Dede Sri Wahyuni
Badan Karantina Pertanian

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ULASAN SARANG BURUNG WALET SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL Dede Sri Wahyuni
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 9 No. 3 (2021): November 2021
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.9.3.201-214

Abstract

Sarang burung walet (SBW) merupakan sarang yang berasal dari saliva beberapa spesies burung walet keluarga Apodidae, terutama spesies Aerodramus fuciphagus dan A. maximus. Indonesia merupakan negara penghasil SBW terbesar dengan menyumbang 85% dari pasar dunia. Sarang burung walet sejak lama telah digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Komponen utama dari SBW adalah glikoprotein, yang diyakini terlibat dalam jalur biologis yang beragam untuk meningkatkan kesehatan. Berbagai metode penelitian telah dilakukan untuk mengkarakterisasi peptida dan glikoprotein SBW sebagai bahan bioaktif makanan fungsional. Ulasan ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai potensi SBW sebagai produk makanan fungsional berdasarkan kandungan bahan bioaktif dan sifat fisikokimia yang dimilikinya. Sarang burung walet digunakan sebagai bahan makanan, baik dengan menyajikan dalam bentuk utama atau menggabungkan dengan bahan lain yang meningkatkan nilai tambah produk pangan seperti minuman siap saji, yoghurt, roti daging, es krim, mie dan cokelat. Potensi komponen bioaktif SBW sebagai pangan fungsional meliputi klaim penurunan risiko penyakit dan klaim fungsi lain. Klaim penurunan risiko penyakit antara lain anti inflamasi, aktifitas antivirus, meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah, meningkatkan imunitas, efek neuroprotektif, dan mencegah penyakit diabetes. Klaim fungsi lain meliputi ploriferasi sel, aktifitas epidermal growth factor (EGF) dan anti penuaan, memperbaiki fungsi saluran pencernaan, peningkatan kekuatan tulang, meningkatkan fungsi saluran reproduksi, dan antioksidan.