Puspa Ayu Damayanti
Alumnus Program Pascasarjana Psikologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta email: ayu2012@gmail.com

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DINAMIKA PERILAKU “NAKAL” ANAK BERAMBUT GIMBAL DI DATARAN TINGGI DIENG Damayanti, Puspa Ayu
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 8, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.326 KB) | DOI: 10.18860/psi.v0i0.1554

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena perilaku “nakal” yang melekat pada anak berambut gimbal (titisan Ki Kolodete) di dataran tinggi dieng Jawa Tengah. Tradisi memotong rambut gimbal kerap kali juga dipandang sebagai menghilangkan kenalakan pada anak yang berambul gimbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang melibatkan 4 orang anak berambut gimbal sebagai respoden yang dipilih berdasarkan purposive sampling dan 28 informan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis dan interpretasi data Stevick-Colaizzi-Keen yang telah dimodifikasi oleh Moustakas. Adapun teknik verifikasi data dilakukan dengan menggunakan triangulasi data dan member checking. Hasil temuan penelitian menyatakan bahwa secara umum penyebab munculnya perilaku “nakal” anak berambut gimbal ini diklasifikasikan menjadi dua faktor, yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terdiri dari kondisi kesehatan fisik dan usia anak berambut gimbal. Adapun faktor eksternal terdiri dari pengasuhan, sugesti kolektif, kepercayaan tentang anak rambut gimbal, persepsi terhadap kepercayaan tentang anak berambut gimbal dan latar belakang demografi. Adapun penyebab perubahan perilaku anak berambut gimbal pasca ruwatan juga dikarenakan oleh dua faktor utama yang bersifat interdependen, yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah usia dan kondisi kesehatan. Adapun faktor eksternal terdiri dari kepercayaan terhadap tradisi ruwatan, prosesi ruwatan, pengasuhan dan latar belakang demografi.