Farida Ali
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Natural Rubber (NR), Epoxidation Natural Rubber (ENR-46) dan Chlorprene Rubber (CR) pada Sifat Kompon Termoplastik Farida Ali; Tuti I. Sari; Andi A. Siahaan; Al-Kautsar D. Arya; Tri Susanto
Jurnal Teknik Kimia Vol 26 No 2 (2020): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v26i2.84

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan Natural Rubber (NR) dan Epoxidation Natural Rubber (ENR-46) serta kompatibiliser Chlorprene Rubber (CR) pada sifat kompon termoplastik Poly Vinyl Chloride (PVC) dan Nitrile Butadiene Rubber (NBR), PVC/NBR. Variabel penelitian meliputi variasi penambahan NR, ENR-46 dan CR pada kompon termoplastik PVC/NBR dengan rumusan kompon NR/PVC/NBR/CR, ENR-46/PVC/NBR/CR, CR-NR/PVC/NBR, dan CR-ENR-46/PVC/NBR. Parameter pengujian sifat fisik-mekanik sampel hasil penelitian meliputi: Hardness (Shore A), Tensile Strength (MPa), Elongation at Break (%) dan ketahanan terhadap pelarut minyak (n-Pentane, Toluene, Hexane dan Pertalite). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak penambahan NR, sifat fisik-mekanik kekerasan kompon semakin menurun, sedangkan Tensile Strength dan Elongation at Break kompon semakin meningkat. Hasil yang sama juga diperoleh dari penambahan dengan CR-NR. Tetapi, hasil ini berbanding terbalik dari hasil penambahan dengan ENR-46 dan CR-ENR-46. Pengujian ketahanan kompon hasil terhadap pelarut minyak menunjukkan bahwa semakin banyak penambahan ENR-46, ketahanan kompon terhadap pelarut semakin meningkat. Hasil yang sama juga diperoleh pada penambahan dengan CR-ENR-46. Hasil ini berbanding terbalik dengan hasil dari penambahan NR dan CR-NR pada kompon.
Pengaruh penambahan EM4 dan larutan gula pada pembuatan pupuk kompos dari limbah industri crumb rubber Farida Ali; Devy Putri Utami; Nur Aida Komala
Jurnal Teknik Kimia Vol 24 No 2 (2018): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v24i2.191

Abstract

Limbah padat industri crumb rubber pada umumnya jarang dimanfaatkan sehingga dalam waktu lama akan bertambah banyak jumlahnya dan menjadi masalah dalam hal penanggulangannya. Oleh karena itu , dilakukan penanggulangan berupa pemanfaatan dari limbah padat crumb rubber. Proses pembuatan pupuk dilakukan dengan cara dekomposisi organik dengan variasi jumlah limbah padat crumb rubber sebesar 100, 95, 90, 85 dan 80 gram, penambahan larutan gula sebanyak 15 ml dan 30 ml, serta EM4 sebanyak 15 ml dan 30 ml. Air ditambahkan sampai mempunyai kelembaban 40-60%. Proses dekomposisi akan selesai sampai pupuk berumur 40 hari. Produk diharapkan memiliki spesifikasi yang sesuai dengan SNI 2803:2004 Pupuk NPK Padat serta Peraturan Menteri Pertanian No:70/Permentan/SR-140/10/2011 mengenai pupuk organik. Pada variasi penambahan EM4 dan larutan gula yang dilakukan dalam penelitian ini, maka diperoleh pupuk kompos yang baik yaitu sampel dengan penambahan EM4 30 mL dan larutan gula 15 mL dengan rasio C/N sebesar 17,08.
Pemanfaatan limbah karet alam dan ampas tebu sebagai adsorben crude oil spills Farida Ali; Annisa Rahmathul Fithri; Rifky Harisya Adhitya
Jurnal Teknik Kimia Vol 23 No 1 (2017): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumpahan crude oil di laut merupakan salah satu sumber pencemaran laut yang selalu menjadi fokus perhatian dari masyarakat luas, karena tumpahan minyak tersebut akibatnya akan sangat cepat dirasakan oleh masyarakat sekitar pantai yang mana dapat merusak ekosistem laut dan dapat pula merusak makhluk hidup di sekitar pantai tersebut. Penggunaan adsorben merupakan salah satu cara menanggulangi tumpahan minyak di laut. Adsorben disini dibuat dari bahan alami dan dapat menyerap spilling oil tersebut. Limbah karet alam dan ampas tebu dapat dimanfaatkan untuk dijadikan produk yang lebih berguna yaitu dijadikan sebagai adsorben yang dapat menyerap tumpahan minyak di laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui massa bahan pengisi optimum dan waktu kontak optimum. Penelitian dilakukan dengan proses batch dan dilakukan dengan melakukan variasi massa bahan pengisi (2;2,5;3;3,5;4) g dan waktu kontak (30,60,90,120,150) menit. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa massa bahan pengisi optimum adalah 3,5 g dan waktu kontak optimum 60 menit.
Pemanfaatan limbah lateks karet alam dan eceng gondok sebagai adsorben Crude oil spill Farida Ali; Riswi Zedia Maretha; Lily Diana Novitasari
Jurnal Teknik Kimia Vol 23 No 3 (2017): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polusi dari tumpahan crude oil di laut merupakan sumber pencemaran laut yang selalu menjadi fokus perhatian dari masyarakat luas, karena akibatnya akan sangat cepat dirasakan oleh masyarakat sekitar pantai dan sangat signifikan merusak makhlssuk hidup di sekitar pantai tersebut. Penggunaan adsorben merupakan salah satu cara menanggulangi tumpahan minyak di laut. Limbah lateks karet alam dan eceng gondok dapat dimanfaatkan untuk dijadikan produk yang lebih berguna yaitu dijadikan sebagai adsorben yang dapat menyerap tumpahan minyak di laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui volume limbah lateks optimum,waktu kontak optimum dan massa crude oil optimum yang teradsorp. Penelitian dilakukan dengan proses batch dan dilakukan dengan melakukan variasi volume limbah lateks (5,10,15,20,25) ml, waktu kontak (20,40,60,80,100) menit dan massa crude oil (3,6,9,12,15) gram. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa volume limbah lateks optimum adalah 15 ml, waktu kontak optimum 100 menit, dan analisa adalah pada massa crude oil optimum yang teradsorp adalah 12 gram.