Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Cognitive Behavior Therapy untuk mengurangi simtom fisik pada lansia Danang Setyo Budi Baskoro
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 1 No. 1 (2013): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v1i1.1372

Abstract

Kekhawatiran yang berlebihan dapat menimbulkan dampak psikologis seperti halnya gangguan hypocondriasis. Studi ini melaporkan hasil kerja praktek yang memberikan assesmen dan intervensi psikologi kepada lansia yang menderita hypocondriasis. Subjek yakin bahwa ia sedang mengalami sakit jantung atau darah tinggi, meskipun rekam medis tidak menyatakan seperti itu. Intervensi yang digunakan dalam studi ini adalah cognitive behavior therapy. Setelah beberapa sesi terapi subjek mengalami kemajuan dengan berkurangnya simtom fisik serta meningkatnya pemahaman terhadap distorsi kognitif yang sebelumnya menjadi sumber penyebab kecemasan.Kata Kunci: Hyphocondriasis, cognitive behavior therapy, lansia
Model solution focused brief group therapy untuk perilaku agresif remaja Danang Setyo Budi Baskoro
Psychological Journal: Science and Practice Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belakangan ini perilaku agresif yang dilakukan remaja cukup meningkat dan menimbulkan keresahan bagi banyak kalangan, dan diperlukan suatu penanganan yang efektif untuk mengatasinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan Solution Focused Brief Group Therapy (SFBGT) yang dapat digunakan untuk menurunkan perilaku agresif remaja. SFBGT merupakan intervensi psikologi yang menekankan kepada group dynamic dan berfokus kepada solusi dalam penanganannya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah action research melibatkan enam orang partisipan dan siklus yang kedua juga melibatkan enam orang partisipan. Jumlah total partisipan yang dilibatkan sebanyak 12 orang dengan dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan. SFBGT dikembangkan melalui diskusi dengan partisipan serta reduksi data kualitatif melalui observasi dan wawancara, sehingga model yang dikembangkan dapat diterapkan. Model SFBGT yang dikembangkan meliputi: pengertian, pendekatan, sasaran, tujuan, waktu, jumlah kelompok, konselor dan pendamping konselor, posisi klien dan konselor, tahapan, pola kegiatan setiap pertemuan, rincian pola kegiatan, dan rancangan kegiatan. Analisis statistik menunjukkan bahwa SFBGT dapat mengurangi agresifitas remaja.Kata kunci: Solution focused brief group therapy, perilaku agresif, remaja