Emas Agus Prastyo Wibowo
Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Silika (SiO2) dan Bentonit sebagai Adsorben Logam Berat Fe pada Limbah Batik Ika Sri Hardyanti; Isni Nurani; Dyan Septyaningsih Hardjono HP; Evalisa Apriliani; Emas Agus Prastyo Wibowo
JST (Jurnal Sains Terapan) Vol 3, No 2 (2017): JST (Jurnal Sains Terapan)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jst.v3i2.257

Abstract

Industri batik merupakan industri yang potensial dari proses awal hingga proses penyempurnaan diindikasikan penggunaan bahan kimia yang mengandung unsur logam berat. Hasil buangan limbah batik masih mengandung logam berat salah satunya Fe.Kandungan Fe yang tinggi dalam air limbah dapat mencemari lingkungan perairan apabila dibuang ke sungai atau saluran irigasi. Proses adsorpsi merupakan teknik pemurnian dan pemisahan yang efektif dipakai dalam industri untuk mengurangi ion logam berat dalam air limbah. Silika memiliki gugus aktif Si-O-Si dan Si-OH yang dapat digunakan sebagai adsorben logam Fe. Silika bersifat inert, mempunyai sifat adsorpsi dan pertukaran ion yang baik, mudah dimodifikasi dengan senyawa kimia tertentu, kestabilan mekanik dan termal tinggi, serta dapat digunakan untuk prekonsentrasi atau pemisahan analit karena proses pengikatan analit pada permukaan silika bersifat reversible. Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui waktu pengadukan yang optimal pada adsorben silika dalam mengadsorpsi logam Fe yang terkandung dalam limbah batik desa Sudagaran, Banyumas.Terdapat empat sampel yang diuji dengan metode AAS masing-masing volumenya 400 mL dan berwarna coklat kemerahan. Sampel 1 belum dilakukan adsorpsi silika atau sebagai kontrol. Sampel 2, 3, dan 4 diadsorpsi silika dengan massa yang sama namun diberi perlakuan variasi waktu. Sampel 2, 3, dan 4 diaduk dengan variasi waktu berturut-turut 20, 40, dan 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pengadukan 40 menit merupakan waktu yang optimal untuk silika dalam mengadsorbsi logam Fe. Terjadi penurunan kadar Fe dari 0,287 ppm menjadi 0,145 ppm. Sedangkan dengan bentonit terjadi penurunan kadar Fe dari 0,939 ppm menjadi 0,912 ppm. Kata kunci: logam berat, limbah batik, adsorpsi
Pengoptimalan Air Leri dalam Pembuatan Sabun Pembersih Wajah Alami yang Ekonomis Rahmawati Rahmawati; Trimayasari Trimayasari; Ghozali Akhmad Mustaqim; Wening Dwi Prastiwi; Emas Agus Prastyo Wibowo
JST (Jurnal Sains Terapan) Vol 3, No 1 (2017): JST ( Jurnal Sains Terapan )
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jst.v3i1.223

Abstract

AbstractSoap facial cleanser is needed to keep the facial skin to keep them clean and healthy. The purpose of this study to make soap cleanser with natural materials such as hard water deposits leri. This is because the use of leri water starch or starch granules of fine particles contained in water leri dansel dust can shed the dead skin on the face because of the essential amino acids contained can regenerate skin cells. In addition, water leri can brighten the face because the leri water oryzanol contain substances that can update the development and formation of the pigment melanin, which is effectively to ward off ultraviolet rays. The process of making soap using the principle of saponification reaction, namely the reaction between the oil and the KOH/NaOH. Facial cleansing soap made in this study is solid soap. Based on the results of quality test, soap solid leri water has a pH of 11.1, saponification number is 33, the water content of 46% as well as respondents to the test aspects of aroma and foam shows good results so this water leri treatment can be an alternative solution to prevent the use of soap facial cleansers that contain harmful chemicals. Keywords: air leri, soap cleanser, saponification  AbstrakSabun pembersih wajah sangat diperlukan untuk menjaga kulit wajah agar tetap bersih dan sehat. Tujuan dari penelitian ini untuk membuat sabun pembersih wajah dengan bahan alami berupa endapan air leri. Penggunaan air leri ini dikarenakan butiran partikel starch atau pati halus yang terdapat dalam air leri dapat merontokkan debu dansel kulit mati pada wajah karena asam amino esensial yang terkandung dapat meregenerasi sel-sel kulit. Selain itu, air leri dapat mencerahkan wajah karena air leri mengandung zat oryzanol yang dapat memperbarui perkembangan dan pembentukan pigmen melanin, yang efektif guna menangkal sinar ultraviolet. Proses pembuatan sabun menggunakan prinsip reaksi saponifikasi, yaitu reaksi antara minyak dan KOH/NaOH. Sabun pembersih wajah yang dibuat dalam penelitian ini ialah sabun padat. Berdasarkan hasil uji mutu, sabun air leri padat memiliki pH 11,1, angka penyabunan sebesar 33 kadar air 46 kadar air 46 % serta uji responden terhadap aspek aroma dan busa yang menunjukkan hasil cukup baik sehingga pengolahan air leri ini dapat menjadi solusi alternative untuk mencegah penggunaan sabun pembersih wajah yang mengandung bahan kimia berbahaya. Kata kunci: air leri, sabun pembersih wajah, saponifikasi 
Sintesis Komposit N-TIO2/Bentonit dan Karakterisasi Menggunakan FTIR Emas Agus Prastyo Wibowo
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 5, No 1 (2017): JTT ( Jurnal Teknologi Terpadu )
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v5i1.218

Abstract

AbstractTitanium Dioxide (TiO2) is a semiconductor material that is relatively inert compared with other compounds, and also serves as a photocatalyst which has fotoaktifitas and high stability. The presence of dopant N on TiO2 matrix will reduce the band gap of  TiO2 so that shift the absorption spectrum from UV to visible light that are abundant in sunlight. Besides the addition of dopants on TiO2 matrix, the addition of bentonite can also increase the photocatalytic activity of TiO2. The main absorption peak-uptake at N-TiO2/ bentonite is still the same with bentonite which is in wavenumber 3626.17 cm-1, 3448.72 cm-1  and 1635.64 cm- Based on the interpretation of the spectra of FT-IR composite of Bentonite, TiO2 /bentonite, and N-TiO2/ bentonite produced can be concluded that no significant changes between the functional groups and bentonite as composite TiO2-bentonite and N-TiO2 / Bentonite Keywords: FTIR, composite, titanium dioxide AbstrakTitanium Dioksida (TiO2) merupakan bahan semikonduktor yang relatif inert dibandingkan dengan senyawa-senyawa lain dan juga berfungsi sebagai fotokatalis yang memiliki fotoaktifitas dan stabilitas tinggi. Adanya dopan N dalam matriks TiO2 akan  memperkecil band gap TiO2 sehingga terjadi pergeseran penyerapan spektrum sinar dari sinar UV ke sinar tampak yang tersedia melimpah dalam sinar matahari. Selain dengan penambahan dopan pada matriks TiO2, penambahan bentonit juga dapat meningkatkan aktifitas  fotokatalitik dari TiO2. Puncak serapan-serapan utama pada N-TiO2/bentonit masih sama dengan bentonit yang berada di bilangan gelombang 3626.17 cm-1, 3448.72 cm-1 dan 1635.64 cm-1. Berdasarkan interpretasi spektra FT-IR komposit dari Bentonit, TiO2/bentonit, dan N-TiO2/bentonit yang dihasilkan dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi perubahan gugus fungsi yang signifikan antara bentonit sebagai dan komposit TiO2-Bentonit dan N-TiO2/Bentonit. Kata kunci: FTIR, komposit, titanium dioksida