This Author published in this journals
All Journal Forum Arkeologi
Wahyu Rizky Andhifani
Balai Arkeologi Palembang Jl. Kancil Putih, Lorong Rusa, Demang Lebar Daun, Palembang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

NASKAH ULU TANDUK KERBAU: SEBUAH KAJIAN FILOLOGI Wahyu Rizky Andhifani
Forum Arkeologi VOLUME 26, NOMOR 2, AGUSTUS 2013
Publisher : Balai Arkeologi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1121.42 KB) | DOI: 10.24832/fa.v26i2.40

Abstract

Written tradition in South Sumatra was developed, from the seventh century AD to the present with a discovery of script artifacts. Begins from Sanskrit, Malay Arabic, ulu, Java, and Latin. The issues of this research is how the description and the content of the ulu script. The aim is to describe and discover the ulu script. The filology method was used in this research. The Script made from buffalo horn with black colored which still intact. The script was written on the horn told about a ceremony was conducted by slaughter of two buffaloes were attended by the ruler and traditional leaders. The ceremony was held at seven in the morning on the 18th Rabiul Awal.Tradisi tulis di Sumatera Selatan terus berkembang, mulai dari abad VII Masehi hingga saat ini dengan ditemukannya artefak berbentuk tulisan. Mulai Sanskerta, Arab Melayu, ulu, Jawa, dan Latin. Masalah penelitian ini yaitu bagaimana deskripsi dan isi naskah ulu tersebut. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan dan mengetahui isi naskah tersebut. Metode filologi yang digunakan dalam penelitian ini yang menyajikan edisi teks menggambarkan fisik naskah yang akan diteliti. Naskah ulu berbahan tanduk kerbau berwarna hitam masih dalam keadaan utuh dan kokoh. Naskah ulu yang ditulis di atas tanduk ini menceritakan tentang sebuah upacara yang dilaksanakan dengan menyembelih dua ekor kerbau yang dihadiri oleh para pembesar dan tokoh adat. Upacara tersebut dilaksanakan pada pukul tujuh pagi tanggal 18 Rabiul Awal.