Veronika J Sihotang
Fakultas Kesehatan Masyarakat - Universitas Prima Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Persepsi Anak Remaja SMA Tentang Seks Bebas di sekolah Etislandia Medan Tahun 2019 Regina M Doloksaribu; Veronika J Sihotang; Debora F Tambunan; Dameria Nainggolan
Journal of Health Science and Physiotherapy Vol 2 No 1 (2020): Journal of Health Science and Physiotherapy
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Hajar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35893/jhsp.v2i1.34

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali ataupun memahami Persepsi Anak Remaja Tentang Seks Bebas Di Kalangan Pelajar SMA Etis Landia Medan Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitan kualitatif deskriptif fenomenologi, Dalam penelitian ini tekhnik validitas data dengan cara trianggulasi sumber data, dengan membandingkan informasi atau data dengan cara yang berdeda dengan menggunakan metode wawancara, dan FGD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku seks yang menyimpang di kalangan remaja . Perilaku seksual yang terjadi dikalangan remaja dikarenakan kurangnya pemahaman dalam mempersepsikan ttentang seks bebas. Sehingga remaja sma selalu memayoritas dan mengkonotasikan seks dengan hal – hal pornografi, menimbulkan rasa penasaran hingga melakukan perilaku seks. Hal – hal pornografi sepeti: menonton film porno, menonton video porno, mengakses gambar porno, mengakses video porno, membayangkan adegan seks, mendapatkan informasi tentang seks yang salah dari teman menimbulkan rasa keinginan serta menimbulkan imajinasi tentang perilaku seks. Disarankan dalam penelitian ini agar remaja SMA tidak melakukan perilaku seks bebas untuk terhindar dari penyakit yang beresiko seperti penyakit menular sekseual dan tetap terjaga kesehatan reproduksinya, serta menekan jumlah korban dalam perilaku seks dengan melakukan upaya penyampain tentang pendidikan ataupun pengetahuan seks di kalangan remaja dengan mendapatkan dukungan dan melibatkan orangtua, anggtakeluarga , guru, pemuka agama, tokoh masarakat