Muhammad Diak Udin
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KOMUNIKASI DAKWAH PADA FITUR VIDGRAM @ULAMA.NUSANTARA: Studi Deskriptif Menggunakan Teori Pertukaran Sosial Muhammad Diak Udin
Indonesian Journal of Islamic Communication Vol. 4 No. 2 (2021): Indonesian Journal Of Islamic Communication
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Pascasarjana UIN KHAS Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ijic.v4i2.1324

Abstract

Abstrac: This study aims to review two things. First: How is Instagram used as a da’wah medium by the @ulama.nusantara account? Second: What is the background for the @ulama.nusantara account to choose videogram as a medium for delivering its da'wah message? This study used a qualitative descriptive method using social exchange theory as its approach to obtain these answers. The results of this study are: First; Consistency of the @ulama.nusantara account in producing and distributing da'wah content through several processes, including 1) Selecting sources and content; 2) Producing content in the form of quotes, narrations, and videos; 3) Share products on the @ulama.nusantara account page. Second: The idea of ​​making videogram as a priority scale in delivering da'wah messages is based on three main reasons, namely: 1) More Varied; 2) Limited Human Resources; 3) Level of Effectiveness. This study confirms the assumption of social exchange theory, which states that every relationship built between individuals is based on profit and loss motives.
DARI STIGMA KE MEDIASI BUDAYA: KONFLIK SOSIAL SOUND HOREG DALAM WACANA MEDIA DIGITAL Muhammad Diak Udin; Muhamad Rudi Wijaya
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media digital telah mengubah cara praktik budaya lokal diproduksi, disirkulasikan, dan dimaknai dalam ruang publik. Artikel ini mengkaji fenomena sound horeg sebagai praktik budaya populer berbasis komunitas yang mengalami eskalasi konflik sosial akibat proses pelabelan, moral panic, dan sekuritisasi budaya dalam wacana media digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana sound horeg dikonstruksi sebagai persoalan sosial melalui mekanisme labeling dan moral panic, serta bagaimana media digital memediasi konflik dan stigma melalui negosiasi makna budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan desain netnografi dan analisis wacana kritis terhadap konten media sosial dan pemberitaan daring pada tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, media digital berperan ambivalen, di satu sisi memperluas visibilitas, pembentukan identitas kolektif, dan peluang ekonomi komunitas sound horeg, namun di sisi lain mengamplifikasi stigma, polarisasi wacana, dan legitimasi kontrol institusional melalui regulasi dan fatwa. Kedua, Viralitas platform mendorong dekontekstualisasi praktik budaya dan memperkuat representasi problematik yang menempatkan sound horeg sebagai ancaman ketertiban dan moral publik. Konflik sound horeg merefleksikan perebutan otoritas makna antara budaya populer, kekuasaan simbolik, dan kebijakan publik dalam masyarakat yang semakin termediasi secara digital.