Cornelius Kuswanto
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hesed : Penggunaan dan Terjemahannya dalam Kitab Hikmat serta Aplikasinya bagi Kita  Cornelius Kuswanto
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 3 No 2 (2002)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT (Southeast Asia Bible Seminary)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.505 KB) | DOI: 10.36421/veritas.v3i2.89

Abstract

Tema HUT SAAT ke-50 ialah “Grace upon Grace.” Frasa ini tidak terdapat di kitab Hikmat atau di seluruh Perjanjian Lama sekalipun. Frasa ini hanya terdapat di Perjanjian Baru, yaitu dalam Injil Yohanes 1:16, “From his fullness we have all received grace upon grace” (NRSV) atau, “Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia” (LAI TB). Frasa “grace upon grace” atau “kasih karunia demi kasih karunia” berasal dari bahasa Yunani, “kharin ‘anti kharitos.” Akar kata dari frasa Yunani ini ialah kharis. Dalam terjemahan bahasa Yunani dari PL (Septuaginta), kata kharis merupakan terjemahan dari kata Ibrani hen. Menurut pengertian ini, maka dalam bahasa Ibrani, frasa “grace upon grace,” ialah “hen ‘al hen.” Yang menarik ialah, di dalam dua versi Alkitab PB bahasa Ibrani, frasa “grace upon grace” di Yohanes 1:16 diterjemahkan dengan “hesed ‘al hesed” dan bukan “hen ‘al hen.” Untuk penulisan artikel ini, penulis akan memakai key-word hesed dan bukan hen sebagai dasar dari tema “grace upon grace.” Alasan pemilihan ini ialah: pertama, dua versi Alkitab PB bahasa Ibrani memakai hesed untuk menerjemahkan kharis. Kedua, kata Ibrani hen, yang dipergunakan sebanyak 69 kali di PL, kebanyakan diterjemahkan untuk benda, hewan atau pribadi yang menarik karena mempunyai keelokan atau keindahan. Kata hesed mempunyai pengertian yang jauh lebih luas daripada hanya keelokan atau keindahan luar secara fisik. Dalam artikel ini kita akan melihat penggunaan dan terjemahan hesed dalam kitab Hikmat dan aplikasi hesed dalam kehidupan kita. Untuk penjelasan kata hesed dalam kitab Hikmat kita akan melihat perbandingan pemakaian kata tersebut menurut dua versi bahasa Indonesia (LAI TL dan LAI TB) dan dua versi bahasa Inggris (NIV dan NRSV). Kitab Hikmat dalam PL mencakup kitab Ayub, Amsal dan Pengkhotbah. Perbandingan penggunaan kata hesed dalam ketiga kitab tersebut ialah: tiga kali dalam kitab Ayub, sembilan kali dalam kitab Amsal, dan tidak pernah dipakai dalam kitab Pengkhotbah. Karena kata ini tidak pernah dipakai dalam kitab Pengkhotbah, maka penjelasan tentang hesed dalam artikel ini hanya berpusat pada kitab Ayub dan Amsal. Penulis akan memakai bagian Alkitab lain yang mempunyai referensi tentang hesed jika perlu untuk memberikan penjelasan tentang kata tersebut.
Perspektif Alkitab untuk Kehidupan Remaja Kristen  Cornelius Kuswanto
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 4 No 2 (2003)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT (Southeast Asia Bible Seminary)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.164 KB) | DOI: 10.36421/veritas.v4i2.109

Abstract

Agustinus, salah seorang bapak gereja, dilahirkan di Tagaste (sekarang di wilayah Algeria) pada tahun 354. Ibunya yang bernama Monika adalah seorang Kristen yang saleh sedangkan Patrik, ayahnya, adalah seorang kafir yang mempunyai sifat pemarah dan pemabuk. Agustinus dipengaruhi oleh kehidupan ayahnya dan menjadi seorang remaja yang hidup menuruti hawa nafsunya. Pada masa mudanya, selain pandai menghafal Agustinus juga pandai berdusta, berkelahi, mencuri dan main perempuan. Ia pernah hidup bersama seorang wanita muda selama 13 tahun di luar nikah, dan dari hubungan asusila ini lahirlah seorang anak laki-laki. Namun syukur kepada Tuhan karena melalui pembacaan surat Roma 13:13-14 yang berkata: “Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya,” Agustinus bertobat. Agustinus yang belum bertobat adalah Agustinus yang hidup mengikuti hawa nafsu sendiri, merugikan orang lain, hanyut dalam kenikmatan dunia dan tidak takut Tuhan. Agustinus yang sudah bertobat adalah Agustinus yang hidup dalam kekudusan, menjadi berkat bagi orang lain, meninggalkan kenikmatan dunia dan takut akan Tuhan serta mengasihi firman-Nya. Jika Tuhan sudah menyatakan kemurahan-Nya terhadap Agustinus melalui firman Tuhan yang dibacanya di kitab Roma 13:13-14, biarlah Tuhan juga menyatakan kemurahan-Nya pada kita melalui topik “Perspektif Alkitab untuk Kehidupan Remaja Kristen.” Apakah perspektif Alkitab untuk kehidupan remaja Kristen?