Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TERCAPAINYA INKLUSI KEUANGAN MAMPUKAH DENGAN LITERASI KEUANGAN DAN FINANCIAL TECHNOLOGY? Pungki Yuliyanti; Diesyana Ajeng Pramesti
Kajian Bisnis Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha Vol 29 No 2 (2021): JURNAL KAJIAN BISNIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.073 KB) | DOI: 10.32477/jkb.v29i2.292

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang inklusi keuangan pada masyarakat yang tinggal di kota Magelang. Setelah terjadinya krisis ekonomi di tahun 2008, banyak masyarakat yang terdampak terutama pada golongan in the bottom f the pyramid, menjadi alasan harus adanya inklusi keuangan, tahun 2019 Jokowi mengatakan bahwa inklusi keuangan Indonesia masih tergolong rendah di bandingkan negara ASEAN lainnya, yaitu 76% sedangkan tahun 2024 mendatang Jokowi menargetkan tingkat inklusi keuangan mencapai 90%. Sehingga literasi keuangan dan financial technology digunakan untuk mengukur seberapa besar pengaruhnya terhadap inklusi keuangan. Metode..penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode pangambilan sampel purposive sampling kepada 165 responden. Hasil temuan dari penelitian ini adalah literasi keuangan (thitung5.523) dan fintech (thitung 8.563) baik secara parsial atau simultan berpengaruh terhadap inklusi keuangan, keduanya memiliki pengaruh yang sama baik dengan angka signifikansi (0.000). Dapat disimpulkan bahwa untuk mendukung tercapainya inklusi keuangan perlu memperhatikan peningkatan literasi keuangan dan peningkatan penggunaan finanacial technology yang tersedia.
TERCAPAINYA INKLUSI KEUANGAN MAMPUKAH DENGAN LITERASI KEUANGAN DAN FINANCIAL TECHNOLOGY: Studi Kasus: Masyarakat Kota Magelang, Jawa Tengah Pungki Yuliyanti; Diesyana Ajeng Pramesti
Kajian Bisnis Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha Vol 29 No 2 (2021): JURNAL KAJIAN BISNIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32477/jkb.v29i2.292

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang inklusi keuangan pada masyarakat yang tinggal di kota Magelang. Setelah terjadinya krisis ekonomi di tahun 2008, banyak masyarakat yang terdampak terutama pada golongan in the bottom f the pyramid, menjadi alasan harus adanya inklusi keuangan, tahun 2019 Jokowi mengatakan bahwa inklusi keuangan Indonesia masih tergolong rendah di bandingkan negara ASEAN lainnya, yaitu 76 percent sedangkan tahun 2024 mendatang Jokowi menargetkan tingkat inklusi keuangan mencapai 90 percent. Sehingga literasi keuangan dan financial technology digunakan untuk mengukur seberapa besar pengaruhnya terhadap inklusi keuangan. Metode..penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode pangambilan sampel purposive sampling kepada 165 responden. Hasil temuan dari penelitian ini adalah literasi keuangan (thitung5.523) dan fintech (thitung 8.563) baik secara parsial atau simultan berpengaruh terhadap inklusi keuangan, keduanya memiliki pengaruh yang sama baik dengan angka signifikansi (0.000). Dapat disimpulkan bahwa untuk mendukung tercapainya inklusi keuangan perlu memperhatikan peningkatan literasi keuangan dan peningkatan penggunaan finanacial technology yang tersedia.