Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Revitalisasi Nilai Kebhinnekaan Guna mengikis Sikap Intoleransi dalam Kehidupan masyarakat Anhar Gonggong
Jurnal Ilmu Kepolisian Vol 11, No 1 (2017): Jurnal Ilmu Kepolisian Volume 11 No 1 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

REVITALISASI PENDIDIKAN YANG BERBASIS NASIONALISME : POSISI KHAS SEJARAH MEMBANGSA INDONESIA Anhar Gonggong
Khazanah Pendidikan Vol I No 1 September 2008
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jkp.v1i1.633

Abstract

This paper studies the importance of revitalizing the nationalism based education in Indonesia. The study starts with finding the relationship between education and nationalism during the Dutch occupation. It is then followed by the relevance between education and nationalism as the root of the Indonesian national movement. The writer gives examples of education which is developed by Muhammadiyah and Taman Siswa as an effort of revitalizing nationalism based education. At the end of this paper there will discussion on the importance of history subject in building the spirit of nationalism and patriotism. Key words: educational revitalization, nationalism, Indonesia
SEJARAH PEMBERONTAKAN BERSENJATA DI INDONESIA : SKETSA PERGUMULAN DI DALAM ERA KEMERDEKAAN TAHUN 1948-2006 Anhar Gonggong
terAs Law Review : Jurnal Hukum Humaniter dan HAM Vol. 2 No. 3 (2006): Jurnal Hukum Humaniter
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3342.731 KB) | DOI: 10.25105/teras-lrev.v2i3.5406

Abstract

Tercatat dalam masa kemerdekaan telah terjadi delapan kali pemberontakan yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia dengan berbagai latar belakang dan motif, dari kecewa, etnik sampai dengan ideologi politik. Dalam usia kemerdekaan yang telah memasuki 60 tahun, pemberontakan masih terus terjadi, jawaban sebenarnya terletak pada pemaknaan dan realisasi dari kehendak bersama kita menjadi negara merdeka. Kita tetap berada dalam kemajemukan, di tengah kesepakatan menjadi satu bangsa, namun ada tujuan bersama yang harus diwujudkan bersama, yaitu kehidupan bersama yang adil dan makmur