Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh waktu fermentasi dan kadar air nira nipah dalam pembuatan bioetanol menggunakan saccharomyces cerevisiae Johanes Hutasoit; Dian Griyantoro; Elda Melwita
Jurnal Teknik Kimia Vol 22 No 2 (2016): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi saat ini menjadi perhatian khusus bagi dunia karena ketersediannya yang semakin terbatas. Proporsi minyak bumi sebagai sumber utama energi mencapai 40% dari total permintaan energi dunia, namun cadangannya terus berkurang. Menurut data Plamer Drought Saverity Index/PDSI (2008), sumber energi duniadidominasiolehsumberenergiminyak bumi, batubara dan gas alam. Jumlahnya antara lain minyakbumi 35,03%, batubara sebanyak 24,59% dan gas alam sekitar 20,44%. Krisis energi ini menimbulkan perhatian dari masyarakat untuk menemukan energi alternatif yang bukan berasal dari fosil tetapi dari biomassa (non fosil).Dalam penelitian bioetanol dengan bahan baku nira nipah, variabel yang digunakan adalah waktu fermentasi dan kadar air nira nipah. Waktu fermentasi yang digunakan 12 jam, 24 jam, 36 jam dan 48 jam, sedangkan variasi kadar air nira nipah yaitu kadar air normal 89 % dan kadar air 45 %. Hasil penelitian menunjukan bahwa penurunan kadar glukosa terbesar pada waktu fermentasi 48 jam dan kadar air nira nipah 45 % dengan kadar glukosa sisa yaitu 0,0324 v/v. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemanasan untuk menurunkan kadar air nira nipah mampu mempercepat proses fermentasi.
Adsorbsi pengotor dalam minyak jelantah menggunakan kolom adsorbsi yang dilengkapi elemen pemanas Agus Krismaya A; Muhammad Ardhy Zulyo; Elda Melwita
Jurnal Teknik Kimia Vol 22 No 4 (2016): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan minyak goreng terhadap makanan di skala rumah tangga ataupun industri digunakan sebagai media penghantar panas yang baik sehingga mampu membuat makanan tersebut matang. Standar proses penggorengan normalnya berada dalam kisaran suhu 177 – 2210C. Sedangkan kebanyakan orang justru menggunakan minyak goreng pada suhu antara 200-300 derajat celcius dari hal inilah terbentuk minyak jelantah. Kerusakan minyak goreng ini dapat di kurangi bahkan menjadi tidak berbahaya lagi dengan menggunakan proses filtrasi dan adsorbsi dengan karbon aktif yang telah di aktifasi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah perbandingan antara minyak goreng dan adsorben yaitu 100 ml dan 15 gram, 100 ml dan 25 gram, 100 ml dan 35 gram, dan waktu tinggal 16,32 dan 48 jam serta variabel terikatnya free fatty acid, Jumlah Produk, kadar air dan perubahan warna.Kondisi optimum yang diperoleh adalah pada saat berat adsorben 35 gram dan dengan waktu 48 jam didapatkan kadar Free Fatty Acid Mencapai 0,31%, Produk yang didapat Mencapai 73 ml dari 100 ml dan Kadar Air Mencapai 0,020 %
Pemisahan Hidrokarbon dalam Limbah Katalis Asam (Spent Acid) Proses Alkilasi Olefin dan Isoparafin dengan Proses Presipitasi Elda Melwita; Syukron Habibie; Abdul Apandi
CHEMICA: Jurnal Teknik Kimia Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/chemica.v6i2.14550

Abstract

Alkylation of olefin and isoparaffin produces spent acid waste containing high concentration of hydrocarbon. The content of sulphuric acid and hydrocarbon in spent acid put this waste into hazardous waste classification, therefore must be treated to avoid environmental pollution. Hydrocarbon separation can be carried out using precipitation. Two precipitation methods were applied to precipitate hydrocarbon, namely neutralization, and antisolvent precipitation. Neutralization was conducted using NaOH, CaCO3, and CaO. Meanwhile, antisolvent precipitation was performed using water. Precipitation of hydrocarbon using CaCO3 and CaO showed very satisfying results. On the other hand, NaOH was failed to precipitate hydrocarbon. Hydrocarbon was also precipitated using water as antisolvent at ratio of spent acid:water (g/ml) of 200.