This Author published in this journals
All Journal Humaniora
A. Adaby Darban
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ULAMA JAWA DALAM PERSPEKTIF SEJARAH A. Adaby Darban
Humaniora Vol 16, No 1 (2004)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.059 KB) | DOI: 10.22146/jh.804

Abstract

Ulama Jawa di samping berperan sebagai pemuka agama Islam juga memiliki fungsi sebagai informal leaders, dan juga sebagai key person dalam perjuangan bangsa Indonesia melawan Kolonial Belanda. Fungsi itu berlaku karena sebagai besar masyarakat adalah pemeluk Islam, dan kehidupan ulama sebagai religious elite dekat dengan rakyat (merakyat). Keberpihakan kaum birokrat tradisional kepada pemerintah kolonial menyebabkan masyarakat mencari kepemimpinan baru yaitu para ulama sebagai pengayom dan pemuka dalam perlawanan terhadap pemerintah kolonial
Sejarah Lisan Memburu Sumber Sejarah dari Para Pelaku dan Penyaksi Sejarah A. Adaby Darban
Humaniora No 4 (1997)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.363 KB) | DOI: 10.22146/jh.1908

Abstract

Sejarah lisan merupakan salah satu dari sumber sejarah, yang dapat digunakan syah sebagai penulisan sejarah. Sejarah lisan ini dibedakan dengan Tradisi lisan, yang mempunyai arti yang jauh berbeda. Bila tradisi lisan itu mempunyai arti : "Ceritera rakyat yang diungkapkan melalui lisan dan dikembangkan secera beruntun juga melalui lisan. Si pelisan(pengungkap ceritera) tidak terikat oleh peristiwanya itu sendiri. Si pelisan bukan penyaksi dan atau bukan peserta dalam peristiwa sejarah ceritera, dan tidak bertanggung jawab atas pernyataan yang diceriterakannya". Sejarah lisan memiliki arti yang khas yang bertanggung jawab, yaitu : "Sumber sejarah yang dilisankan oleh manusia pengikut atau yang menjadi saksi akan adanya peristiwa sejarah pada zamannya". Si pelisan benar-benar mengetahui, mengikuti kejadian masa lampau yang diceriterakan, dengan penuh tanggung jawab atas kebenarannya. Dengandemikian si pelisan harus diseleksi secara kritis sebagaimana menghadapi sumber sejarah.