Arif Budi Wurianto
Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Kompetensi Pedagogik Tenaga Pendidik Dalam Proses Pembelajaran Di SD Inpres Kalabahi Tengah VI Aksari Kiri; Arif Budi Wurianto; Sukarsono Sukarsono
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2016): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i1.11577

Abstract

Abstract: This research aims to describe in depth how the pedagogical competence of teachers in planning, implementing and evaluating learning at SD InpresKalabahi Tengah IV in Alor Regency. The method used in this research is descriptive qualitative. Data sources used by researchers are information obtained through documents and records of interviews with informants. Informants in this study include the Principal, Vice Principal in the field of curriculum, Class Teachers, Subject Teachers. Data collection techniques in this study were interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques using the techniques of Miles and Huberman (1984), data reduction, data presentation, and data analysis. The data validity test used is the source triangulation technique. The results of this study indicate that pedagogical competence in the dimensions of learning planning possessed by teachers at SD ImpresKalabahi Tengah VI is still lacking because most teachers do not understand and have not been able to make good learning plans specifically for preparing lesson plans (RPP) correctly. Some teachers still have not implemented the Learning Implementation Plan (RPP) correctly. even teachers rarely make lesson plans (lesson plans) by taking them from textbooks. Pedagogical competence in the dimensions of learning implementation possessed by the teachers of In Kalabahi Tengah VI Elementary School has not reflected professional teachers. Pedagogical competence in the evaluation dimensions of learning possessed by Middle Kalabahi Middle School Teachers VI is still not by the theory of learning evaluation implementation.Keywords: Pedagogical Competence, Educators, Learning Implementation, Learning Evaluation Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam bagaimana kompetensi pedagogik guru dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran di SD InpresKalabahi Tengah IV di Kabupaten Alor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.  Sumber data yang digunakan oleh peneliti adalah informasi yang diperoleh melalui dokumen–dokumen dan catatan–catatan hasil wawancara dengan informan. Informan dalam penelitian ini meliputi Kepala Sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, Guru Kelas, Guru mata pelajaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik Miles dan Huberman (1984), reduksi data, penyajian data, dan analisis data. Uji keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik pada dimensi perencanaan pembelajaran yang dimiliki guru-guru SD ImpresKalabahi Tengah VI masih sangat kurang karena sebagian besar guru belum memahami dan belum mampu membuat perencanaan pembelajaran dengan baik khusus penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan benar. Sebagian guru masih belum menerapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan benar. bahkan guru jarang membuat Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan cara mengambil dari buku pelajaran. Kompetensi pedagogi pada dimensi pelaksanaan pembelajaran yang dimiliki guru Sekolah Dasar InpresKalabahi Tengah VI belum mencermin guru yang profesional. Kompetensi pedagogi pada dimensi evaluasi pembelajaran yang dimiliki guru Sekolah Dasar ImpresKalabahi Tengah VImasih belum sesuai dengan teori pelaksanaan evaluasi pembelajaran.Kata kunci: Kompetensi Pedagogik, Tenaga Pendidik, Pelaksanaan pembelajaran, Evaluasi Pembelajaran
Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Sar Pelajar SFAT Dalam Konteks Penanggulangan Bencana Di SMK Al-Mabrur Kabupaten Banjarnegara Irega Gelly Gera; Arif Budi Wurianto; Abdul Kadir Raharjanto
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i2.11584

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to find out the implementation of SFAT Student SAR extracurricular in the context of disaster management in SMK Al-Mabrur, Banjarnegara Regency. The research method used in this study is descriptive qualitative. The location of the study was at SMK Al-Mabrur, Pejawaran District, Banjarnegara Regency. The subjects of this study were the deputy headmaster in the student field, extracurricular coaches, and students. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques using the interactive model of Miles and Huberman 1994, and testing the validity of the data using triangulation of sources and techniques. The results of the study showed that the implementation of SFAT Student SAR extracurricular activities in the context of disaster management in SMK Al-Mabrur Banjarnegara District was seen through three factors, namely the agenda of the SAR SAR SFAT activities which included registration, weekly routine training, education and education, materials for the SFAT Student SAR activities. which contains disaster and SAR material, the instructor's method is divided into three, namely a few lectures, an emphasis on practice, and a semi-military situation. The driving factor consists of the selection of competent coaches, interesting activities and high enthusiasm, and support from the school principal. Factors that have hindered the SFAT Student SAR activities are the lack of funds for facilities and infrastructure, the and post-processing of activities began to be less effective.Keywords: Extracurricular, SAR, Disaster Abstrak: Penelitian bertujuan mengetahui pelaksanaan ekstrakurikuler SAR Pelajar SFAT dalam konteks penanggulangan bencana di SMK Al-Mabrur Kabupaten Banjarnegara. Matode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian bertempat di SMK Al-Mabrur Kecamatan Pejawaran Kabupaten Banjarnegara. Subjek penelitian ini adalah wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru pembina ekstrakurikuler, dan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles and Hubberman 1994, dan uji keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler SAR Pelajar SFAT dalam konteks penanggulangan bencana di SMK Al-Mabrur Kabupaten Banjarnegara dilihat melalui tiga faktor yaitu agenda kegiatan SAR Pelajar SFAT yang berisi kegiatan pendaftran, pelatihan rutin mingguan, diklat dan pengorenan, materi kegiatan SAR Pelajar SFAT yang berisi materi kebencanaan dan SAR, cara mengajar pembina yang terbagi tiga yaitu sedikit ceramah, penekan pada praktek, dan mengkondisikan situasi semi militer. Faktor pendorong terdiri dari pemilihan pembina yang berkompeten, kegiatan yang menarik dan antusiame yang tinggi, dan dukungan dari kepala sekolah. Faktor yang menjadi penghambat kegiatan SAR Pelajar SFAT adalah kurangnya dana sarana dan prasarana, dan pasca pengorenan kegiatan mulai kurang efektif.Kata kunci: Esktakurikuler, SAR, Bencana 
Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Bimbingan Konseling DI SMA Negeri 1 Kalabahi Endang Apriantyningsih; Arif Budi Wurianto
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2017): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i1.11592

Abstract

Abstract: This study aims to determine (1) the role of counseling guidance teachers in reinforcing character education. (2) the obstacles faced by counseling guidance in providing reinforcement. (3). counseling guidance efforts to overcome obstacles in reinforcing Kalabahi 1 High School. This research uses the descriptive qualitative method. The subjects of this study were counseling guidance teachers, principals, and students. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using steps of data reduction, data display, and concluding. Data validity checking techniques using source triangulation. The results showed that (1) The role of the counseling guidance teacher in strengthening character education starts from planning the activities of providing guidance services, implementing the guidance and counseling program by implementing a form of service and evaluating the guidance and counseling service program. (2) Constraints faced are lack of cooperation between components in schools, lack of cooperation between BK teachers and parents/guardians, lack of voluntary teacher guidance and counseling in carrying out their duties and responsibilities, lack of honesty or openness from students on problems encountered. (3) Efforts are made namely establishing cooperative relationships between supporting components in schools, making visits to the homes of students with problems.Keywords: Strengthening Character Education, Teachers, Counseling Guidance Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peran guru bimbingan konseling dalam memberikan penguatan pendidikan karakter. (2) kendala yang dihadapi bimbingan konseling dalam memberi penguatan. (3). upaya yang dilakukan bimbingan konseling untuk mengatasi kendala dalam memberi penguatan di SMA Negeri 1 Kalabahi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah guru bimbingan konseling, kepala sekolah, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Peran guru bimbingan konseling dalam penguatan pendidikan karakter dimulai dari perencanaan kegiatan pemberian layanan bimbingan, pelaksanan program bimbingan dan konseling dengan menerapkan bentuk layanan, dan kegiatan evaluasi program layanan bimbingan dan konseling. (2) Kendala yang dihadapi yaitu kurangnya kerjasama antara kompnen-konponen yang ada di sekolah, kurangnya kerjasama antara guru BK dengan orang tua/wali, kurangnya rasa sukarela guru bimbingan dan konseling dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, kurang jujur atau terbuka dari siswa atas masalah yang dihadapi. (3) Upaya yang dilakukan yaitu menjalin hubungan kerjasama antara komponen penunjang dalam sekolah, mengadakan kunjungan ke rumah siswa yang bermasalah.Kata kunci: Penguatan Pendidikan Karakter, Guru, Bimbingan Konseling
Efektivitas Kebijakan Budaya Sekolah Berwawasan Lingkungan Hidup (Adiwiyata) Mandiri Di SDN Purwantoro 1 Kota Malang Jauhar Prayogo; Arif Budi Wurianto
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i2.11602

Abstract

Abstract: This study aims to determine: 1) The effectiveness of the Culture Policy of environmentally friendly schools (Adiwiyata) Mandiri implemented at SDN Purwantoro 1 Malang, 2) Supporting and inhibiting factors in the education of environmentally friendly schools (Adiwiyata) Mandiri at SDN Purwantoro 1 Malang. The approach used is qualitative. The research location is housed in SDN Puwantoro 1 Malang City. Research carried out in December until January 2017. The subjects were principals, teachers, and parents. Analysis of the data using data analysis techniques Miles, Huberman, and Spradley. While the validity of the data which is to increase persistence, triangulation, and the use of reference materials. Research results obtained: 1) Culture applied in SDN Purwantoro 1 Malang City with their habituation-conditioning is done to students. The habituation cultural activities such as green and clean, personable, and parents day. 2) Factors that support program activities Adiwiyata Mandiri is the infrastructure that supports it, the division of cadres in the Adiwiyata program, and the role of parent guardians in supporting the implementation of the program at SDN Purwantoro 1 Malang City. And 3) the inhibiting factors sometimes only one or two children who lack awareness about the environment and land conditions are still unfavorable to good.Keywords: Education Policy, School Culture, Environmental Education, Adiwiyata Mandiri Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Efektivitas Kebijakan Budaya sekolah berwawasan lingkungan hidup (Adiwiyata) Mandiri diterapkan di SDN Purwantoro 1 Kota Malang, 2) Faktor pendukung dan penghambat dalam pendidikan sekolah berwawasan lingkungan hidup (Adiwiyata) Mandiri di SDN Purwantoro 1 Kota Malang. Pendekatan yang dipakai adalah kualitatif. Lokasi penelitian bertempat di SDN Purwantoro 1 Kota Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember sampai Januari 2017. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan wali murid. Analisis data menggunakan teknik analisis data Miles, Huberman dan spradley. Sedangkan keabsahan datanya yaitu meningkatkan ketekunan, triangulasi, dan menggunakan bahan referensi. Hasil penelitian yang didapat yaitu 1) Budaya yang diterapkan di SDN Purwantoro 1 Kota Malang dengan adanya pembiasaan-pembiasaan yang dilakukan kepada siswa-siswinya. Budaya pembiasaan itu seperti kegiatan green and clean, kepribadian dan parensday. 2) Faktor yang mendukung dalam kegiatan program Adiwiyata Mandiri adalah sarana prasarana yang mendukung, adanya pembagian kader dalam program adiwiyata, dan peran orang tua wali murid dalam mendukung diterapkannya program Adiwiyata di SDN Purwantoro 1 Kota malang. Dan 3) Faktor penghambat hanya saja terkadang ada satu dua anak yang kesadarannya kurang tentang lingkungan dan kondisi lahannya yang masih kurang mendukung dengan baik.Kata kunci: Kebijakan Pendidikan, Budaya Sekolah, Pendidikan Lingkungan Hidup, Adiwiyata Mandiri