Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemikiran dan Filsafat Ekonomi Abu Yusuf Itang Itang
Al Ahkam Vol. 10 No. 2 (2014): Juli-Desember 2014
Publisher : Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37035/ajh.v10i2.2777

Abstract

.
SYIRKAH MENURUT HUKUM EKONOMI ISLAM Itang Itang
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syirkah menjadi perbedaan utama antara lembaga keuangan Islam dengan lembagakeuangan konvensional. Konsep syirkah yang di dalamnya juga termasuk mudharabah-merupakaninstrument penting dalam moneter dan keuangan Islam dan konsep inilah yang menggantikansistem bunga dalam isntitusi keuangan. Dalam ekonomi kapitalisme bunga bank (intersert rate)merupakan nadi dalam sistem perekonomian kontemporer. Hampir tak ada sisi dari perekonomian,yang luput dari mekanisme kredit bunga bank (credit system). Mulai dari transaksi local padasemua struktur ekonomi negara, hingga perdagangan inernasional.Penerapan bunga dengan konsep time value of money memastikan keuntungan dimuka.Padahal setiap usaha tidak bisa dipastikan harus berhasil sejumlah sekali, karena padakenyataanya, setiap usaha pasti berhadapan dengan resiko yang mengandung kemungkinanrugi, untung dan pulang modal. Keuntungan pun bisa besar, sedang dan kecil. Namun, selamaberadab-adab, ekonomi dunia telah didominasi sistem bunga, sehingga telah mengkristal dalamsetiap aktivitas bisnis masyarakat dunia.Syirkah merupakan konsep yang penting dalam transaksi bisnis Islam. Khususnya bagilembaga keuangan Islam yang sedang berkembang saat ini, baik lembaga perbankan, asuransi,pasar modal. Baitul Mal wat Tamwil (BTM), pegadaian dan sebagainya. Keberadaan Syirkah danmudharabah tersebut menjadi penting dikarenakan konsep inilah sebenarnya yang menggantikansistem bunga yang sangat hegemonis saat ini.Dalam ekonomi syari’ah sistem bagi hasillah (profit and loss sharing ) yang kemudianmenjadi jantung dari sektor ‘moneter Islam, bukan bunga. Karena sesunggunya, bagi hasilsebenarnya sesuai dengan iklim usaha yang memiliki kefitrahan untung atau rugi. Tidak sepertikarakteristik bunga yang memaksa agar hasil usaha selalu positif. Islam tidak mengenal konseptime value of money. Jadi penerapan sistem bagi hasil pada hakikatnya menjaga prinsip keadilantetap berjalan dalam perekonomian. Karena memang kestabilan ekonomi bersumber dari perinsipkeadilan yang dipraktikkan dalam perekonomian.Kata Kunci: Prinsip-prinsip Ekonomi Islam, Syirkah, Mudharabah.---------------------------------------------------------------------Shirkah be the main difference between Islamic financial institutions by conventional financialinstitutions. Syirkah concept, which also included a mudaraba-an important instrument in the monetaryand Islamic finance and this concept that replaces the system of interest in financial isntitusi.In capitalism economic interest (intersert rate) is a pulse in the contemporary economic system.Almost no side of the economy, which escaped from bank interest crediting mechanisms (creditsystem). Starting from local transactions on all the country's economic structure, to trade inernasional.Application of interest with the concept of time value of money upfront to make sure profits.Though every business can not be verified to be successful a number once, since the fact that everyeffort must deal with the risk of containing possible losses, gains and return of capital. Gains can belarge, medium and small. However, over-civilized manners, the world economy has been dominatedby the system of interest, that it has crystallized in any business activities of the world community. institutions are being developed at this time, both banking institutions, insurance, capital markets.Baitul Mal wat Tamwil (BTM), pawn shops and so on. The existence Shirkah and mudarababecomes important because of the fact that this concept replaces the flowers very hegemonicsystem today.In a system of Shariah economy for hasillah (profit and loss sharing) which later became theheart of the sector 'monetary Islam, not the flower. Because The real, the actual results according tothe business climate has kefitrahan profit or loss. Unlike the characteristics of interest that forcedoperating results are always positive. Islam does not recognize the concept of time value of money.So the application of the system of profit sharing in essence keeping the principle of justice is stillrunning in the economy. Because it comes from the economic stability perinsip justice as practicedin the economy.Keywords: Economic Principles Principle-Islam, Syirkah, Mudharabah.
Al Mutajarah: Macam-macam Jual Beli Itang Itang
Al Ahkam Vol. 8 No. 2 (2012): Juli-Desember 2012
Publisher : Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37035/ajh.v8i2.2882

Abstract

.
Pengabdian Masyarakat Baznas Provinsi Banten dalam Meningkatkan Sumber Daya Manusia Satu Keluarga Satu Sarjana Itang Itang
Dedikasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 14 No 1 (2021): Januari-Juni
Publisher : Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.016 KB) | DOI: 10.32678/dedikasi.v14i1.4969

Abstract

Tulisan ini mengkaji pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh BAZNAS Provinsi Banten dalam meningkatkan sumber daya manusia satu keluarga miskin satu sajana. Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) berasal dari perguruan tinggi negeri di Banten yang bekerja sama dengan Baznas Banten. Ikhtiar Baznas dalam program SKSS dapat membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Juga dapat menjadi pelopor kebangkitan zakat di wilayah Provinsi Banten maupun nasional. Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) di Provinsi Banten mulai digagas pada 2015. Angkatan pertama sebanyak 10 orang penerima manfaat program di Tahun 2015. Angkatan kedua Tahun 2017 berjumlah 15 orang, angkatan ketiga Tahun 2019 berjumlah 20 orang. Jumlah keseluruhan sampai saat ini berjumlah 45 orang. Mahasiswa program SKSS berasal dari keluarga mustahiq yang terdiri dari kelurga berpenghasilan tidak tetap dan termasuk ketegori keluarga miskin. Bahwa keluarga penerima manfaat program SKSS BAZNAS Provinsi Banten sangat merasa terbantu dengan adanya program tersebut dan sangat efektif. Dibuktikan dengan angkatan pertama sebanyak 10 orang sudah selesai kuliah dan menjadi sarjana, salah satunya menjadi lulusan prestasi terpuji dan angkatan berikutnya sedang melaksanakan studinya. Kata Kunci: Baznas Provinsi Banten, Sumber Daya Manusia, Keluarga Miskin, Sarjana.
Asuransi dalam Hukum Islam Itang Itang
Al Ahkam Vol. 5 No. 1 (2009): Januari-Juni 2009
Publisher : Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37035/ajh.v5i1.2828

Abstract

Belum