Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Redoks

PENGARUH TEMPERATUR DAN UKURAN PARTIKEL TERHADAP DISTRIBUSI PRODUK PIROLISIS BATUBARA SUBBITUMINUS Ratih Diah Andayani
Jurnal Redoks Vol 3, No 2 (2018): REDOKS JULI-DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.967 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v3i2.2385

Abstract

Penelitian yang mengkaji  kualitas air Sungai Cisadane Kota Tangerang  berdasarkan Pemanfaatan batubara di Indinesia sebagai bahan bakar langsung mempunyai efek negatif terhadap lingkungan. Pirolisis merupakan teknologi yang dapat memberikan solusi guna mengoptimalkan pemanfaatan batubara yang aman terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh temperatur dan ukuran partikel batubara terhadap distribusi produk pirolisis. Penelitian dilakukan di dalam reaktor unggun tetap bervolume 4 Liter dan tekanan atmosfer dengan menggunakan gas inert N2 pada laju alir tetap 300 mL/menit. Penelitian ini menggunakan batubara peringkat Sub-Bituminus B dari daerah penambangan Air Laya Bukit Asam Tanjung Enim Sumatera Selatan, dengan variasi  temperatur dari 400 oC – 700 oC ukuran partikel -6/8 mesh (3,36-4,76 mm) dan -3/4 mesh (4,76-6,73 mm).Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan kenaikan temperatur , produk zat terbang total dan gas terus meningkat hingga temperatur 700 oC  sementara produk arang menurun. Produk tar menunjukkan kecenderungan meningkat dan mencapai maksimum pada temperatur 600 oC yaitu sebesar 20,03 % dan 8,05 % masing-masing untuk ukuran partikel -6/8 mesh dan -3/4 mesh, kemudian menurun pada temperatur 700 oC. Ukuran partikel berpengaruh pada perolehan produk zat total dan tar. Pada ukuran partikel yang lebik kecil (-6/8 mesh) menunjukkan produk yang lebih tinggi dibanding hasil pada ukuran partikel yang lebih besar (-3/4 mesh), sementara pengaruh ukuran partikel terhadap produk gas tidak signifikan , sedangkan produk arang meningkat dengan bertambah besar ukuran partikel batubara  yaitu sebesar 60,31 % dan 62,16 % masing-masing untuk ukuran partikel -6/8 mesh dan -3/4 mesh pada temperatur pirolsis 400 oC. Kata Kunci : pirolisis, temperatur, ukuran partikel,tar 
PEMANFAATAN BATUBARA PERINGKAT HVCBITUMINUS SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI KIMIA DAN INDUSTRI PETROKIMIA Ratih Diah Andayani
Jurnal Redoks Vol 4, No 1 (2019): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.747 KB) | DOI: 10.31851/redoks.v4i1.3068

Abstract

ABSTRAK Batubara selain digunakan sebagai bahan bakar, juga dapat digunakan sebagai bahan baku idustri kimia dan industri petrokimia melalui proses pirolisis. Tar  merupakan produk cair hasil pirolisis batubara yangkaya akan senyawa hidrokarbon aromatik, di antaranya BTX, PCX yang diperlukan pada industri kimia dan petrokimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan batubara sebagai bahan baku alternatif pada industri kimia dan petrokimia.Penelitian dilakukan dengan memvariasikan temperatur pirolisis pada 400, 500, 600 dan 700 oC. Batubara yang digunakan peringkat HVC- Bituminus berasal dari daerah penambangan Berau Kalimantan Timur dengan ukuran partikel -4/10 mesh. Gas inert yang digunakan gas Nitrogen dengan laju alir 300 mL/menit. Tar hasil proses pirolisis di distilasi berdasarkan perbedaan titik didihnya menjadi empat fraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Temperatur pirolisis berpengaruh terhadap perolehan kuantias produk distilat tar, semakin tinggi temperatur pirolisis, produk distilat fraksi minyak ringan (BTX) dan residu menunjukkan kecenderangan meningkat, sementara fraksi minyak tengah (PCX), fraksi minyak berat dan fraksi minyak antrasena menunjukan kecenderungan yang sebaliknya. Produk fraksi minyak ringan yang diduga mengandung senyawa BTX mencapai maksimum pada temperatur pirolisis 600oC  sebesar 22,9 g/kg Batubara, sedangkan produk fraksi minyak tengah yang diduga mengandung senyawa PCX, fraksi minyak berat dan fraksi minyak antrasena mencapai maksimum pada temperatur 400o C masing-masing sebesar 13,9 g/kg batubara, 15,3 g/kg batubara dan 22,3 g/kg Batubara. Kata kunci : Pirolisis, Tar, BTX,PCX