Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Clinical and Cerebrospinal Fluid Abnormalities as Diagnostic Tools of Tuberculous Meningitis Fiona Lestari; Sofiati Dian; Ida Parwati
Althea Medical Journal Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.742 KB)

Abstract

Background: Tuberculous meningitis (TBM) is the most severe form of extrapulmonary tuberculous (TB) disease and remains difficult to diagnose. The aim of the study was to determine the diagnostic value of clinical and laboratory findings of cerebrospinal fluid (CSF) examinations for diagnosing TBM using bacterial culture result as the gold standard.Methods: A prospective cross sectional study was carried out to 121 medical records of hospitalized TBM patients in neurological ward at Dr. Hasan Sadikin General Hospital Bandung, from 1 January 2009–31 May 2013. The inclusion criteria were medical records consisted of clinical manisfestations and laboratory findings. The clinical manisfestations were headache and nuchal rigidity, whereas the laboratory findings were CSF chemical analysis (protein, glucose, and cells) and CSF microbiological culture. Validity such as sensitivity, specificity, positive predictive value (PPV), negative predictive value (NPV) for clinical and laboratory findings were calculated, using bacterial culture result as the gold standard.Results: The most clinical findings of TBM was nuchal rigidity and it had the highest sensitivity value, but the lowest spesificity value. Decreased of CSF glucose had the highest sensitivity value compared to other laboratory findings, but the value was low.Conclusions: The clinical manisfestations and the laboratory findings are not sensitive and specific enough for diagnosing TBM. [AMJ.2016;3(1):132–6] DOI: 10.15850/amj.v3n1.725
a Fiona Lestari; Pujiarti, Pujiarti
EMaBi: Ekonomi Dan Manajemen Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): EMaBi: Ekonomi Dan Manajemen Bisnis
Publisher : Fakultas Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi nilai suatu perusahaan. Tujuan dilakukan penelitian untuk memberi pemahaman kepada perusahaan dan investor mengenai pengaruh rasio keuangan terhadap kondisi serta nilai perusahaan, sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan mereka. Penelitian ini mengkaji pengaruh Firm Size, ROE, CR, dan TATO pada nilai perusahaan pada subsektor makanan dan minuman di BEI pada rentang waktu 2020-2023. Metode yang diterapkan yaitu pendekatan kuantitatif dan teknik purposive sampling terdapat 10 perusahaan, yang mencakup total 40 observasi selama waktu penelitian. Data diambil dari laporan tahunan perusahaan dan diolah menggunakan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan Firm Size memiliki nilai thitung 0,141< ttabel 2,030 dan nilai signifikan 0,889>0,05 sehingga tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. ROE dengan nilai thitung 9,863 > ttabel 2,030 dan signifikansi 0,000<0,05 yang menunjukkan pengaruh positif signifikan. CR dengan nilai thitung –0,958 < ttabel 2,030 dengan signifikansi 0,344>0,05 sehingga tidak berpengaruh signifikan. TATO dengan nilai thitung 3,326 > ttabel 2,030 dengan signifikansi 0,002<0,05 sehingga berpengaruh positif signifikan. Secara simultan seluruh variabel berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan dengan nilai Fhitung 108,419 > Ftabel 2,641. Nilai R2 sebesar 0,917 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 91,7% variasi Nilai Perusahaan.