This Author published in this journals
All Journal Forum Arkeologi
Nyoman Rema
Balai Arkeologi Denpasar Jl. Raya Sesetan No. 80, Denpasar 80223

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

APLIKASI AJARAN IWA SIDDHANTA DI SITUS WASAN Nyoman Rema
Forum Arkeologi VOLUME 28, NOMOR 1, APRIL 2015
Publisher : Balai Arkeologi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1459.165 KB) | DOI: 10.24832/fa.v28i1.76

Abstract

Siwa Siddhanta is the largest teaching and sect in the philosophy of Shiva. This teaching in Indonesia is a conglomeration of various schools of thought that once flourished in this country, especially in Bali which had grown after the 9th century AD. This study aims to determine the development of Siwa sect in Bali and the application of the iwa Siddhanta on archaeological remains in the Site Wasan. Data collection begins with a literature study, followed by observation. Once the data is collected, analyzed, and presented in a descriptive-qualitative method. The results of this study are cultural remains in the form of temple, pond, lingga, a statue of Ganesha, Nandi, goat statue, Catur Mukha, and arca perwujudan. After studying, it appears that the teaching of Siwa Siddhanta application in this site is in the form of worshipping media.Siwa Siddhanta adalah ajaran dan mazhab terbesar dalam filsafat Siwa. Ajaran ini di Indonesia merupakan konglomerasi dari berbagai mazhab yang pernah berkembang di negara ini, khususnya di Bali telah berkembang setelah abad ke-9 Masehi. Tujuannya adalah untuk mengetahui perkembangan mazhab Siwa di Bali dan aplikasi ajaran Siwa Siddhanta terhadap tinggalan arkeologi di Situs Wasan. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, dilanjutkan dengan observasi langsung di lapangan. Setelah data terkumpul, dianalisis, dan disajikan secara deskrptif-kualitatif. Beberapa tinggalan budaya yang ditemukan berupa candi, lingga, arca Ganesa, Nandi, kambing, Catur Mukha, kolam dan arca perwujudan. Berdasarkan analisis tampak adanya aplikasi ajaran Siwa Siddhanta dalam wujud media pemujaan.
TRADISI PEMUJAAN LELUHUR PADA MASYARAKAT HINDU DI BALI Nyoman Rema
Forum Arkeologi VOLUME 27, NOMOR 1, APRIL 2014
Publisher : Balai Arkeologi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2888.553 KB) | DOI: 10.24832/fa.v27i1.53

Abstract

Ancestor worshiping had been known since prehistoric era and continued until today by using various worshiping media. It continued when Bali got Hindu-Budha influence to widen its culture. This study aims to know the development of ancestor worshiping in Bali. Library research method was applied. The research result is various ancestor worshiping media which developed from prehistoric until Hindu era in Bali nowadays. Ancestor worshiping continued until this modern era although it has transformed along with the development of its worshipers culture which strengthen by written media in the form of babad.Pemujaan leluhur telah dikenal pada jaman prasejarah dan berlanjut hingga kini, dengan menggunakan berbagai media pemujaan. Pemujaan ini berlanjut ketika Bali mendapatkan pengaruh ajaran Hindu-Buddha, yang dikritisi untuk memperkaya kebudayaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan pemujaan leluhur di Bali, menggunakan metode studi pustaka. Hasil penelitian yang dibahas berupa media pemujaan leluhur dari jaman prasejarah hingga perkembangan Hindu di Bali dewasa ini. Setelah dilakukan kajian, ternyata pemujaan leluhur berlanjut hingga jaman modern dewasa ini, meskipun telah mengalami transformasi media pemujaan sesuai dengan perkembangan kebudayaan pemujanya, yang diperkuat dengan media tertulis berupa babad.