Iman Chaerudin
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Unisadhuguna Jakarta, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Jumlah Penduduk dan Pendapatan Per Kapita terhadap Permintaan Kedelai Di Provinsi Jawa Timur Periode Tahun 2003-2013 Iman Chaerudin
Journal of Economics and Business UBS Vol. 9 No. 2 (2020): Journal of Economics & Business UBS
Publisher : UniSadhuGuna Business School

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/joeb.v9i2.5

Abstract

Kedelai adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur. Kedelai merupakan bahan pangan yang penting bagi masyarakat Indonesia, dan kedelai merupakan tanaman pangan utama selain padi, ubi, dan jagung. Kedelai merupakan bahan baku makanan yang bergizi seperti tahu dan tempe Kontribusi ekonomi yang besar dari tempe juga didukung oleh faktor budaya. Tempe merupakan bagian dari budaya pangan Indonesia. Kedelai sebagai bahan baku yang banyak digunakan, namun produksi kedelai dalam negeri tidak mampu mecukupi kebutuhan konsumsi kedelai, sehingga yang dilakukan pemerintah adalah dengan impor kedelai. Permasalahan dari penelitian ini adalah fakor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap permintaan kedelai di Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan data provinsi Jawa Timur, dengan pertimbangan bahwa Jawa Timur sebagai provinsi yang memberikan sumbangan produksi dalam negeri terbesar. Analisis ini menggunakan regresi linier berganda dimana variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah harga kedelai lokal, harga kedelai impor, jumlah penduduk dan perndapatan per kapita. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data yang diambil dari data yang dipublikasikan seperti dari BPS, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian.
Penerapan Risk Management Operational dan Pengaruhnya terhadap Mutu Pelayanan Di PT.UOB Property Jakarta Iman Chaerudin
Journal of Economics and Business UBS Vol. 9 No. 1 (2020): Journal of Economics & Business UBS
Publisher : UniSadhuGuna Business School

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/joeb.v9i1.25

Abstract

Pendahuluan : Penerapan manajemen risiko operasional pada objek properti sangat penting dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan agar penyewa lebih nyaman sehingga mereka terus menyewa tempat tersebut. Tujuan : Tujuannya untuk mengetahui risiko operasional bangunan pada divisi Tenant Relations, Engineering, housekeeping dan security serta ingin mengetahui hubungan keempat divisi tersebut dengan kualitas pelayanan. Metode : Penelitian ini dilakukan di PT UOB PROPERTY dengan gedung UOB Plaza di Jakarta dengan populasi 35 tenant dan mengambil sampel 25 responden dengan menggunakan studi langsung dalam studi lapangan dan literatur, sedangkan untuk mengetahui hubungan keempat divisi dengan Spss 24 dengan menggunakan teknik sample random sampling dengan 25 responden. Hasil : Dari klasifikasi level dan dampak pada resiko operasional divisi engineering pihak management memberikan kebijakan seperti update Standart operational procedure (SOP) dalam melakukan pekerjaan operasional dan preventive serta korektiv, diadakan training rutin baik teknis ataupun non teknis secara berkala, upgrade peralatan atau tools dengan menggunakan teknologi yang up to date sehingga memudahkan operasional, pembelian seragam baru secara berkala. Kesimpulan : Terdapat resiko operasional level dan dampak low, medium dan high pada penerapan risk management operasional pada div.TR, Eng, HK dan security terhadap mutu pelayanan. Kebijakan utama yang dihasilkan untuk semua divisi antara lain update Standard operation of procedure (SOP), meeting koordinasi antar divisi, diadakan training sesuai kebutuhan tiap divisi. Resiko operasional yang sangat berdampak besar pada divisi Engineering berdasarkan analisis risk management operational.
Analisis Efektifitas Strategi Pelayanan Prima UMKM Warteg Bahari di Pondok Pinang, Jakarta Selatan Iman Chaerudin; Vera Sintiya
Journal of Economics and Business UBS Vol. 12 No. 6 (2023): Special Issue
Publisher : UniSadhuGuna Business School

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/joeb.v12i6.1602

Abstract

Sehubungan dengan kondisi yang tidak stabil, tidak pasti, kompleks, dan ambigu (VUCA) yang disebabkan oleh faktor-faktor ekonomi, politik, sosial, dan teknologi, terjadi perubahan pola sosial dan ekonomi penduduk. Pada tahun 2023, kota Jakarta, dengan jumlah penduduk 11,3 juta orang, memiliki 5.159 "warteg" (Warung Tegal) untuk memenuhi kebutuhan makanan dan minuman 43% dari golongan menengah ke bawah. "Warteg" memainkan peran penting dalam komunitas perkotaan dengan menyediakan peluang kerja, melibatkan setidaknya 134.000 pekerja informal, dan menyajikan makanan siap saji Indonesia dengan cita rasa Indonesia dengan harga terjangkau. "Warteg" Bahari adalah tempat makan favorit di Jakarta, dengan jumlah terbanyak di antara warteg lainnya, terutama di Jakarta Selatan. Oleh karena itu, timbul pertanyaan untuk diteliti: Apakah "warteg" dengan harga dan jenis makanan yang serupa akan bersaing satu sama lain? Apakah perlu menerapkan strategi pelayanan prima untuk warung makan kecil? Ini adalah tujuan dari penelitian ini. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis semantik dan validasi data melalui uji triangulasi. Penelitian ini melibatkan tiga belas informan yang terdiri dari lima pedagang 'warung Tegal' dan lima pelanggan yang sering makan di 'warung Tegal' setidaknya 3 kali seminggu. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa belum terdapat “blue print” pelyanan prima dan terdapat 7 faktor, faktor-faktor stimulus pelayanan prima terhadap keputusan pembelian makanan siap saji, yaitu harga ekonomis, variasi makanan, lokasi yang mudah diakses, cita rasa Indonesia, metode penyajian, kualitas pelayanan yang ramah dan bersih, dan jam buka 24 jam.