Nani Jahriani
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AS SYIFA KISARAN

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pengkonsumsian Buah Pepaya Hijau Terhadap Kelancaran Produksi Asi Pada Ibu Menyusui di Desa Tanjung Alam Tahun 2020 Nani Jahriani
Journal of Health Science and Physiotherapy Vol 2 No 2 (2020): Journal of Health Science and Physiotherapy
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Hajar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35893/jhsp.v2i2.52

Abstract

ASI adalah hadiah terindah dari ibu kepada bayi yang disekresikan oleh kedua belah kelenjar payudara ibu berupa makanan alamiah atau susu terbaik bernutrisi dan berenergi tinggi yang mudah dicerna dan mengandung komposisi nutrisi yang seimbang dan sempurna untuk tumbuh kembang bayi yang tersedia setiap saat, siap disajikan dalam suhu kamar dan bebas dari kontaminasi. Provinsi Sumatera Utara sendiri memiliki cakupan persentase anak yang diberi ASI eksklusif dari tahun 2010-2015 cenderung menurun signifikan, cakupan ASI eksklusif pada tahun 2010 sebesar 55,1% sedangkan pada tahun 2015 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2014 yaitu sekitar 62.777 (33%) dari 189.985 jiwa. Jenis Penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimental designs. Bentuk penelitian pre-eksperimental ini dilaksanakan dengan rancangan one-group pretest-posttest design yang mana pada desain ini terdapat pretest (sebelum diberi perlakuan). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui yang memiliki masalah pada produksi ASI yang tidak lancar sebanyak 10 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah kuota sampling sampel sebanyak 10 orang. Data diambil dengan lembar check list dan diolah dengan univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini pretest mayoritas responden sebelum mengkonsumsi buah pepaya hijau mengalami ketidak lancaran ASI sebanyak 10 orang (100%). Sedangkan dari hasil posttest mayoritas responden setelah mengkonsumsi buah pepaya hijau yang ASI nya lancar sebanyak 10 orang (10%). Hasil dari Uji Chi-Square, di mana nilai P value adalah 0,038 < 0,05. Hal ini memiliki arti bahwa hipotesis yang masuk (H0) ditolak dan Ha diterima dimana memiliki arti bahwa ada hubungan antara pengkonsumsian buah pepaya hijau dengan kelancaran produksi asi pada ibu menyusui di desa tanjung alam tahun 2020. Kesimpulan penelitian ada hubungan pengkonsumsian buah pepaya hijau terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui di Desa Tanjung Alam Tahun 2020. Disarankan kepada kepala desa untuk menganjurkan kepada petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan tentang kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui
Karakteristik Ibu Hamil dengan Ketuban Pecah Dini Di Rs. Setio Husodo Kisaran: Nama Penulis : Nani Jahriani, Ika Lestari , Eva Karisma Nani Jahriani
EVIDANCE BASSED JOURNAL Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Edisi 3 Desember 2021
Publisher : Media LPPM Sehati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71283/ebj.v2i3.102

Abstract

Ketuban pecah dini adalah pecahnya selaput ketuban sebelum terjadi proses persalinan yang dapa terjadi pada usia kehamilan cukup waktu atau kurang waktu. Ketuban pecah dini merupakan salah satu penyebab infeksi mamaupun neonatal, persalinan prematur, hipoksia, defermitas janin, meningkatnya insiden SC, atau gagalnya persalinan Normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakteristik ibu hamil dengan ketuban pecah dini berdasarkan usia, paritas, dan pekerjaan, di RS Setio Husodo Kisaran. Dari survey awal peneliti mendapatkan data dari rekam medik rumah sakit RS Setio Husodo Kisaran, ditemukan ketuban pecah dini sebanyak 99 ibu. Penelitian ini bersikap deskristif, dengan menggunakan dat skunder yang dapat di medical rocord RS Setio Husodo Kisaran“ Terdapat populasi sebanyak 99 kasus dan sempel dalam penelitian ini adalah keseluruhan populasi yaitu 99.Ketuban pecah dini banyak dijumpai pada wanita hamil > 35 tahun sebanyak 39 kasus (39,4 %), kasus ketuban pecah dini mayoritas terjadi pada ibu hamil multipara sebanyak 22 (22.2 %), kasus ketuban pecah dini pada ibu hamil yang bekerja mayoritas IRT 40 ( 40,4 %).Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ketuban pecah dini banyak ditemukan pasa usia > 35 tahun, maka dianjurkan pada ibu hamil lebih menjaga kesehatannya karena usia > 35 tahun dimana organ reproduksi dan fungsi organ tubuh lainya sudah mulai menurun, sehingga rahim ibu tidak dapat bekerja dengan baik