This Author published in this journals
All Journal Agromet
Meinarti Norma Setiapermas
Assesment Institute for Agricultural Technology of Central Java, Tegalsari, Sikunir, Bergas Lor, Semarang, Indonesia 50552

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Validasi Waktu Tanam dan Pupuk Berdasarkan Kalender Tanam Banyudono Kabupaten Boyolali Meinarti Norma Setiapermas; Ridha Nurlaily
Agromet Vol. 35 No. 1 (2021): JUNE 2021
Publisher : PERHIMPI (Indonesian Association of Agricultural Meteorology)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j.agromet.35.1.20-29

Abstract

Teknologi informasi tentang waktu tanam dan dosis pupuk merupakan hal yang baru bagi pengguna teknologi pertanian (penyuluh lapang dan petani). Salah satu manfaat yang telah dirasakan oleh pengguna dengan adanya KATAM terpadu adalah menjadi dasar ajuan untuk kebutuhan benih dan pupuk. Kegiatan validasi KATAM terpadu dilaksanakan di Desa Bangak Kecamatan Banyudono Kabupaten Boyolali dengan luasan sekitar 6100 m2. Waktu tanam yang direkomendasikan KATAM terpadu adalah April II - III atau sekitar 11 april sd 30 April 2016. Perlakuan yang diterapkan adalah a. waktu tanam (setelah rekomendasi KATAM terpadu 27 Mei-27 Agustus 2016 dan 14 Juni-14 September 2017) dan dosis pupuk yaitu rekomendasi KATAM terpadu dan dosis petani. Varietas yang ditanam adalah Situ Begendit. Waktu tanam padi di Kecamatan Banyudono tidak serempak dan hanya sekitar 40 % yang sesuai dengan KATAM terpadu (April II-III). . Luasan tanam yang sesuai waktu tanam KATAM sekitar 42 %, sebelum KATAM 42 % dan setelah KATAM 16 %.Pola tanam dalam setahun yang diterapkan oleh responden adalah padi-padi-padi sebanyak 80% dan padi-padi-palawija sebanyak 20%. Penggunaan varietas Situ Bagendit pada musim tanam kedua dan ketiga karena tanaman lebih tahan terhadap kekeringan dan hasil yang tinggi. Rata rata produktivitas padi yang ditanam sesuai KATAM 3.5 ton/ha, yang ditanam sebelum KATAM 3.2 ton/ha dan yang ditanam setelah KATAM sekitar 5.2 ton/ha. Hasil validasi rekomendasi yang bias dterapkan di tingkat petani adalah dosis pupuk dan varietas. Waktu tanam yang direkomendasikan KATAM tidak sesuai dengan produktivitas yang diharapkan petani. Hasil pengamatan di lapang menunjukkan bahwa produktivitas padi yang ditanam setelah waktu tanam KATAM tinggi dengan varietas Situ Bagendit yaitu sekitar 8 ton GKP/ha.