Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFISIENSI, PRODUKTIVITAS DAN INDEKS KETIDAKSTABILAN PERIKANAN TUNA LONGLINE DAN PANCING TONDA (Efficieny, Productivity and Instability Index of Tuna Longline and Troll Line) Budi Wardono
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 7 No. 1 (2016): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.392 KB) | DOI: 10.29244/jmf.7.1.1-11

Abstract

ABSTRACTTuna longline and troll line are two dominant tuna fishing fleets in Palabuhanratu port. Tuna longline and troll line yielded around 7.06 thousand tons or 89.12 % of total fish production. The main problem of tuna industry was thing related to resource and capturing capacity. This study aimed to understand the capacity, efficiency, and total factor productivity of fisheries business of tuna in PPN Palabuhanratu, using Data Envelope Analysis (DEA) approach. The study was done in harbour area of Palabuhanratu, from January to March 2014. The time series data from 2010 to 2013 were obtained, covering the production of tuna longline and marine hook boats, input usage (boat, fuel, feed, fishermen, ice box, trip number, oil, water, capturing device). Under variable return to scale assumption, the result showed that business capacity of tuna in Palabuhanratu has been efficient. According to Malmquist approach, we found an important indicator of business productivity, ie. Index of total factor productivity change. Malmquist index of troll line was 0.851, while the Malmquist index of tuna longline was 1.139. Both indices showed the magnitude of productive change of the fleets. The annual change of total factor productivity could be described by the change of TFPCH from 2010 to 2013, the respective value of each year were 0.480; 1.945 and 1.023. Those showed the magnitude of productive change of fisheries business of tuna in PPN in Palabuhanratu.Keywords: DEA, efficiency, Malmquist index, productivity, troll line, tuna longline, VRS-------ABSTRAKArmada perikanan tuna longline dan pancing tonda merupakan armada yang dominan menangkap ikan tuna di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu.Total produksi dari keduanya sebanyak 7.066,64 ton (89,12%) dari total produksi ikan di Palabuhanratu. Permasalahan utama industri tuna adalah terkait sumber daya dan kapasitas penangkapan tuna. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat efisiensi, perubahan total faktor produktivitas dan indeks ketidakstabilan usaha perikanan tuna dengan menggunakan tuna longline dan pancing tonda di Palabuhanratu dengan pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA) dan Indeks Ketidakstabilan (Coppoct Instability Index). Penelitian dilakukan dikawasan PPN Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada bulan Januari – Maret 2014. Data yang digunakan adalah data time series yang dikeluarkan oleh PPN Palabuhanratu dari tahun 2010-2013. Data yang digunakan dalam analisis ini meliputi produksi dari armada tuna long line dan pancing tonda. Adapun input yang digunakan adalah kapal (longline dan pancing tonda), BBM, umpan, nelayan, es, trip, oli, air, alat tangkap. Hasil analisis dengan asumsi variable return to scale (VRS), kapasitas usaha perikanan tuna di Palabuhanratu, pada armada tuna longline dan pancing tonda sudah efisien. Artinya bahwa sumber daya sudah dialokasikan secara efisien, penggunaan input dalam upaya penangkapan tuna sudah efisien. Hasil analisis menggunakan pendekatan indeks Malmquist diperoleh indeks total factor productivity change yang menunjukkan indikator penting produktifitas usaha. Nilai indeks Malmquist untuk amada pancing tonda sebesar 0,851 dan tuna longline sebesar 1,139, menunjukkan besarnya perbandingan perubahan produktivitas antara kedua armada tersebut. Perubahan total faktor produktivitas antar tahun digambarkan dari besarnya perubahan TFPCH dari tahun 2010 sampai dengan 2013 masing-masing besarnya 0,480; 1,945 dan 1,023, yang menunjukan perubahan besarnya produktivitas usaha perikanan tuna di PPN Palabuhanratu tahun 2010 sampai 2013.Kata kunci: DEA, efisiensi, Malmquist index, produktifitas, pancing tonda, tuna longline, VRS
Peranan Kelembagaan Lokal “Blandongan” Dalam Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Tangkap Di Lamongan Budi Wardono
Akuatika Indonesia Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v1i2.29161

Abstract

Kabupaten Lamongan merupakan salah satu penghasil ikan tangkap laut terbesar di Jawa Timur, kontribusinya terhadap PDRB mencapai 17 % pada tahun 2013. Selain peranya yang penting dalam perekonomian daerah, kegiatan perikanan skala kecil banyak menghadapi permasalahan. Sumberdaya yang sudah mengalami degradasi, jumlah nelayan skala kecil yang jumlahnya sangat besar, menyebabkan usaha perikanan tangkap berpotensi menimbulkan konflik baik konflik dalam pemanfaatan sumberdaya maupun konflik sesama nelayan. Diperlukan kelembagaan lokal yang mampu menaungi kepentingan dan mengurangi potensi konflik yang terjadi pada nelayan skala kecil di Lamongan. Blandongan merupakan kelembagaan masyarakat lokal nelayan yang tumbuh dan berkembang atas inisiatif kelompok nelayan yang ada di masyarakat. Blandongan berfungsi sebagai fasilitator kepentingan nelayan, sehingga kepentingan nelayan dapat terakomodasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui peranan kelembagaan lokal Blandongan dalam pengelolaan sumberdaya laut di Lamongan. Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Agustus 2014 dengan lokasi di kawasan TPI Weru Komplek, Desa Weru, Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan. Pendekatan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis diskriptif dengan menggunakan teknik snowball, yaitu teknik penggalian informasi untuk menggali informasi secara bergulir, sehingga didapatkan informasi-informasi yang lengkap terkait dengan peranan kelembagaan lokal Blandongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Blandongan mampu menjalankan perannya untuk memfasilitasi kepentingan nelayan dalam eksploitasi sumberdaya, sekaligus mampu mengurangi potensi konflik kepentingan antar kelompok nelayan yang mengeksploitasi sumberdaya pada kawasan yang sama. Peranan yang dijalankan meliputi peran ekonomi, peran sosial dan peran politik.