Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISIS JARINGAN PERPIPAAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DAERAH LAYANAN MENDAYUN KECAMATAN MADANG SUKU I KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR Robi Sahbar; Pujiono T
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.311 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v6i2.122

Abstract

Sebagai penyelenggara SPAM, sarana yang dikelola oleh PDAM Gumawang Kabupaten OKU Timur belum mampu untuk dapat melayani kebutuhan masyarakat perkotaan secara menyeluruh, ditambah dengan laju pertambahan penduduk perkotaan yang demikian pesat serta aktivitas perkotaan yang tinggi sehingga pelayanan air bersih perkotaan yang dikelola PDAM tidak dapat dinikmati oleh sebagian besar masyarakat baik dari segi kualitas maupun kuatintas. Untuk mengatasi hal tersebut, PDAM Gumawang berencana untuk melakukan perluasan akses penduduk untuk memperoleh air minum dengan cara membangun SPAM pada wilayah yang belum memperoleh pelayanan.Tingkat pemakaian air per orang sangat bervariasi antara suatu daerah dengan daerah lainnya, sehingga secara keseluruhan penggunaan air dalam suatu sistem penyediaan air minum juga akan bervariasi. Bervariasinya pemakaian air ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain : iklim, standar hidup, aktivitas masyarakat, tingkat sosial dan ekonomi dan pola serta kebiasaan masyarakat dan hari libur. Hasil proyeksi penduduk untuk daerah layanan Kelurahan Mendayun pada tahun 20520 yaitu 5.362 jiwa, sedangkan untuk proyeksi kebutuhan pada tahun 2025 dengan pelayanan 4 kelurahan yang meliputi kelurahan Agung Jati, kelurahan Gunung Terang, Kelurahan Mendayun dan Kelurahan Tridadi sebesar 18.819 Jiwa. Hasil perhitungan kebutuhan air pada tahun 2025 dengan Prioritas Kelurahan Mendayun, Kebutuhan harian rerata adalah 12,73 lt/dtk, kebutuhan maksimum 14,00 lt/dtk, dan kebutuhan total pada jam puncak adalah 22,27 lt/dtk. Dari simulasi untuk pengembagan sistem jaringan distribusi air bersih di Kelurahan Mendayun didapatkan kondisi hidrolis debit 20 lt/dtk, dengan tekanan pompa 25,54 m dan direncanalan dengan menggunakan jaringan pipa HDPE diameter 6 Inc. Kata Kunci : Jaringan Perpipaan, standar kebutuhan air bersih, proyek, unit air baku, WaterCAD
KINERJA BEBERAPA RUAS JALAN DI KOTA PALEMBANG Pujiono T
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.896 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v1i1.6

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja beberapa ruas jalan yang ada di kota Palembang. Berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI), ruas jalan dikategorikan masih baik bila nisbah antara volume dan kapasitasnya sama dengan atau lebih kecil dari 0.85. Survai volume lalu-lintas dilakukan di beberapa ruas jalan selama satu hari dari pagi sampai sore untuk dua arah. Lalu dilakukan pengolahan data, didapatlah volume untuk masing-masing ruas jalan. Perhitungan kapasitas jalan dilakukan sesuai dengan cara yang ada pada MKJI. Dari hasil perhitungan nisbah volume dan kapasitas untuk 14 ruas jalan, didapat hasil bahwa V/C untuk 10 ruas jalan di kota Palembang lebih kecil dari 0.85 dan 4 ruas jalan lebih dari 0.85 Disimpulkan bahwa kinerja ruas jalan yang ada di kota Palembang sebagian masih baik, beberapa sudah mulai macet dan sebagian lagi sudah mulai perlu mendapat perhatian. Kata kunci : Kinerja ruas jalan, volume, kapasitas jalan
ANALISA PERHITUNGAN DAYA TAMPUNG KOLAM RETENSI IBA EXISTING TERHADAP DEBIT RENCANA DENGAN APLIKASI SOFTWARE DUFLOW robi sahbar; Pujiono T
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.163 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v4i1.64

Abstract

Kolam retensi IBA adalah salah satu kolam penampungan air hujan dari saluran dalam waktu tertentu yang ada di kota Palembang. Kemampuan daya tampung kolam retensi dalam menampung limpasan air hujan di sekitar lokasi dan tidak maksimalnya pengaturan pintu air sangat mempengaruhi terjadinya banjir/ genangan. Kolam retensi IBA mempunyai luas + 12.270 m2 (1,227 Ha), dengan kedalaman rata-rata 1.44 m dan kedalaman muka air batas banjir 1,13 m, sedangkan muka air normal setinggi 0,88 m. Analisa perhitungan daya tampung kolam retensi IBA existing menggunakan data curah hujan maksimum pada stasiun terdekat (BMKG Kenten, BMKG Sultan Mahmud Badarudnin II dan BMKG Tridinanti). Perkiraan hujan rencana dilakukan dengan analisis frekwensi dengan periode kala ulang,2, 5, 10, 25, 50 dan 100 tahun terhadap data curah hujan maksimum tahunan (annual series). Metode distribusi frekuensi dengan menggunakan Distribusi Normal, Distribusi Pearson Tipe III, Distribusi Log Person Type III dan Distribusi Gumbel. Untuk menghitung debit rencana (volume persatuan waktu) yang masuk kekolam retensi dengan menggunakan Aplikasi Software Duflow. dengan membandingkan debit yang masuk pada pintu inlet dapat diketahui apakah kolam retensi IBA masih mampu menampung limpasan air hujan dengan cathment area yang ada, selain itu dapat diketahui batas waktu (jam) kolam retensi IBAmenampung limpasan air hujan sampai terjadinya banjir. Kata Kunci : Kolam Retensi, Duflow, Daya Tampung, Debit, Volume dan Waktu
KAJIAN OPTIMALISASI JARINGAN IRIGASI TERHADAP KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN AIR PADA PERSAWAHAN STUDI KASUS JARINGAN IRIGASI “MAJU MAKMUR” DESA JEBUS KEC. JEBUS KABUPATEN BANGKA BARAT robi sahbar; Pujiono T
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.358 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v4i2.71

Abstract

Kondisi existing jaringan irigasi “Maju Makmur” di Desa Jebus (Transmigrasi) Seluas 50 Ha, belum bisa di manfaatkan untuk pertanian (khususnya tanaman padi), karena sumber air untuk kebutuhan air irigasi yang ada (sungai rotan) tidak bisa dipakai (Ph air saluran/sungai dan Ph air tanah < 5) dan tata air mikro belumo optimal, sedangkan pada lokasi di desa Jebus terdapat kolong/ kolam tampungan air hujan dengan volume air tersedia = 117.401,50 m3, Oleh karena itu perlu dilakukan kajian optimalisasi ketersediaan air yang ada dengan kebutuhan air untuk pelayanan kebutuhan air irigasi dan pengembangan jaringan tata air mikro beserta bangunan air yang diperlukan. Penelitian ini dilakukan di daerah persawahan irigasi “Jaya Makmur” Desa Jebus Kabupaten Bangka Barat dengan metode observasi lapangan. Data primer diperoleh dari hasil observasi dan pengukuran langsung di lokasi penelitian, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Dari data-data tersebut kemudian dianalisis untuk memperoleh hasil evaluasi terhadap keterdediaan dan kebutuhan air pada lahan persawahan (khususnya tanaman padi). Dari hasil penelitian diperoleh nilai kebutuhan air irigasi maksimum sebesar 0,731 lt/det/Ha dan diperlukan pengembangan dan peningkatan jaringan irigasi (tata air mikro), dengan sistem irigasi teknis permukaan, antara lain : pengambilan sumber air dari kolong/ kolam tampungan yang ada, dengan Ph air > 5 (hasil tes laboratorium), pembangunan bendungan, pembuatan saluran pembawa dan pembuang terpisah, pemasangan pintu pengatur air, pemasangan saluran pipa pembawa ke lahan pertanian, pembuatan bangunan box pembawa dan pemasangan pintu fiber klep untuk penangkis air asin dari sungai rotan. Kata Kunci : Jaringan Irigasi, Ketersediaan, Kebutuhan, Optimalisasi dan Pengembangan
Analisa Kinerja Jalan Lebak Murni Kecamatan Sako Kota Palembang Muhammad Agung Tri Putra; Pujiono T; Amelia Rajela
Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE) Vol 5 No 1 (2026): Januari
Publisher : LPPJPHKI Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/mude.v5i1.9523

Abstract

Jalan Lebak Murni is one of the strategic connecting roads in Palembang City, playing a vital role in supporting the mobility of the community and ensuring the smooth distribution of goods and services across regions. In recent years, the area surrounding this road has experienced rapid development, particularly in the residential sector, which has led to a significant increase in traffic volume. This condition has contributed to a decline in the road’s performance. This study aims to analyze the existing condition of Jalan Lebak Murni, assess the level of pavement damage, and formulate technical recommendations to improve the quality of road infrastructure in a sustainable manner. The methodology includes a visual survey of pavement conditions, daily traffic data collection to determine vehicle load characteristics, and geometric road analysis based on technical standards set by the Directorate General of Highways (Direktorat Jenderal Bina Marga). The study findings indicate that the surge in vehicle volume, especially four-wheeled motor vehicles and heavy vehicles, is one of the main contributing factors. Therefore, technical actions such as increasing road capacity and reconfiguring geometric elements are required to ensure optimal road service function. The resulting technical recommendations are expected to serve as a foundation for more effective and sustainable road development and maintenance planning.
Kajian Drainase Pemukiman Jl. Banten Kecamatan Seberang lu II Kota Palembang dengan Program EPA SWMM 5.2 Mozad Syahrul Ramadhan; Robi Sahbar; Pujiono T
Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE) Vol 5 No 1 (2026): Januari
Publisher : LPPJPHKI Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/mude.v5i1.9527

Abstract

Palembang City, as one of the rapidly developing metropolitan areas, is facing serious problem reated to floding, primary caused by an inadequate urban drainage system. This issue is also evident in the residential area of JL. Banten Seberang Ulu 2District, Palembang City. This study aims to indety lockations with significant flood overflow in the area using the Strom Water Management Model (SWMM) software and to analyze the contributing factors to the food event.Based on a hydrological analysis with a five-year return period and simulations using SWMM version 5.2, it was found that flooding occurred at several location. For example, in Channel C1, at 01:30:00, the capacity of 0.45 m3, meaning the channel had not yet overflowed. However, by 01:45:00, the channel began to overflow, with a runoff volume of 20.30 m3 dan a capcity of only 0.87 m3. Several factors contributing to the floding include high sediment accumulation waste buildup, and poor maintenance of the drainage channels in the area.
Analisa Kinerja Jalanan Much. Prabu Mangkunegara Palembang M Helmi Ananda Saputra; Pujiono T; Ramadhani Ramadhani
Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE) Vol 5 No 1 (2026): Januari
Publisher : LPPJPHKI Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/mude.v5i1.9529

Abstract

This research aims to analyze the performance of Jalan Much. Prabu Mangkunegara in Palembang, focusing on traffic volume, road capacity, degree of saturation, and level of service. The research scope encompasses a 100-meter road segment, with observations conducted during peak hours (07:00–12:00 Western Indonesia Time). The research methodology includes field surveys to collect primary data such as vehicle volume, side friction, and road geometry, alongside data analysis based on the 1997 Indonesian Road Capacity Manual (Manual Kapasitas Jalan Indonesia/MKJI). The results indicate that the highest traffic volume occurred between 08:00–09:00 WIB, reaching 9,566.5 passenger car units per hour (pcu/hour). The degree of saturation (DS) reached 3.426, indicating a level of service "F" (very congested). Side friction was categorized as both "High" (H) and "Low" (L). The calculated road capacity was 2,791.53 pcu/hour. In conclusion, Jalan Much. Prabu Mangkunegara experiences severe congestion due to a vehicle volume that significantly exceeds its capacity.
Analisa Base Shear Pada Struktur Gedung Bertingkat Menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Berdasarkan SNI 1726-2019 dan SNI 1727-2020 M Helmi Ananda Saputra; Robi Sahbar; Pujiono T
Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE) Vol 5 No 1 (2026): Januari
Publisher : LPPJPHKI Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/mude.v5i1.9530

Abstract

Base shear is one of the main parameters in the analysis and design of earthquake-resistant building structures. This parameter is particularly important in the Special Moment Resisting Frame (SMRF) system, which is known for its high ductility and good energy dissipation capacity, making it widely applied to buildings in earthquake-prone areas. This study aims to analyze the magnitude of base shear in buildings with the SMRF system based on the provisions of SNI 1726:2019, taking into account several factors, including the total mass of the structure, the fundamental period, the importance factor of the building, soil conditions, as well as the seismic response coefficient modified by the response modification factor according to the structural system used. The research employed a numerical analysis approach using structural modeling software, where the design seismic forces were calculated based on the relevant seismic parameters. The results show that the base shear value is significantly influenced by the mass of the structure and the fundamental period of the building, as well as variations in response spectrum values due to different soil conditions. The analysis also highlights the importance of selecting appropriate importance factors and response modification factors to ensure both safety and efficiency in structural design. In conclusion, this study emphasizes that the implementation of the provisions in SNI 1726:2019 is crucial in determining accurate base shear values. This not only has implications for the structural resistance of buildings against seismic loads but also for occupant safety and the sustainability of building functions in earthquake-prone regions.
Analisis Kekuatan Struktur Bangunan Hotel Berdasarkan Respon Spektrum Terhadap Gaya Gempa di Kepulauan Riau Kota Batam Berdasarkan SNI 1726:2019 Thohirin Thohirin; Pujiono T; Hardayani Haruno
Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE) Vol 5 No 1 (2026): Januari
Publisher : LPPJPHKI Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/mude.v5i1.9551

Abstract

The dynamic development of Palembang City has resulted in increased traffic density on various road corridors, including Jalan Pangkalan in the Sako Baru area. This study aims to analyze the performance of Jalan Pangkalan in handling existing traffic flow and provide management recommendations based on the latest standards. The research method applied is quantitative analysis by conducting traffic volume, speed, and road geometry surveys. Primary data was obtained through direct field surveys to determine daily traffic volume, vehicle composition, and road geometric conditions Road performance evaluation was conducted using the Indonesian Road Capacity Guidelines (PKJI) 2023, which is the latest standard in road performance assessment in Indonesia. The study results show that Jalan Pangkalan faces varying service levels at certain periods. Based on analysis using PKJI 2023, road capacity values, degree of saturation (DS), and level of service (LOS) were obtained for that road segment. Maximum traffic volume occurs during morning and evening rush hours with vehicle composition dominated by motorcycles and light vehicles The road service level indicates conditions that require special attention, especially during peak hours where the degree of saturation approaches or exceeds optimal limits. This situation indicates the need for interventions to improve road performance so it can serve traffic flow better. The proposed recommendations include traffic management improvements, road geometric optimization, and implementation of traffic engineering appropriate to existing conditions. This research is expected to provide input for local government in policy-making related to transportation management in Palembang City.