Ridho Imawan Hanafi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENELAAH RELASI EKSEKUTIF-LEGISLATIF DALAM SISTEM PRESIDENSIAL MULTIPARTAI DI INDONESIA Ridho Imawan Hanafi
Jurnal Penelitian Politik Vol 12, No 1 (2015): Demokrasi, PEMILU Serentak, dan Pelembagaan Partai Politik
Publisher : Pusat Riset Politik BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jpp.v12i1.535

Abstract

Tulisan ini menelaah relasi eksekutif-legislatif dalam sistem presidensial multipartai di Indonesia. Menurutsejumlah studi, sistem presidensial yang dikombinasikan dengan multipartai cenderung akan berakhir dengankonflik antara lembaga eksekutif dan legislatif dan menghadirkan ketidakstabilan demokrasi. Berbeda dari argumentersebut, studi ini menyatakan bahwa sistem presidensial multipartai di Indonesia dapat berjalan dengan relatif baik.Adanya perpaduan institusi formal dan informal yang mengatur hubungan antara lembaga eksekutif dan legislatifberhasil mengurangi potensi kebuntuan dan membuat hubungan kedua lembaga terebut berjalan baik. Selain itu,sosok presiden yang akomodatif dan mengedepankan koalisi, serta sikap elite politik yang cenderung menempuhkonsensus turut andil dalam bekerjanya sistem presidensial multipartai di Indonesia.Kata kunci: sistem presidensial multipartai, lembaga eksekutif dan legislatif, institusi formal dan informal, koalisi.
PEMILIHAN LANGSUNG KEPALA DAERAH DI INDONESIA: BEBERAPA CATATAN KRITIS UNTUK PARTAI POLITIK Ridho Imawan Hanafi
Jurnal Penelitian Politik Vol 11, No 2 (2014): Tantangan Politik Lokal Pasca SBY
Publisher : Pusat Riset Politik BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jpp.v11i2.197

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai beberapa persoalan terkait dengan peran partai politik di pemilihan langsungkepala daerah dalam upaya menghadirkan calon-calon pemimpin daerah. Sebagai salah satu institusi yang menjadipintu masuk bagi calon pemimpin daerah diharapkan partai politik dapat menjalankan fungsinya dengan baik.Persoalannya, sejauh ini dalam praktiknya partai politik masih jauh dari harapan tersebut, seperti melakukan prosespengusungan kandidat yang elitis, rekrutmen calon yang buruk, partai politik dinilai hanya sebatas sebagai kendaraanatau pemberi tiket, sampai abainya partai politik pada suara kritis publik terhadap persoalan yang menyangkutpolitik kekerabatan dan korupsi di daerah.Kata Kunci: pilkada langsung, partai politik, rekrutmen politik, calon kepala daerah.