; Diemas Anggoro Asael
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 1 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i1.12542

Abstract

ABSTRAKPasar Papan Kelurahan Antasan Senor Ilir Kec Martapura Timur Kabupaten Banjar merupakan kawasan bisnis yang sangat strategis karena berada di samping jalan nasional yang menghubungkan wilayah kabupaten yaitu Jalan Ahmad Yani Km. 40. Tanah kering dan sawah adalah kondisi umum dari Kelurahan Antasan Senor Ilir Kecamatan Martapura Timur. Karena lokasinya berdekatan dengan Sungai Martapura maka sering terjadi banjir atau genangan akibat luapan air sungai. Kurang lebih 80% rumah terkena dampak banjir tersebut. Hasil  pembakaran  dari  serbuk  gergaji kayu  tersebut  menghasilkan  unsur  silika. Ada beberapa penelitian tentang serbuk gergaji kayu yang pernah dilakukan namun penggunaanya masih terbatas pada campuran pembuatan beton. Kemungkinan lain serbuk gergaji dapat digunakan sebagai bahan tambah pembuatan paving blok, abu gosok dan media tanam pertanian. Dengan mempertimbangkan hal di atas, maka disepakati bahwa yang akan diatasi pada program pengabdian adalah memanfaatkan limbah industri penggergajian kayu sehingga bisa meningkatkan kemampuan home industry warga sekitar dalam melakukan pengembangan usaha, memperbaiki kondisi jalan desa yang lunak dan berlumpur pasca banjir.
Pengaruh Penggunaan Limbah Karet Sebagai Bahan Tambah Pada Campuran Aspal Lapisan Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) Ditinjau Dari Nilai Marshall Afriyannoor, Asdi; Ridzeki, Fitriani; Purnamasari, Eka
Jurnal Penelitian Teknik Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Teknik
Publisher : Jurnal Penelitian Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspal merupakan salah satu material yang digunakan sebagai bahan pembuatan jalan raya, material ini memiliki hasil akhir yang baik dan nyaman sebagai perkerasan fleksibel. Untuk mengurangi kebutuhan penggunaan aspal sebagai bahan utama, maka dicari bahan tambahan yang dalam pencampuran sifatnya mampu mengatasi kelemahan yang dimiliki aspal contohnya menggunakan limbah karet ban dalam sepeda motor. Dalam penelitian ini menggunakan bahan limbah karet ban dalam bekas sepeda motor sebagai bahan tambah campuran aspal panas Laston AC-BC dengan kadar karet 5%, 10%,dan 15%. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode experimen di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin dengan menggunakan 9 benda uji, 3 variasi untuk kadar aspal dan 3 variasi persentase penambahan limbah karet ban dalam bekas sepeda motor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah karet ban dalam bekas sepeda motor pada campuran lapis aspal beton AC-BC terhadap nilai Marshall dan mengetahui kadar aspal optimum pada variasi campuran limbah karet ban dalam bekas sepeda motor. Hasil dari pengujian Marshall didapatkan nilai stabilitas, flow, VIM, VMA, VFB, Density, dan Marshall Quotient di semua penambahan memenuhi spesifikasi, campuran yang tidak memenuhi spesifikasi yaitu nilai VIM tidak sampai batas minimum dan nilai VMA dikadar karet 15% tidak sampai batas minimum dan penentuan Kadar Aspal Optimum diambil nilai stabilitas tertinggi dikadar karet 15% sebesar 1365,70 Kg/mm