Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KETERSEDIAN TENAGA KERJA SEKTOR PERTANIAN DI DAERAH PENYANGGA TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO (Agricultures Labour Availability in the Bufferzone of Gunung Gede Pangrango National Park) Sambas Basuni; Tatang Kurniawan
Media Konservasi Vol 10 No 1 (2005): Media Konservasi
Publisher : Department of Forest Resources Conservation and Ecotourism - IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.269 KB) | DOI: 10.29244/medkon.10.1.%p

Abstract

Ability of buffer zone in protecting conservation area depends very much on development of economic opportunity of the buffer zone area itself. The objective of this research was to provide description on economic condition of the buffer zone of Gunung Gede – Pangrango National Park (TNGP) based on economic indicators, particularly the availability of labor in agriculture sector. Method of Location Quotient (LQ) was applied to describe whether the agriculture labor in buffer zone constituted the base sector or not. Employment Surplus Index (ESI) was used to calculate surplus of agriculture labor while Shift Share Analysis (SSA) was used to show shift in labor availability in agriculture sector. Research results showed that agriculture sector labor in buffer zone of TNGP constituted the base sector and implied that agriculture sector possessed extra labor. In general, villages in buffer zone of TNGP showed very dynamic shift of labor availability in agriculture sector. Excess labors were considered as labors that serve export market. Considering that ratio of agriculture land size to number of inhabitants in buffer zone of TNGP was very small, accompanied by low level of education and skill of the inhabitants whose livelihood was limited on skill based on land and natural resources, it can be predicted that export of excess labors in buffer zone villages will go to TNGP area in the form of forest area disturbance. Therefore, one of the attempts to overcome the problem of agriculture labor surplus was seeking potency and development of farmer ability in non agriculture job.
KAJIAN PENERAPAN TEKNOLOGI 4.0 PADA SEKTOR AGRIBISNIS Amalia Nur Milla
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 5, No 2 (2022): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v5i2.2350

Abstract

Teknologi 4.0 secara fundamental telah mengubah cara manusia berpikir, hidup dan berhubungan satu sama lain. Era ini akan mengubah segala macam aktivitas manusia di segala bidang termasuk sektor agribisnis. Pada bidang pertanian, teknologi digital dapat digunakan untuk proses di dalam dan di luar pertanian. Kajian ini akan meneliti penerapan teknologi 4.0 dan kendalanya pada sektor agribisnis di Kabupaten Sukabumi. Metodologi kajian dan pendekatan yang dilakukan adalah dengan melakukan survey dan pengumpulan data sekunder serta Foccus Group Discussion (FGD). Data di olah menggunakan statistik deskriptif, untuk mengetahui penerapan teknologi 4.0 di masa yang akan datang dilakukan dengan pengolahan data menggunakan Algoritma Decision Tree berbasis Data Mining.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman dan penerapan terhadap teknologi 4.0 pada usaha agribisnis petani cukup baik meski mengalami kendala teknis seperti tidak adanya jaringan internet, jenis alat komunikasi yang bukan android dan diperlukannya kuota internet yang mencukupi serta kurangnya modal/dana dan kurangnya kemampuan Sumber Daya Manusia. Teknologi 4.0 di bidang pertanian yang telah diterapkan di Kabupaten Sukabumi adalah closed loop, smart fishery, fish finder, mikrohidro, teknologi bioflok, smart farming dan digitalisasi secara end-to-end. pemahaman dan penerapan teknologi 4.0 dimasa yang akan datang akan lebih difahami dan diterapkan oleh SDM yang memiliki usia yang semakin muda/petani milenial.