Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

The Successful Teacher’s Verbal Cues in View of Interpersonal Communication to Lead EFL Adult Beginner Learner’s Accuracy in Calling Interaction Nurul Hatifah
ELT Worldwide: Journal of English Language Teaching Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.501 KB) | DOI: 10.26858/eltww.v4i1.3203

Abstract

The objectives of the research are to give descriptive account of (1) the successful teacher’s verbal cue leading the adult beginner learner’s accuracy via calling interaction and (2) the learner’sperception of the teacher’s verbal cues leading her accuracy. This research applied descriptive qualitative research. By using purposive sampling technique, one teacher and one adult learner of White House Indonesia, English institution, were chosen as the research objects. The data regarding with teacher’s verbal cues in view of interpersonal communication used in calling interaction were collected by recording voice by using Voice Call Recorder, and semi-structured interview obtained the data regarding with the learner’s perception of the teacher’s verbal cues. The results revealed that (1) verbal indirect cue covering recalling cue, clarifying cue, associating cue and exemplifying cue, and verbal direct cue covering recalling cue and clarifying cue were the typically successful verbal cues used by the teacher to lead the adult beginner learner’s accuracy. (2) The teacher’s verbal cues were helpful to lead the learner’s accuracy in term of pronunciation, vocabulary, and grammar in calling interaction. Therefore, it can be concluded that the teacher’s verbal cues could facilitate the learners to respond the teacher’s questions accurately since the teacher and learners were involved in interpersonal communication. Keywords: Verbal cues, interpersonal communication, English accuracy.
Analisis Perizinan Olah Gerak Kapal (Shifting Permit) menggunakan Sistem Operasi Layanan Kapal Digital guna mendukung Operasional Transhipment di Pt. Dian Ciptamas Agung Site Bunati Vickri Ananda Pringgondani; Sitti Syamsiah; Nurul Hatifah
Globe: Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus : Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/globe.v4i3.1411

Abstract

This research is motivated by the existing obstacles in processing the shifting permit activities. This study aims to analyze the management of shifting permit activities using the digital ship service operations system at PT. Dian Ciptamas Agung, Bunati Site, as well as to identify and evaluate the obstacles and efforts that can be made to support transhipment operations. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection methods including participatory observation, interviews, and document studies. The research is conducted at PT. Dian Ciptamas Agung, Bunati site, South Kalimantan Province. The implementation of this research will take place over approximately 12 months ( August 4, 2024 – July 15, 2025). The process of obtaining a shifting permit for transhipment operations at PT. Dian Ciptamas Agung, Bunati Site has referred to and complied with Law Number 66 of 2024 and Minister of Transportation Regulation Number PM 8 of 2022. This is supported by the existence of digital vessel service operating systems such as Inaportner and Phinnisi. Nonetheless, several obstacles are still encountered, such as the submission of the Letter of Application for Ship Movement (SPOG) being delayed due to the mooring PPK not appearing automatically on Inaportnet, and the submission for pilotage requests on the Phinnisi system being rejected due to the Pelindo operator entering the wrong time in the Vessel Berthing Plan (RPK).
ANALISIS PERSIAPAN RUANG MUAT CURAH DI MV. DEWI AMBARWATI Sandika Arian Saputra; Zainal Yahya Idris; Nurul Hatifah
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 27 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/e-mabis.v27i1.1611

Abstract

Kesiapan ruang muat merupakan faktor penentu utama kelancaran dan keselamatan proses pemuatan pada kapal curah (bulk carrier), namun pelaksanaan prosedur pembersihan palka di lapangan tidak selalu memenuhi standar yang dipersyaratkan, terutama pada saat terjadi pergantian jenis muatan. Kajian terdahulu umumnya membahas tahap cleaning ruang muat secara umum, tetapi belum banyak yang mengaitkan secara rinci antara keterbatasan waktu pelayaran dan jumlah awak kapal dengan kegagalan tahap washing, drying, dan rechecking sehingga ruang muat dinyatakan belum layak oleh surveyor. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan persiapan ruang muat curah serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab keterlambatan kesiapannya di MV. Dewi Ambarwati. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif; data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap kegiatan cleaning, wawancara dengan Chief Officer dan Boatswain, serta dokumentasi foto kondisi ruang muat, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang didukung triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap cleaning telah dilaksanakan melalui sweeping, shoveling, dan scraping, tetapi tahap washing dan drying belum optimal karena masih menyisakan residu muatan dan genangan air, sehingga tahap rechecking tidak dapat dilanjutkan; faktor utama penyebab keterlambatan adalah terbatasnya waktu pelayaran antarpelabuhan serta jumlah awak yang bertugas di dalam palka yang tidak sebanding dengan standar ideal. Temuan ini mengindikasikan perlunya perbaikan koordinasi antar tahapan kerja dan alokasi awak kapal agar persiapan ruang muat dapat berlangsung tepat waktu dan sesuai ketentuan keselamatan muatan curah internasional, sekaligus menjadi masukan praktis bagi perusahaan pelayaran dalam menekan risiko penundaan pemuatan. Kata Kunci: Kapal Curah, Kelayakan Ruang Muat, Operasional Kapal, Pembersihan Palka (hold cleaning), Persiapan Ruang Muat.
ANALISIS PEMELIHARAAN LIFEBOAT DI. MV SINAR KUTA Rewang Alengka Jennar; Zainal Yahya Idris; Nurul Hatifah
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 27 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/e-mabis.v27i1.1616

Abstract

Fokus Penelitian dimotivasi mengarahkan pada analisis sekoci penyelamat, guna memastikan keutuhan selama situasi emergency. Dari hasil penelitian di MV. Sinar Kuta , dijumpai masalah pada sekoci penyelamat jatuh bebas akibat kebocoran pada silinder hidrolik. Fokus Penelitian untuk menganalisis implementasi perawatan dewi-dewi dan juga mengidentifikasi faktor - faktor yang menyebabkan implementasi sistem perawatan yang kurang optimal. Teknik penelitian yang dipakai yaiut deskriptif kualitatif, serta memanfaatkan teknik pengumpulan data seperti pengamatan langsung , wawancara ,dan dokumentasi. Pada hasil penelitian terlihat bahwa manajemen perawatan dewi-dewi belum terealisasi secara baik akibat kurangnya pemeliharaan berkala, keringnya pelumasan, dan tidak dilakukannya penjadwalan rutin sesuai PMS. Tantangan utama terdiri keterbatasan waktu operasional, suku cadang, human error, serta pengaruh korosi lingkungan laut. Kata kunci: Dewi-dewi, Perawatan Sekoci, Planned Maintenance System (PMS), Sistem Hidrolik, SOLAS 1974..
ANALISIS TERJADINYA BAHAYA TUBRUKAN DI KM. SABUK NUSANTARA 72 Nur Rahmat Syah; Bruce Rumangkang; Nurul Hatifah
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 27 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/e-mabis.v27i1.1620

Abstract

Bahaya tubrukan merupakan salah satu ancaman terbesar dalam operasi pelayaran dan dapat timbul akibat kurang optimalnya pengawasan navigasi. Pada KM. Sabuk Nusantara 72 masih ditemukan beberapa kondisi yang berpotensi meningkatkan risiko tubrukan, terutama terkait pelaksanaan dinas jaga, efektivitas komunikasi antarperwira, serta ketertiban dalam pencatatan navigasi seperti pengisian Deck Log Book dan penerapan Master's Night Order. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya bahaya tubrukan pada kapal tersebut melalui peninjauan terhadap implementasi standar dinas jaga dan prosedur navigasi sesuai STCW Code dan COLREG 1972. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan studi dokumentasi di atas kapal. Observasi difokuskan pada kegiatan jaga di anjungan, penggunaan alat bantu navigasi seperti Radar, ECDIS, dan AIS, serta sistem komunikasi antarperwira. Wawancara dilakukan dengan nakhoda, mualim, dan juru mudi untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai pelaksanaan jaga, sementara studi dokumentasi digunakan untuk menilai kesesuaian prosedur jaga dengan pedoman Safety Management System (SMS) dan Standing Orders. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dinas jaga di KM. Sabuk Nusantara 72 pada dasarnya telah mengikuti standar internasional, namun belum sepenuhnya dilaksanakan sesuai dengan aturan yang tertera di atas kapal. Masih ditemukan perwira yang belum optimal dalam melakukan pengamatan keliling, prosedur serah terima jaga yang belum tertib, serta keterlambatan perwira pengganti jaga. Selain itu, kurangnya koordinasi dan minimnya kedisiplinan awak kapal turut memengaruhi produktivitas kerja di atas kapal. Kata Kunci: bahaya tubrukan, dinas jaga, keselamatan pelayaran
ANALISIS TANK CLEANING DI MT. PIS MAHAKAM Syamsul Bahri; Zainal Yahya Idris; Nurul Hatifah
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 27 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/e-mabis.v27i1.1630

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterlambatan operasional MT. PIS Mahakam yang disebabkan oleh tangki kargo yang belum siap untuk memuat muatan yang berbeda jenis karena tangkinya belum bersih. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan proses pembersihan ruang muat di MT. PIS Mahakam serta mengidentifikasi faktor-faktor dominan yang menjadi kendala dalam kegiatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap proses tank cleaning di kapal, wawancara mendalam dengan kru kapal seperti Chief Officer dan Bosun, serta pengumpulan dokumen pendukung seperti cargo record. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang sistematis dan mendalam mengenai pelaksanaan pembersihan ruang muat sesuai prosedur operasional dan standar keselamatan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pembersihan tangki telah dilaksanakan sesuai dengan standar operasional yang ditetapkan. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat kendala internal, yaitu terjadinya kerusakan pada mesin butterworth saat proses pembersihan berlangsung selama 15 menit sehingga harus menggunakan butterworth portable yang berdampak pada waktu pembersihan melebihi dari waktu yang ditentukan. Kerusakan tersebut menjadi hambatan dalam kegiatan tank cleaning. Selain itu, terdapat pula kendala eksternal yang mempengaruhi proses pembersihan, yaitu adanya perbedaan antara jenis muatan sebelumnya dengan muatan yang akan dimuat selanjutnya. Kata Kunci: efektivitas pembersihan, faktor eksternal, faktor internal, kapal tanker, sistem Butterworth.