This Author published in this journals
All Journal Forum Arkeologi
Nyoman Rema
Balai Arkeologi Denpasar Jl. Raya Sesetan No. 80 Denpasar 80223

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LINGGA BERHIAS PADMA ASTADALA Nyoman Rema; Nyoman Sunarya
Forum Arkeologi VOLUME 28, NOMOR 2, AGUSTUS 2015
Publisher : Balai Arkeologi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.252 KB) | DOI: 10.24832/fa.v28i2.23

Abstract

Worship of Lord Siwa with medium lingga is very popular in Bali, evidenced by the large number of lingga on holy places in Bali, with various forms. The purpose of this study was to determine the form, function, and meaning of the lingga in the region. Results of this study are different forms of the lingga, which is spread over the area in Penebel District. However, as object of research is decorated with padma aadala lingga at Jambe Langu and Puseh Sunantaya Temple. The lingga is the lingga pseudo lingga consisting of Siwabhaga, rectangular pedestal decorated with padma aadala. Lingga is used as a medium of worship of Lord Siwa to invoke safety. Lingga is meaningful as a symbol of inner purity, creation and freedom.Pemujaan Dewa Siwa dengan media lingga sangat populer di Bali, dibuktikan dengan bayaknya jumlah lingga pada tempat-tempat suci di Bali, dengan berbagai bentuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk, fungsi, dan makna lingga di kawasan tersebut. Hasil penelitian ini berupa berbagai bentuk lingga, yang tersebar di kawasan Kecamatan Penebel. Namun, yang dijadikan objek penelitian adalah lingga yang berhiaskan padma aadala di Pura Jambe Langudan Pura Puseh Sunantaya. Lingga tersebut adalah lingga semu yang terdiri atas Siwabhaga, lapik segi empat yang berhiaskan padma aadala. Lingga ini digunakan sebagai media pemujaan kepada Dewa Siwa untuk memohon keselamatan. Lingga ini bermakna sebagai simbol kesucian batin, penciptaan dan kebebasan.
MAKNA AIR BAGI MASYARAKAT BALI Nyoman Rema
Forum Arkeologi VOLUME 26, NOMOR 2, AGUSTUS 2013
Publisher : Balai Arkeologi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2833.954 KB) | DOI: 10.24832/fa.v26i2.37

Abstract

Water is a very important need which make all kinds of creatures can grow well. This research aims to know the meaning of water for Balinese people. The data was analysed and interpreted by using the theory of symbol. The data were collected through library research and observation method. The data was analized by comparing it with symbols which related to water. The result of this research are Visnu statuette and cupu Amerta which are compared with kala, makara and water molecule with exagonal shape. It could be concluded that water has the meaning of fertility, healing, holiness, immortality, cycle, prosperity, and conservation.Air merupakan kebutuhan yang sangat penting, menjadikan segala jenis mahluk dapat tumbuh dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna air bagi masyarakat Bali, yang akan dianalisis dan ditafsirkan menggunakan teori simbol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, observasi dan komparatif terhadap simbol-simbol yang berkaitan dengan air. Hasil dalam penelitian ini berupa, arca Dewa Wisnu, cupu amerta dikomparasi dengan kala, makara, eksagonal air. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa air bermakna kesuburan, penyembuhan, penyucian, keabadian, siklus, kesejahteraan dan pelestarian.