Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KESESUAIAN DAERAH PENANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) MENGGUNAKAN ANALISIS SPASIAL PARAMETER LINGKUNGAN DAN HASIL TANGKAPAN DI PULAU LANCANG Insaniah Rahimah; Vincentius Siregar; Syamsul Agus
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 10 No. 2 (2019): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1428.918 KB) | DOI: 10.29244/jmf.v10i2.30843

Abstract

The blue swimming crab in the waters of Lancang Island is indicated as being overfished. Hence, the major challenge is managing its utilization in a proper manner. The purpose of this study is to explore the water's characteristics which is suitable for blue swimming crab fishing. Accordingly, the potential fishing ground around Lancang Island waters can be mapped spatially as an initial effort for species preservation. Geospatial analysis was applied to assess the physical parameters of the existing habitat. The results show that parameters such as MPT, TDS, brightness, phosphate, nitrate, depth and substrate types were remarkably suitable to support the growth of blue swimming crabs. Meanwhile, parameters such as salinity, DO, and temperature show lower quality which implied that the habitat is less suitable. However, the result of weighting and reclassification conclude that Lancang island waters is a decent habitat for blue swimming crab. Catch data show that 40% blue swimming crabs have small carapace size (7-11.83 cm) which is undersized and prohibited by law. Furthermore, about 68% of catch are quite light (30-147 gr) and the sex ratio of males to females was 1:2. It was also revealed that approximately 35% of female species were carrying eggs (BEF/barried female). Keywords: geospatial, fishing ground, suitability, Lancang Island, blue swimming crab.
PENYULUHAN DALAM MEMINIMALISIR PEMBUANGAN SAMPAH UNTUK PENGEMBANGAN OBJEK WISATA DI PANTAI PANDAN CARITA KABUPATEN TAPANULI TENGAH Esti Wahyuni; Nur Aina; Anjali Kristina; Poniman Poniman; Emma Suri Yanti Siregar; Insaniah Rahimah
Abdimas Galuh Vol 3, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v3i1.4953

Abstract

Sampah merupakan suatu bahan yang dibuang atau terbuang sebagai hasil dari aktifitas manusia maupun hasil aktifitas alam yang tidak atau belum memiliki nilai ekonomis. Persoalan sampah tidak henti hentinya untuk dibahas, karena berkaitan dengan pola hidup serta budaya masyarakat. Tapanuli Tengah  adalah salah satu kabupaten yang memiliki potensi luar biasa dalam bidang wisata bahari, terutama pada pulau-pulau dan pantai yang indah. Hal ini menjadikan Kabupaten Tapanuli Tengah unggul dalam bidang wisata bahari. Akan tetapi, permasalahan utama mengenai sampah tetap menjadi sebuah permasalahan yang belum terselesaikan hingga saat ini. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan edukasi/kesadaran kepada masyarakat serta wisatawan Pantai Pandan Carita tentang: (1) Bahaya sampah (terutama plastik), (2) Cara menjaga kebersihan pantai (3) Cara pengelolaan sampah. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab dengan menggunakan media flift chart. Hasil dari kegiatan ini adalah: (1) Media yang digunakan untuk kegiatan penyuluhan berupa flift chart tentang sampah dan efeknya terhadap kehidupan, (2) Hasil observasi, diskusi dan tanya jawab, menunjukkan bahwa melalui kegiatan penyuluhan ini pengetahuan masyarakat tentang bahaya sampah terhadap kehidupan, dan (3) Kesadaran masyarakat terhadap bahaya sampah terhadap kehidupan.