Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPTIMALISASI PENGELOLAAN PELABUHAN-PELABUHAN KUNO DI BULELENG DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA Ni Komang Ayu Astiti
Forum Arkeologi VOLUME 31, NOMOR 1, APRIL 2018
Publisher : Balai Arkeologi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.174 KB) | DOI: 10.24832/fa.v31i1.516

Abstract

Buleleng waters had been busy since the 10th century and achieved greatness during the Dutch government. The potential of natural resources and strategic geographical location are the main factors. Political developments led to only three ports that play an active role and as a triangle spot of the Dutch government. The purpose of optimizing management is that the ancient port as a cultural heritage also has an important role and existence in the current development and provide benefits both in the preservation of culture, economic community. This research uses descriptive qualitative approach with field observation data and interview technique. The results obtained that in optimizing the management of ancient ports for tourism development, should be accompanied by connections with subsystems and other tourism support facilities. The harbor and the surrounding landscape can serve as a tourist attraction as well as provide access services to increase the motivation of tourists to learn and gain new knowledge and experience. High tourist motivation to visit Buleleng will directly promote the tourism industry, preservation of ancient ports with various supporting facilities and as a means of diplomacy to become the pride of the people of Buleleng. In optimizing the management of ancient ports in tourism development, it is expected that there will be coordination and synchronization with stakeholders related to the preservation of cultural heritage, environment and tourism industry. Perairan Buleleng sudah ramai sejak abad ke-10 dan mencapai kejayaan pada masa pemerintahan Belanda. Potensi sumber daya alam dan letak geografis yang strategis menjadi faktor utama. Perkembangan politik menyebabkan hanya tiga pelabuhan yang berperan aktif dan sebagai triangle spot pemerintah Belanda. Tujuan optimalisasi pengelolaan adalah agar pelabuhan kuno sebagai warisan budaya juga mempunyai eksistensi dan peran penting dalam pembangunan saat ini serta memberikan manfaat dalam pelestarian budaya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitataif dengan teknik pengumpulan data observasi lapangan dan wawancara. Hasil yang diperoleh bahwa dalam melakukan optimalisasi pengelolaan pelabuhanpelabuhan kuno untuk pengembangan pariwisata, harus disertai dengan koneksi dengan subsistem dan fasilitas pendukung pariwisata lainnya. Motivasi wisatawan yang tinggi untuk berkunjung ke Buleleng secara langsung akan memajukan industri pariwisata, pelestarian pelabuhan-pelabuhan kuno dengan berbagai fasilitas pendukungnya dan sebagai sarana diplomasi sehingga menjadi kebanggaan masyarakat Buleleng. Dalam optimalisasi pengelolaan pelabuhan-pelabuhan kuno dalam pengembangan pariwisata diharapkan ada koordinasi dan sinkronisasi dengan stakeholder terkait pelestarian warisan budaya, lingkungan dan industri pariwisata.
Sumber Daya Arkeologi dalam Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di Provinsi Maluku Ni Komang Ayu Astiti
Kapata Arkeologi Vol. 12 No. 1, Juli 2016
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v12i1.312

Abstract

Archaeological resources in Maluku has important value in regional development and spread in different natural landscape. The problem that arises is how to make the proper management of this resource as a tourist attraction while maintaining the authenticity and preservation in accordance with the character possessed. The purpose and usefulness of the research is to make the archaeological resources in the Moluccas as one of the tourist attractions that provide benefits not only economic, but also social, cultural and environmental on the current generation and the future. The data used are secondary data from the results of research that has been done before and the results of the survey author to several archaeological sites in the city of Ambon as well as if by applying the theories and concepts appropriate to address concerns and objectives. Archaeological resources in Maluku has a unique, originality, authenticity and can be used as industrial commodities tourism as a diverse tourist attractions. The management of this potential is important to increase the diversity of attractions in the ministry of foreign tourists activity continues to increase in visiting museums and archaeological sites in Indonesia. Adapted to the character development of each site and archaeological sites in the region to bring up the context of the importance and significance of contemporary leading to the realization of sustainable tourism development (sustainable tourism management). Empowering local communities is very important as one of the pillars with partnerships with other stakeholders,  and will provide benefits in balance between economic, social, cultural and environmentally sustainable manner in the community both now and for generations to come.Sumber daya arkeologi  di Maluku mempunyai nilai penting dalam pembangunan daerah dan tersebar  pada landscape alam yang  berbeda. Permasalahan yang  muncul adalah bagaimana  pengelolaan yang  tepat untuk  menjadikan sumberdaya  ini sebagai atraksi wisata dengan tetap menjaga keotentikan dan pelestariannya sesuai dengan karakter  yang  dimiliki. Tujuan dan kegunaan penelitian adalah untuk menjadikan sumber daya arkeologi di wilayah Maluku sebagai salah satu atraksi wisata yang memberikan manfaat tidak saja secara  ekonomi, tetapi juga sosial budaya dan lingkungan  pada generasi sekarang  dan yang akan datang.  Data yang digunakan adalah data sekunder dari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dan hasil survey penulis ke beberapa situs arkeologi yang ada di Kota Ambon serta di olah dengan menerapkan teori dan konsep yang sesuai untuk menjawab permasalahan dan tujuan.   Sumber daya arkeologi di Maluku mempunyai keunikan, orisinalitas, otentisitas dan dapat dijadikan komoditas industri pariwisata sebagai atraksi wisata yang beragam. Pengelolaan potensi ini penting  untuk meningkatkan diversifikasi atraksi  dalam pelayanan  aktivitas wisatawan mancanegara yang  terus meningkat  dalam mengunjungi museum dan situs-situs arkeologi di Indonesia.  Pengembangan disesuaikan dengan karakter dari masing-masing situs dan kawasan situs arkeologi dalam konteks untuk memunculkan nilai penting dan makna kekinian yang mengarah pada terwujudnya pembangunan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism management). Memberdayakan masyarakat lokal sangat penting sebagai salah satu pilar dengan melakukan kemitraan dengan stakeholder lain, sehingga memberikan manfaat secara seimbang antara ekonomi, sosial budaya dan lingkungan secara berkelanjutan pada masayarakat sekarang maupun pada generasi-generasi yang akan datang.
Kawasan Kompleks Bangunan Megalitik di Kabupaten Lahat Sebagai Daya Tarik Wisata Budaya dan Alam Ni Komang Ayu Astiti
Kapata Arkeologi Vol. 13 No. 2, November 2017
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v13i2.426

Abstract

The contribution of tourism to the global economic development continues to increase, affecting the government's policy to make tourism one of the priority sectors of national development after food and maritime. This becomes an opportunity to explore creatively the potential to fill this opportunity. The main question in this research is focus on how the complex area of megalithic building can play an important role in as a resource in national development, especially in the economic sector through tourism. The objective of the study is to restore megalithic complexes from the archaeological context to the social context of today's society as a resource in the development of contemporary times while maintaining its preservation. The method used a qualitative descriptive approach with data collection techniques through direct observation and interview. The results show that this cultural heritage can be a tourism commodity produces products that provide experience in: 1) important historical value; 2) the value of information; 3) aesthetic value; and 4) symbolic value. Strategies used in the management of integrating cultural heritage and the natural environment (landscape), enhancing the role of communities and other stakeholders, maintaining the originality and authenticity of megalithic and landscape buildings, and fostering the desire to invest and community effort. This management is expected to use a conservation approach to cultural and environmental resources as well as community empowerment.Kontribusi pariwisata dalam pembangunan ekonomi secara global terus meningkat, berdampak pada kebijakan pemerintah untuk menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor prioritas pembangunan nasional setelah pangan dan maritim. Hal ini menjadi peluang mengekplorasi secara kreatif potensi yang ada. Permasalahan penelitian dalam tulisan ini adalah bagaimana kawasan kompleks bangunan megalitik dapat berperan penting sebagai sumber daya pembangunan nasional khususnya dalam sektor ekonomi melalui kepariwisataan. Tujuan penelitian tulisan ini untuk mengembalikan kompleks bangunan megalitik dari konteks arkeologi ke konteks sosial masyarakat sekarang sebagai sumber daya dalam pembangunan masa kekinian dengan tetap menjaga pelestariannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriftif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa warisan budaya ini dapat menjadi komoditas pariwisata yang menghasilkan produk yang memberikan pengalaman (experiences) dalam: 1) nilai penting sejarah; 2) nilai informasi; 3) nilai estetika; dan 4) nilai simbolik. Strategi yang digunakan dalam pengelolaan yaitu memadukan warisan budaya dan lingkungan alam, meningkatkan peran masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya, mempertahankan originalitas dan otentisitas bangunan megalitik dan lansekap, serta menumbuhkan keinginan untuk berinvestasi dan usaha masyarakat. Pengelolaan ini diharapkan menggunakan pendekatan pelestarian sumber daya budaya dan lingkungan serta pemberdayaan masyarakat.