Lita Yarlina
Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara, Kementerian Perhubungan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Potensi Pengembangan Rute di Bandar Udara Mutiara SIS Al Jufri-Palu Lita Yarlina; Evy Lindasari
WARTA ARDHIA Vol 44, No 1 (2018)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1125.213 KB) | DOI: 10.25104/wa.v44i1.308.45-56

Abstract

The Development Potential of Air Transportation Routes at Mutiara SIS Al Jufri Airport Palu: The government policy in regulating the air transportation routes on a macro basis aims to open up regional isolation and develop the potential of those regions. Mutiara SIS Al Jufri Airport is one of the entrances to the movement of people and goods through air transport to Central Sulawesi Province. Along with the increasingly socio-economic development of Palu City and Central Sulawesi Province in general, the demand for movement of people and goods also increased, and with the economic improvement of society of Central Sulawesi Province, air transportation becomes the main choice. This study is intended to measure the potential for the development of aviation routes at Mutiara SIS Al Jufri Airport, based on the opinion of current users of air transport and air carrier services, and adapted to the Master Plan of the Airport and the Spatial Planning Document of Central Sulawesi Province, using multiple linier regression analysis method. The results of the survey to the airlines provide the information about the plan to open the Palu-Morowali flight route due to its potential demand for transportation of goods between those cities using ATR-72 type aircraft, where there are many production of mining and palm oil products in Morowali. However, from the analysis, if ATR-72 aircraftshould be operated then the runway capacity at Morowali Airport have to be developed since the current condition with runway length of 1,050 m is not sufficient to be landed by ATR-72 in which require a runway with minimum length of 1,600 m. Kebijakan pemerintah tentang pengaturan rute penerbangan secara makro bertujuan untuk membuka isolasi daerah dan mengembangkan potensi yang dimiliki masing-masing daerah tersebut.Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufri adalah salah satu pintu masuk pergerakan orang dan barang melalui angkutan udara ke Provinsi Sulawesi Tengah.Seiring dengan semakin berkembangnya sosio-ekonomi Kota Palu dan Provinsi Sulawesi Tengah pada umumnya, maka demand pergerakan orang dan barang pun turutmeningkat, dan dengan kemajuan perekonomian masyarakat di Provinsi Sulawesi Tengah maka transportasi udara menjadi pilihan utama. Pengkajian ini ingin melihat bagaimana potensi pengembangan rute penerbangan di Bandar Udara Mutiara SIS AlJufri, berdasarkan opini pengguna jasa angkutan udara dan maskapai penerbangan yang saat ini beroperasi, serta disesuaikan dengan rencana induk bandar udara dan dokumen Tata Ruang Wilayah Propinsi Sulawesi Tengah, dengan menggunakan metode analisis regresi linier berganda. Hasil survei kepada maskapai penerbangan diperoleh informasi adanya rencana pembukaan rute penerbangan Palu-Morowali yang sangat berpotensi adanya permintaan kebutuhan angkutan dari Morowali menuju kota Palu untuk angkutan barang dengan menggunakan pesawat udara jenis ATR-72, dikarenakan daerah Morowali banyak terdapat produksi hasil tambang dan kelapa sawit. Namun dari hasil analisis jika ingin menggunakan pesawat ATR-72, maka kapasitas landas Pacu (runway) di Bandar Udara Morowali harus dikembangkan karena kondisi saat ini dengan panjang 1.050 m masih belum memungkinkan untuk didarati oleh pesawat ATR72 yang membutuhkan minimal panjang runway 1.600 m.
Evaluasi Kinerja Pelayanan Penumpang di Bandar Udara Sultan Thaha Jambi Lita Yarlina
WARTA ARDHIA Vol 42, No 2 (2016)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1500.713 KB) | DOI: 10.25104/wa.v42i2.286.79-100

Abstract

Bandar udara Sultan Thaha adalah bandar udara yang terletak di Kota Jambi dikelola oleh PT. Angkasa Pura II, tanggal 27 Desember 2015 Terminal Bandara Baru Bandara Sultan Thaha baru dioperasikan seluas 9.801 m2 dapat menampung 1,8 juta penumpang per tahun. Pergerakan Penumpang mengalami kenaikan sebesar 2,66%, pada tahun 2014 menjadi 1.316.379 penumpang. Oleh karena itu, pengelola bandara dapat meningkatkan kualitas pelayanan sesuai dengan standar pelayanan pengguna jasa bandar udara agar dapat memberikan kepuasan terhadap penumpang. Metode analisis yang digunakan adalah Customer Satisfaction Index (CSI) . Hasil yang diperoleh terhadap 24 indikator kinerja pelayanan terhadap kepuasan penumpang sebesar 79,85, hal ini menunjukan bahwa Bandar udara Sultan Thaha Jambi sudah memberikan pelayanan yang memuaskan terhadap penumpang. Berdasarkan Standar pelayanan pengguna jasa bandar udara penilaian terhadap fasilitas proses keberangkatan dan kedatangan penumpang di bandar udara ini dengan nilai 90 yaitu A (istimewa), fasilitas yang memberikan kenyaman dengan nilai 85 yaitu B (baik sekali), dan fasilitas yang memberikan nilai tambah dengan nilai 50 yaitu B (baik sekali). Berdasarkan standar pelayanan nilai tambah Bandar udara Sultan Thaha Jambi belum memiliki ruang bermain anak dan fasilitas air minum, sebagai bahan pertimbangan untuk meningkatkan kualitas layanan pengelola Bandar udara Sultan Thaha agar menyediakan kedua fasilitas tersebut agar standar pelayanan penguna jasa bandar udara terpenuhi. [The Evaluation of Passenger Services Performance in Sultan Thaha Airport - Jambi] Sultan Thaha Airport which is located at Jambi is one of airports managed by PT Angkasa Pura II (Persero). At December 27, 2015, the new terminal of Sultan Thaha Airport officially operated with building area of 9,801 m2 and can accommodate up to 1.8 million passengers per year. In the year of 2014, the airport experienced the increase of passenger movement by 2.66% which made the total amount of 1,316,379 passengers. Therefore, the airport operator needs to improve the services quality in accordance with the standard of the airport user services in order to maintain the customer satisfaction. The analytical method that is used in this study is Customer Satisfaction Index (CSI). The results assign the satisfaction score of 79.85 for 24 service performance indicators which means Sultan Thaha Airport provide satisfactory services for its users. In regard of the airport user services standard, the rank of those services indicators is as follows the departure and arrival facilities indicator receives the score of 90 which is equal to A (exceptional), facilities that provide comfort indicator receives the score of 85 which is equal to B (excellent), and facilities that provide added value indicator receives the score of 50 which is equal to B (excellent). However, Sultan Thaha Airport is still lack of kids playground and tap water facilities that can be proposed as consideration for the improvement of the airport service quality.
Pemeriksaan Izin Masuk Penumpang ke Daerah Keamanan Terbatas di Bandara Internasional Soekarno Hatta Lita Yarlina; Susanti Susanti; Evy Lindasari; Umiyatun Hayati Triastuti; Muhammad Rafiqi Sitompul; Bardianto Bardianto; Akilla Makanuay
WARTA ARDHIA Vol 48, No 1 (2022)
Publisher : Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v48i1.438.1-14

Abstract

Keamanan penerbangan merupakan suatu keadaan yang memberikan perlindungan kepada penerbangan dari segala tindakan melawan hukum melalui keterpaduan pemanfaatan sumber daya manusia, fasilitas, dan prosedur. Namun gangguan terhadap keamanan penerbangan senantiasa ada dan berpotensi terjadi. Oleh karena itu, tindakan antisipasi menjaga keamanan penerbangan harus selalu dilakukan dengan menerapkan standar keamanan dan keselamatan penerbangan agar terhindar dari segala gangguan dan ancaman. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui standar pemeriksaan izin masuk penumpang ke daerah keamanan terbatas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem keamanan Bandara Internasional Soekarno Hatta masuk dalam kategori A, dan telah dilaksanakan sesuai SE 40 tahun 2020 tentang Pedoman Langkah-langkah Keamanan Penerbangan dalam Masa Kegiatan Masyarakat Produktif dan Aman dari Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), di mana pada masa pandemi Covid-19, setiap pintu masuk ke terminal bandara sudah dipasang alat thermo scan sebagai pengukur suhu tubuh semua orang yang masuk ke bandara, dan juga penambahan prosedur pemeriksaan hasil dan valiadasi tes Covid-19 kepada penumpang pesawat udara. Prosedur pemeriksaan keamanan bagi penumpang yang mau berangkat, secara standar dapat ditetapkan sebanyak 3 kali untuk menunjukkan identitas diri (ID), tiket, dan keterangan hasil tes Covid-19, yaitu dilakukan pada saat di check in counter oleh petugas airline, di SCP-2 oleh petugas avsec dan di boarding check oleh petugas airline. Berdasarkan KM 211 tahun 2020 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional, pemeriksaan izin masuk dan pencocokan identitas di SCP-2 harus dilakukan dengan membuka sementara masker. Fakta di lapangan, pemeriksaan izin masuk dan pencocokan identitas tersebut perlu secara konsisten diterapkan oleh petugas avsec bandara.