Sri Pertiwi Estuningsih
Jurusan Biologi, Universitas Sriwijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Teknik Bioleaching: Pertumbuhan Isolat Bakteri Desulfurisasi dari Tanjung Enim Sumatera Selatan pada Beberapa Ukuran Partikel (Mesh) Batubara Sri Pertiwi Estuningsih
Jurnal Penelitian Sains No 10 (2001)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.293 KB) | DOI: 10.56064/jps.v0i10.354

Abstract

Penelitian tentang “Pengambangan teknik Bioleaching: Pertumbuhan isolat bakteri desulfurisasi, dari Tanjung Enim Sumatera Selatan pada berbagai ukuran partikel (mesh) batubara” telah dilakukan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan ukuran partikel batubara dengan 4 taraf (50, 100, 150, 200 mesh). Semua perlakuan diulang masing-masing 3 (tiga) kali.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran partikel batubara berpengaruh nyata pada jumlah se/m dan laju pertumbuhan. Perlakuan yang terbaik diperoleh pada ukuran batubara 100 mesh dengan jumlah sel 5,59 X 109 dan laju pertumbuhan 0,058 ln sel/jam. 
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Malt dan Sumber Eksplan Yang Berbeda Terhadap Induksi Tunas Secara Langsung Pada Limau Kue’ (Citrus Sp) Sri Pertiwi Estuningsih; Anom Wulandari
Jurnal Penelitian Sains No 7 (2000)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6748.607 KB) | DOI: 10.56064/jps.v0i7.320

Abstract

Penelitian pengaruh konsentrasi ekstrak malt dan sumber eksplan yang berbeda terhadap induksi tunas secara langsung pada Limau Kue’ (Citrus sp) secara in vitro telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak malt dan sumber eksplan terhadap induksi tunas secara langsung. Dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pengaruh konsentrasi ekstrak malt dan sumber eksplan terhadap induksi tunas serta sebagai langkah awal propagasi Limau Kue’. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan penambahan ekstrak malt dengan 6 taraf konsentrasi yaitu 0, 100, 150, 200, 250 dan 300 mg/L. Semua kombinasi media perlakuan digunakan untuk menanam eksplan (hipokotil, epikotil dan kotiledon) yang berasal dari biji Limau Kue’ yang dikecambahkan secara steril, masing-masing diulang 2 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kotiledon dan hipokotil, semua perlakuan yang dicobakan belum mampu menginduksi tumbuhnya tunas, tetapi hanya penginduksi tumbuhnya kalus. Tunas tumbuh hanya pada eksplan epikotil. Tunas paling cepat muncul pada perlakuan M3 (penambahan ekstrak malt 150 mg/L) yaitu 6,5 hari setelah penanaman dengan tinggi kalus yang mencapai paling panjang yaitu 28,9 mm.