Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Marketing Strategy Based On Elasticity Analysis of Human Jamu Request in Surakarta City Titi Purwantini; Endang Brotojoyo
KELOLA Vol 7, No 2 (2020): December
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk memperoleh bukti empiris tentang Strategi Pemasaran berdasarkan Analisa Elastisitas Permintaan JamuGendong di Kota Surakarta. Sampel dalam penelitian ini adalah Data Harga Jamu Gendong, Jamu Herbal dan Pendapatan konsumen serta Permintaan. Terhadap Jamu Gendong. Teknik Pengambilan sampel dengan metode Purposive Sampling. Pada data Badan Pusat Statistik Surakarta dan Kementrian Perdagangan Surakarta. Teknik Analisis data terdiri dari pengujian Regresi Linier Berganda, Analisa Elastisitas dan Boston Consultan Group (BCG). Hasil Penelitian membuktikan bahwa berdasarkan Uji Regresi, Uji t dan Uji F. Harga Jamu Gendong berpengaruh negative tidak signifikan terhadap permintaan, Harga jamu Herbal berpengaruh positif signifikan terhadap permintaan demikian pula, Pendapatan berpengaruh positif signifikan. Dengan Analisa Elastisitas harga dihasilkan bahwa elastisitas permintaan jamu gendong in elastis, sedangkan Elastisitas permintaan Jamu Herbal Elastis. Berdasarkan Elastisitas Pendapatan. Jamu gendong bukan merupan kebutuhan pokok dan merupakan barang inferior. Sedangkan jamu Herbal dianggap sebagai barang mahal.
ANALISIS KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA, SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL, KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL Endang Brotojoyo; Veronica Titi Purwantini
BUANA ILMU Vol 5 No 2 (2021): Buana Ilmu
Publisher : Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/bi.v5i2.1813

Abstract

This study analyzes the quality of human resources, internal control systems, and interpersonal communication on civil servants' performance in the Karanganyar Regency. In running the government, the quality of reliable human resources has a major role in organizational activities. This research method uses a type of causality research with data analysis stages consisting of instrument testing, classical assumption test, multiple linear regression analysis, individual parameter test, simultaneous test, and determination coefficient tests (R2). The results of multiple analyses show that the quality of human resources, internal control systems, and interpersonal communication positively affect employee performance. The F test results show that together the variables of human resource quality, internal control systems, and interpersonal communication have a significant effect on employee performance. The R2 test result is 0.302, which means that the performance of employees in Karanganyar Regency can be explained by the variables of human resources, the internal control system, and interpersonal communication by 30.2 percent. In comparison, the remaining 69.8 percent was explained by other variables that were not observed, such as national culture, leadership, and commitment. Key Words: Human Resources, Internal Control System, and Interpersonal Communication Penelitian ini menganalisis kualitas sumber daya manusia, sistem pengendalian internal, dan komunikasi interpersonal terhadap kinerja PNS di Kabupaten Karanganyar. Dalam menjalankan pemerintahan, kualitas sumber daya manusia yang handal memiliki peran utama dalam kegiatan organisasi. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kausalitas dengan tahapan analisis data yang terdiri dari pengujian instrumen, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji parameter individu, uji simultan, dan uji koefisien determinasi (R2). Hasil analisis ganda menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia, sistem pengendalian internal, dan komunikasi interpersonal berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Hasil uji F menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel kualitas sumber daya manusia, sistem pengendalian internal, dan komunikasi interpersonal berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Hasil uji R2 sebesar 0,302 yang artinya kinerja pegawai di Kabupaten Karanganyar dapat dijelaskan oleh variabel sumber daya manusia, sistem pengendalian intern, dan komunikasi interpersonal sebesar 30,2 persen. Sebagai perbandingan, 69,8 persen sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diamati, seperti budaya nasional, kepemimpinan, dan komitmen. Kata kunci: Sumber Daya Manusia, Sistem Pengendalian Internal, dan Komunikasi Interpersonal
Pendampingan dalam Meningkatkan Kepedulian Lingkungan dan Kemandirian Ekonomi melalui Bank Sampah di Kompleks Perumahan Banyuanyar Surakarta Endang Brotojoyo; V Titi Purwantini
WASANA NYATA Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.288 KB) | DOI: 10.36587/wasananyata.v4i2.741

Abstract

Sampah  atau waste (Inggris) memiliki banyak pengertian. Sampah merupakan sisa-sisa bahan yang tidak terpakai dari semua kegiatan  manusia yang dianggap sudah tidak memiliki nilai, dalam segala bentuknya bisa padat, cair ataupun gas. Setiap Lingkungan melalui Rukun Warga dan Rukun tetangga harus memperhatikan pembungan sampah semua warga masyarakan Seluruh Indonesia sampah yang dihasilkan adalah sampah basah 60% sampai 70%, Sampah yang dihasilkan berasal dari pasar dan tempat tinggal warga mencapai 95% sampah organik sedangjkan untuk pemukiman 75% sampah organik. Sampah terdiri dari sampah padat, cair dan gas. (Tim Penulis PS, 2008). Saat ini telah digiatkan Sistem Pengelolaan Sampah berdasar ukuran volume sampah (organik maupun anorganik) yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga tidak terjadi penumpukan sampah hanya di satu tempat saja. Sampah yang terbuang ini akan menyebabkan gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitarnya juga. Pemilahan sampah menurut jenis dan manfaatnya dapat memotivasi masyarakat hidup sehat dan pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan,.(Hebbie Ilma Adzim,2013). Bank sampah dapat dijadikan solusi untuk mencapai pemukiman yang bersih dan nyaman bagi warganya. Bank sampah berdiri karena adanya keprihatinan masyarakat akan lingkungan hidup yang semakin lama semakin dipenuhi dengan sampah baik organik maupun anorganik.Sampah yang semakin banyak tentu akan menimbulkan banyak masalah, sehingga memerlukan pengolahan seperti membuat sampah menjadi bahan yang berguna. Pengelolaan sampah dengan sistem bank sampah ini diharapkan mampu membantu pemerintah dalam menangani sampah dan meningkatkan ekomoni masyarakat.
Pendampingan dalam Meningkatkan Kepedulian Lingkungan dan Kemandirian Ekonomi melalui Bank Sampah di Kompleks Perumahan Banyuanyar Surakarta Endang Brotojoyo; V Titi Purwantini
WASANA NYATA Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v4i2.741

Abstract

Sampah  atau waste (Inggris) memiliki banyak pengertian. Sampah merupakan sisa-sisa bahan yang tidak terpakai dari semua kegiatan  manusia yang dianggap sudah tidak memiliki nilai, dalam segala bentuknya bisa padat, cair ataupun gas. Setiap Lingkungan melalui Rukun Warga dan Rukun tetangga harus memperhatikan pembungan sampah semua warga masyarakan Seluruh Indonesia sampah yang dihasilkan adalah sampah basah 60% sampai 70%, Sampah yang dihasilkan berasal dari pasar dan tempat tinggal warga mencapai 95% sampah organik sedangjkan untuk pemukiman 75% sampah organik. Sampah terdiri dari sampah padat, cair dan gas. (Tim Penulis PS, 2008). Saat ini telah digiatkan Sistem Pengelolaan Sampah berdasar ukuran volume sampah (organik maupun anorganik) yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga tidak terjadi penumpukan sampah hanya di satu tempat saja. Sampah yang terbuang ini akan menyebabkan gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitarnya juga. Pemilahan sampah menurut jenis dan manfaatnya dapat memotivasi masyarakat hidup sehat dan pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan,.(Hebbie Ilma Adzim,2013). Bank sampah dapat dijadikan solusi untuk mencapai pemukiman yang bersih dan nyaman bagi warganya. Bank sampah berdiri karena adanya keprihatinan masyarakat akan lingkungan hidup yang semakin lama semakin dipenuhi dengan sampah baik organik maupun anorganik.Sampah yang semakin banyak tentu akan menimbulkan banyak masalah, sehingga memerlukan pengolahan seperti membuat sampah menjadi bahan yang berguna. Pengelolaan sampah dengan sistem bank sampah ini diharapkan mampu membantu pemerintah dalam menangani sampah dan meningkatkan ekomoni masyarakat.