Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Perhitungan Debit Banjir Rancangan Di Das Betara Dengan Menggunakan Metode Hasper, Melchior dan Nakayasu Yulyana Aurdin
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v3i2.52

Abstract

Das Betara sebagai salah satu subdas yang terletak di Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Bangka Belitung memiliki luas 259,3 Km2. Salah satu sungai yang sering menyebabkan banjir di das Betara adalah sungai Bangka Ujung yang melintas dari hulu das Betara hingga bermuara selat Bangka. Sungai Bangka Ujung sering meluap dan menyebabkan banjir dikarenakan sedimentasi yang terlalu tinggi dan alur sungai yang cenderung berubah-ubah akibat sedimentasi. Sungai Bangka Ujung ini memiliki panjang total 38,9 Km yang melewati beberapa kecamatan di Bangka Selatan. Untuk itu diperlukan upaya untuk mengatasi banjir yang sering terjadi di sungai Bangka Ujung. Pada penelitian ini dilakukan analisis hidrologi terhadap catchment area yang masuk Das Betara. Metode analisis hidrologi yang digunakan yaitu menghitung hujan kawasan dengan metode poligon Thiessen dan menghitung banjir rancangan dengan kala ulang 2, 5, 10, 25, 50 tahun dan 100 tahun dengan metode analisis frekuensi. Untuk mencari debit banjir rancangan dicari menggunakan beberapa metode dengan Hasper, Melchior dan Nakayasu. Hasil analisis debit banjir rancangan untuk masing-masing metode dengan berbagai periode ulang diperoleh analisis dari metode Nakayasu memberikan nilai terbesar, yang kemudian diikuti oleh metode Hasper dan Melchior. Nilai debit rancangan metode Melchior menunjukkan untuk kala ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun, 100 tahun sebesar 88,39 m3/s, 108,28 m3/s, 117, 29 m3/s, 125,54 m3/s,130 m3/s dan 133,59 m3/s. Kata Kunci : Das Betara, Banjir Rancangan, Sungai Bangka Ujung.
Analisis Hujan Rancangan pada Daerah Rawan Genangan Sepanjang Sistem Drainase Eksisting Kota Palembang (Studi Kasus Pembangunan LRT Kota Palembang) Yulyana Aurdin
Jurnal Tekno Global Vol 8, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.193 KB) | DOI: 10.36982/jtg.v8i1.740

Abstract

ABSTRACTPalembang city is one of the big cities for tourist destinations and the city that organizes both sports parties that have been held and will be held. The Palembang city government built a mass transportation system with light rail as an alternative to public transportation. The impact of the construction of this Light Rail Transit (LRT) for the existing drainage system along the LRT line that is passed is not expected to have a major influence on the existing drainage capacity so that it does not cause inundation at some existing points or does not severe the existing drainage system and environment along the LRT, can cause inundation and flooding. To solving this problem, research on design rainfall analysis was conducted on inundation areas along the LRT in Palembang. In this study hydrological analysis was carried out to find design rainfall for 5, 10, 25, 50 and 100 years. The method used is frequency analysis. This study uses ArcGis software. The results showed that the rainfall plan with a return period of 2 years, 5 years, 10 years, 25 years, 50 years and 100 years showed that the Log Pearson III distribution was the best and resulted in design rainfall of 88 mm, 110 mm, 125 mm, 144 mm, 158 mm and 172 mm The inundation that occurs along the LRT line partly does not exceed 30 cm. The cause of inundation due to low road topography conditions, closed inlet to channel water to the existing drainage and indeed some damaged roads are caused by the impact of LRT construction. The total inundation from station 0 + 000 to sta 22 + 997 is 698 with the highest elevation of inundation 9 cm.Keywords : Rain Design, Palembang LRT, existing drainageABSTRAKKota Palembang merupakan salah satu kota besar tujuan wisata dan kota pelaksana pesta olahraga baik yang telah diselenggarakan maupun akan diselenggarakan. Pemerintah kota Palembang membangun sistem transportasi massal dengan kereta api ringan sebagai alternatif transportasi umum. Dampak pembangunan Light Rail Transit (LRT) ini bagi sistem drainase eksisting sepanjang jalur LRT yang dilalui diharapkan tidak memberikan pengaruh besar terhadap kapasitas tampung drainase eksisting sehingga tidak menimbulkan genangan di beberapa titik yang sudah ada atau tidak memperparah sistem drainase eksisting dan lingkungan sepanjang LRT, yang bisa mengakibatkan genangan dan banjir. Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan penelitian mengenaianalisis hujan rancangan pada daerah rawan genangansepanjang LRT kota Palembang.Pada penelitian ini dilakukan analisis hidrologi untuk mencari hujan rencana 5, 10, 25, 50 dan 100 tahun. Metode yang digunakan adalah dengan analisis frekuensi. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak ArcGis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hujan rencana dengan kala ulang dari 2 tahunan, 5 tahunan, 10 tahunan, 25 tahunan, 50 tahunan dan 100 tahunan terlihat bahwa distribusi Log Pearson III yang paling baik dan menghasilkan hujan rencana sebesarĀ  88 mm, 110 mm, 125 mm, 144 mm, 158 mm, dan 172 mm. Genangan yang terjadi disepanjang jalur LRT sebagian tidak melebihi ketinggian 30 cm. Penyebab genangan karena kondisi topografi jalan yang rendah, tertutupnya inlet untuk menyalurkan air ke drainase eksisting dan memang sebagian jalan rusak disebabkan dari dampak pembangunan LRT. Total genangan dari sta 0+000 sampai sta 22+997 sebanyak 698 dengan elevasi tinggi genangan paling tinggi 9 cm.Kata kunci : Hujan Rancangan, LRT Palembang, drainase eksisting
Sistem Informasi Geografis Untuk Pemetaan Daerah Rawan Genangan di Sepanjang Sistem Drainase Eksisting Kota Palembang (Studi Kasus Pembangunan Light Rail Transit Kota Palembang) Yulyana Aurdin
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2628.425 KB)

Abstract

Palembang merupakan salah satu kota tujuan wisata dan kotapelaksana pesta olahraga baik yang telah diselenggarakan dan akandiselenggarakan. Salah satu unsur pendukung sebuah kota besaradalah sistem transportasi yang baik dan terintegrasi. Untuk mengurangijumlah kendaraan umum yang terus meningkat dan kemacetanyang terjadi di tahun 2019 mendatang, pemerintah kota Palembangmembangun sistem transportasi massal dengan kereta api ringansebagai alternatif transportasi umum. LRT dipilih sebagai angkutanmassal yang akan dibangun untuk mengatasi jumlah kendaraan yangterus meningkat di kota Palembang. Dampak pembangunan Light RailTransit (LRT) ini bagi sistem drainase eksisting sepanjang jalur LRTyang dilalui diharapkan tidak memberikan pengaruh besar terhadapkapasitas tampung drainase eksisting sehingga tidak menimbulkangenangan di beberapa titik yang sudah ada atau tidak memperparahsistem drainase eksisting dan lingkungan sepanjang LRT, yang bisamengakibatkan genangan dan banjir. Untuk mengatasi masalahtersebut dilakukan penelitian mengenai informasi lokasi titik-titikgenangan dan elevasi genangan yang terjadi.Pada penelitian ini dilakukan analisis hidrologi untuk mencari hujanrencana 5, 10, 25, 50 dan 100 tahun. Metode yang digunakan adalahdengan analisis frekuensi. Penelitian ini menggunakan perangkatlunak ArcGis untuk memberikan informasi geografis berupa lokasititik genangan dan ketinggian genangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hujan rencana dengan kalaulang dari 2 tahunan, 5 tahunan, 10 tahunan, 25 tahunan, 50 tahunandan 100 tahunan terlihat bahwa distribusi Log Pearson III yangpaling baik dan menghasilkan hujan rencana sebesar 88 mm, 110 mm,125 mm, 144 mm, 158 mm, dan 172 mm. Genangan yang terjadidisepanjang jalur LRT sebagian tidak melebihi ketinggian 30 cm.Penyebab genangan karena kondisi topografi jalan yang rendah,tertutupnya inlet untuk menyalurkan air ke drainase eksisting danmemang sebagian jalan rusak disebabkan dari dampak pembangunanLRT. Total genangan dari sta 0+000 sampai sta 22+997 sebanyak 698dengan elevasi tinggi genangan paling tinggi 9 cm.