A. Daliman
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERANAN INDUSTRI SENI KERAJINAN PERAK DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA SEBAGAI PENDUKUNG PARIWISATA BUDAYA A. Daliman
Humaniora Vol 12, No 2 (2000)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.095 KB) | DOI: 10.22146/jh.687

Abstract

Sejak dahulu di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta telah berdiri pusatpusat kerajaan, silih berganti, yang sekaligus menjadi pusat-pusat kebudayaan, peradaban, dan seni . Peninggalan-peninggalan sejarah dan budayanya masih dapat disaksikan hingga sekarang ini seperti candi-candi, bangunan kraton, tata-upacara serta adat-istiadat, kesenian, dan kerajinan rakyat tradisional, yang sebagian besar masih lestari secara turun-temurun dan malahan berkembang sampai saat sekarang . Maka dari itu, adalah tepat dan sesuai dengan akar-akar historis dan kultural, apabila kebijakan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, yang lebih-lebih didorong oleh tidak mungkinnya lagi sektor pertanian menjamin kehidupan rakyat, kemudian mengembangkan program unggulan Yogyakarta sehagai pusat budaya dan tujuan wisata budaya dengan didukung industri seni kerajinan rakyat . Di antara industri-industri seni kerajinan rakyat Yogyakarta ini, yang menjadi primadona dan memberikan identitas kepada kota ini adalah industri seni kerajinan perak . Terkait dengan hal-hal tersebut di atas setelah secara selintas dikupas akar-akar sejarah dan profit industri seni kerajinan perak yang pada dasarnya memusat di kawasan Kotagede, dalam tulisan dikedepankan pula peranannya sebagai pendukung pariwisata budaya, strateginya dalam menanggulangi krisis ekonomi (1998-1999), beserta prospek dan tantangan global yang dihadapinya.
Makna Simbolik Nilai-nilai Kultural Edukatif Bangunan Kraton Yogyakarta: Suatu Analisis Numerologis & Etimologis A. Daliman
Humaniora Vol 13, No 1 (2001)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2339.118 KB) | DOI: 10.22146/jh.707

Abstract

Sejarah perjuangan kraton dan masyarakat Yogyakarta yang senantiasa berpihak pada perjuangan rakyat dan bangsa sebagaimana tampak dalam menyelamatkan Republik Indonesia di masa revolusi kemerdekaan (1945—1949) serta perjuangan reformasi untuk memperbaharui dan meluruskan kembali kehidupan berbangsa dan bernegara (20 Mei 1998 — hingga kini), haruslah dipahami sebagai identifikasi dan aktualisasi kesetiaan terhadap tradisi dan ajaran-ajaran para pendahulu atau leluhur, sebagaimana divisualisasikan dalam simbol bentuk dan fungsi kraton
PERLUASAN PENDIDlKAN NON-FORMAL SEBAGAI KEBIJAKAN DALAM PEMBINAAN TENAGA KERJA A. Daliman
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1987,TH.VI
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.95 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.7423

Abstract

Besarnya angkatan kerja dan terbatasnya daya tampung sekolah formal menempatkan pendidikan non-formal sebagai altematif yang banyak memberi harapan. Kebijakan pendidikan non-formal, terutama program yang memberikan latihan kerja akan menolong para angkatan kerja yang jumlahnya sementara ini masih membengkak meski jika dilihat dari persentasenya telah mulai menurun.
PENDIDIKAN HUMANIORA DALAM RANGKA PEMBAHARUAN SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL A. Daliman
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1983,TH.III
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2188.536 KB) | DOI: 10.21831/cp.v3i3.7554

Abstract

Pendidikan nasional yang pada hakekatnya adalah usaha sadar untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya. Untuk mewujudkan konsep dasar ini Pemerintah memprogramkan bidang studi Humaniora masuk ke dalam kurikulum-kurikulum sekolah. Usaha memasukkan bidang studi Humaniora ke dalam kurikulum telah dirintis oleh Komisi Pembaharuan Pendidikan Nasional sebagai tercantum dalam naskah Laporan Komisi Pembaharuan Pendidikan Nasional. Usaha ini kini menjadi nyata setelah Menteri P dan K, Prof. Dr. Nugroho Notosusanto menyatakan akan menitikberatkan pendidikan Humaniora dalam policy pendidikannya (Suara Karya, 2 Mei 1983).Tulisan ini bermaksud membagas secara selintas mengenai pendidikan Humaniora dan fungsinya dalam sistem pendidikan nasional sebagai studi pendahuluan denan harapan nanti disusul suatu pembahasan yang lebih mendalam dan luas dari pihak-pihak kompeten.
PERANAN PENDIDIKAN SEJARA'H .PERJUANGAN BANGSA DALAM PROSES SOSIALISASI NILAI-NILAI DAN KEPRIBADIAN BANGSA A. Daliman
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1985,TH.IX
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1172.541 KB) | DOI: 10.21831/cp.v2i2.7417

Abstract

Pendidikan Nasional merupakan usaha dasar nntuk menjamin kelestarian dankelangsungan hidup bangsa. Oleh sebab itu Pendidikan Nasional harus menjangkau jauh ke depan.Dalam hubungan ini program Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa memiliki pet-anan yang strategis. Keberhasilan program Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa dalam menanamkan, mengembangkan dan melestarikan jiwa, semangat dannilai-nilai 1945 akan sangat menentukan bentuk dan corak kepribadian bangsa kita dan pada gilirannyaakan memperkokoh eksistensi bangsa dan Negara kita. Untuk itu perlu. diambillangkah-Iangkah sistematik untuk mensosialisasikan jiwa semangat dan nilai-nilai 1945 kepada generasi muda.
PENDEKATAN EPISODE DALAM PENGEMBANGAN PROGRAM PENDIDlKAN SEJARAH PERJUANGAN BANGSA A. Daliman
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1984,TH.IV
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.315 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.7456

Abstract

Dalam rangka mengembangkan semangat cinta tanah air sebagai tercantum dalam Tujuan Pendidikan Nasional (GBHN - 1983), maka mulai tahun akademik 1984/1985 akan dilaksanakan progam Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa. Program Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa dikembangkan dari Sejarah Nasional. Titik berat program pendidikan ini adalah pada matra afektif (pendidikan nilai) dengan tujuan untuk menanamkan, meresapkan, mengembangkan, dan meneruskan jiwa, semangat dan nilai-nilai1945 kepada generasi muda. Status program Pendidikau Sejarah Perjuangau Bangsa adalah sebagai bidang studi yang berdiri sendiri dan masuk pada kelompok Program Pendidikan Umum sejajar dengan Pendidikan agama, PMP, Pendidikan Olah Rga dan Kesehatan serta Pendidikan Kesenian. Pendektan yang dipergunakan dalam Pendidikan Sejarah perjuangan Bangsa adalah pendekatan episode. Yang dimaksud episode adalah tonggak-tonggak sejarah yang memiliki nilai-nilai perjuangan penting, yang mengandung jiwa, semangat danb nilai-nilai perjuangan yang luhur dan hakeki dari suatu bangsa. Makna dan nilai-nilai yang dikandung didalamnya inilah yang menentukan peranan penting episode sebagai wahana dan pendekatan dalam pengembangan program PendidikanSejarah Perjuangan Bangsa.