Tamzil Aziz
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh jenis pelarut, temperatur dan waktu terhadap karakterisasi pektin hasil ekstraksi dari kulit buah naga (Hylocereuspolyrhizus) Tamzil Aziz; M. Egan Giovanni Johan; Dewi Sri
Jurnal Teknik Kimia Vol 24 No 1 (2018): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v24i1.186

Abstract

Banyak industri di Indonesia yang menggunakan pektin, mulai dari industri makanan dan minuman hingga industri tekstil. Indonesia merupakan negara pengimpor dan pemakai pektin yang cukup besar. Alternatif dari permasalah ini adalah pemanfaatan limbah kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus). Untuk produksi pektin, umumnya menggunakan pelarut asam seperti HCl dan H2SO4, karena sifatnya yang toksik maka pada penelitian ini digunakan pelarut asam asetat dan etanol 96%. Dengan menggunakan variabel temperatur dan waktu ektraksi diketahui pengaruhnya terhadap karakterisasi pektin yang dihasilkan. Karakterisasi pektin antara lain yield, kadar abu, kadar air, berat ekivalen, kadar metoksil, kadar asam galakturonat dan derajar esterifikasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa yield pektin pelarut asam asetat tertinggi pada temperatur 70oC selama 60 menit sebesar 13,51% dan terendah pada temperatur 50oC selama 30 menit sebesar 1,74%. Namun hasil dari pelarut etanol 96% merupakan massa campuran karena etanol melarutkan zat warna, pektin dan sukrosa. Massa campuran tertinggi pada pada temperatur 70oC selama 180 menit sebesar 0,076% dan terendah pada temperatur 50oC selama 30 menit sebesar 0,029%. Pektin yang dihasilkan merupakan pektin dengan bobot molekul tinggi dan bermetoksil tinggi. Mutu pektin yang dihasilkan tinggi karena kadar asam galakturonat semakin tinggi dan derajat esterifikasi yang berbanding terbalik.
Pengaruh pencucian dengan deterjen terhadap komposisi dan nilai TPH pada tanah yang terkontaminasi oil Tamzil Aziz; Ayu Permatasari; Anita Puspa Sari
Jurnal Teknik Kimia Vol 22 No 1 (2016): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebocoran pipa saluran minyak bumi dapat menyebabkan pencemaran tanah yang berada pada lingkungan tempat saluran pipa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses remediasi tanah yang terkontaminasi minyak bumi. Banyak cara remediasi yang digunakan untuk mengatasi masalah pencemaran tanah leh minyak bumi. Teknik remediasi tanah dapat dilakukan secara biologis dan maupun nonbiologis. Pada penelitian ini dilakukan proses remediasi secara nonbiologis dengan menggabungkan teknik cuci lahan dan desorpsi termal. Pada penelitian ini dilakukan variasi berat deterjen yaitu 30 gram dan 50 gram dengan merk yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencucian yang lebih baik dari hasil penelitian untuk 5 liter air, 30 gram deterjen merk Rinso dan 5 kg tanah karena menghasilkan persen total petroleum hydrocarbon (TPH) sebesar 0,65% dengan pH 7,8, C-Organik 1,39%, dan Na 2,18 me/100 g. Konsentrasi hidrokarbon minyak bumi pada <10.000 mg/kg atau 1% tidak menyebabkan dampak negatif pada pertumbuhan berbagai tanaman. Tanah ini dapat dikembalikan lagi ke lingkungan dengan menambahkan tanah humus.
Pengaruh waktu dan tegangan listrik terhadap limbah cair rumah tangga dengan metode elektrolisis Achsin Muhammad Afandi; Ihsanul Rijal; Tamzil Aziz
Jurnal Teknik Kimia Vol 23 No 2 (2017): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair rumah tangga adalah limbah cair yang terdiri dari pembuangan air kotor dari kamar mandi, kakus dan dapur. Masalah lingkungan yang utama dari limbah cair rumah tangga adalah jumlah zat dari bahan mineral dan organik yang merupakan polutan air. Cara yang digunakan dalam mengolah limbah cair rumah tangga salah satunya dengan metode elektrolisis. Prinsip elektolisis adalah dengan mengalirkan arus listrik searah (DC) dari anoda menuju katoda. Kedua elektroda ini akan menarik materi pencemar menjadi flok yang dapat dengan mudah diendapkan dan dipisahkan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh waktu proses dan tegangan listrik terhadap proses flokulasi materi limbah rumah tangga yang diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Hasil yang terbaik pada penelitian ini yaitu efisiensi penurunan BOD sebesar 89,64%. dan efisiensi penurunan TSS sebesar 90% dengan lama waktu proses 3 Jam dan tegangan listrik 15 volt.
Pembuatan virgin coconut oil (vco) Dengan metode penggaraman Tamzil Aziz; Yohana Olga; Ade Puspita Sari
Jurnal Teknik Kimia Vol 23 No 2 (2017): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pohon kelapa merupakan salah satu komoditi perkebunan yang penting dalam pembangunan sub sektor perkebunan, antara lain untuk memenuhi kebutuhan domestik, maupun sebagai komoditi ekspor penghasil devisa negara. Virgin coconut oil merupakan produk olahan daging kelapa yang memiliki banyak manfaat yang berupa cairan berwarna jernih, tidak berasa dengan bau khas kelapa. Pembuatan VCO ini tidak membutuhkan biaya yang mahal, karena bahan baku mudah didapat dengan harga yang murah dan pengolahan yang sederhana. Pada saat ini telah dikembangkan berbagai cara pengolahan minyak kelapa seperti pemanasan, pengenziman, penggaraman, pancingan, dan pengasaman. Dalam penelitian ini VCO dibuat dengan penambahan garam CaCl2 (penggaraman). Penelitian ini untuk melihat pengaruh berat garam (1 gram, 2 gram, 3 gram) dan waktu penggaraman (12 jam, 24 jam, 36 jam) terhadap rendemen yang dihasilkan. Uji analisa VCO pada penelitian ini meliputi uji kadar air, kadar FFA, warna, rasa, bau dan komposisi. Uji komposisi VCO dilakukan dengan menggunakan alat GC. MS (Gas Chromatography Mass Spectrofotometry). Dari hasil penelitian didapatkan rendemen terbanyak sebesar 26,9% pada waktu penggaraman 36 jam dengan berat garam 3 gram dan kadar asam laurat sebesar 51,1%.
Pemanfaatan sabut kelapa menjadi bioetanol dengan proses delignifikasi acid-pretreatment Asyeni Miftahul Jannah; Tamzil Aziz
Jurnal Teknik Kimia Vol 23 No 4 (2017): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sabut kelapa sebagai limbah pertanian yang mengandung lignoselulosa tinggi belum termanfaatkan secara optimal secara ekonomi. Kandungan selulosa mencapai 44,44% menjadikan sabut kelapa sebagai potensi besar untuk dijadikan sebagai bahan bakar alternative dengan cara mengkonversikannya menjadi bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonversikan sabut kelapa menjadi bioetanol dengan menggunakan larutan asam (H2SO4 dan CH3COOH) pada proses pretreatment dengan variasi konsentrasisebesar 1, 3 dan 5%. Kemudian dilakukan proses hidrolisa dengan menggunakan KOH 5% dan fermentasi dengan variasi waktu 3, 5, dan 7 hari menggunakan ragi Saccharomyces cerevisiae. Dari hasil penelitian menunjukkan kadar lignin paling banyak berkurang didapat dari sampel dengan pretreatment menggunakan larutan H2SO4 5% yang juga mampu menghasilkan kadar glukosa dan bioetanol terbesar dengan waktu fermentasi optimal selama 5 hari. Kadar bioetanol maksimum yang didapat sebesar 5,7768% v/v.