Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Eksplorasi etnomatematika dalam adat perhitungan mahar pernikahan masyarakat Buton Herno Herno
EKSPOSE Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v1i1.1349

Abstract

Education and culture are something that cannot be separated in everyday life. Ethnomatematics is here to bridge culture and education, especially in learning mathematics. This study aims to describe the ethnomatematics contained in the custom of calculating the marriage dowry, the Butonese. This type of research is exploratory research using an ethnographic approach. Based on the results of the research obtained, there are special ways in which the Butonese people carry out mathematical activities. It is proven that there is an ethno-mathematical form in the calculation of the dowry of the Butonese marriage which is reflected through the various results of mathematical activities that are owned and developed in the Buton community, including the concept of fractions and averages related to the amount of bakena kau and kabintingia katolosina which are distributed to invited guests who attend the ceremony. tauraka evenly, the concept of comparison related to the difference in the amount of dowry for the kaomu and walaka groups, the concept of the percentage related to the amount of fee for services for customary introducers (tolowea), and the concept of unit conversion.Pendidikan dan budaya adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Etnomatematika hadir untuk menjembatani antara budaya dan pendidikan khususnya dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan etnomatematika yang terdapat dalam adat perhitungan mahar pernikahan, masyarakat Buton. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, terdapat cara-cara khusus pada masyarakat Buton dalam melakukan aktivitas matematika. Terbukti adanya bentuk etnomatematika pada perhitungan mahar pernikahan masyarakat Buton yang tercermin melalui berbagai hasil aktivitas matematika yang dimiliki dan berkembang di masyarakat Buton, meliputi konsep pecahan dan rata-rata yang terkait dengan besaran bakena kau dan katolosina kabintingia yang dibagikan kepada tamu undangan yang hadir dalam upacara tauraka secara merata, konsep perbandingan yang terkait dengan perbedaan jumlah besaran mahar bagi golongan kaomu dan walaka, konsep persentase yang terkait dengan jumlah besaran uang imbalan jasa untuk para pengantar adat (tolowea), dan konsep konversi satuan.