Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

METODE PENILAIAN RUMAH TINGGAL DISUMATERA BARAT DENGAN STANDAR PENILAIAN INDONESIA EDISI VII-2018 dian wahyoni; Egi Susanto
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol 3 No 1 (2021): JPS Volume 3 Nomor 1, Februari 2021
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk memperoleh keyakinan dari bank atas dana yang diberikan berupa kredit, agunan merupakan salah satu hal paling diutamakan. Apabila terjadi kemacetan dalam pembayaran kredit, bank dapat mengambil agunan sebagai alternatif pembayaran. Barang yang dapat dijadikan agunan biasanya adalah real properti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai pasar rumah tinggal dengan metode pendekatan biaya perhitungan nilai pasar rumah tinggal didapat sebesar Rp.1.611.999.645 (satu milyar enam ratus sebelas juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu enam ratus empat puluh lima rupiah) yang terletak di jalan Parak Pisang I No. 6, Kelurahan Ganting Parak Gadang, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang – Sumatera Barat, nilai pasar rumah tinggal dengan metode pendekatan pasar perhitungan nilai pasar rumah tinggal didapat sebesar Rp.1.593.250.000 (satu milyar lima ratus sembilan puluh tiga juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) yang terletak di jalan Parak Pisang I No. 6, Kelurahan Ganting Parak Gadang, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang – Sumatera Barat dan metode pendekatan pendapatan perhitungan nilai pasar rumah tinggal dengan menggunakan metode pendekatan pendapatan didapat sebesar Rp. 633.300.000 (enam ratus tiga puluh tiga juta tiga ratus ribu rupiah) yang terletak di jalan Bariang Indah II No. 58, Kelurahan Anduring, Kecamatan Kuranji, Kota Padang – Sumatera Barat. Dari nilai pasar yang ada maka pinjaman nasabah akan ditentukan oleh pihak perbankan sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia Republik Indonesia.
IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KETERLAMBATAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN PRASARANA PENGENDALIAN BANJIR BATANG TIMPEH KABUPATEN DHAMASRAYA dian wahyoni
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol 3 No 2 (2021): JPS Volume 3 Nomor 2, Agustus 2021
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang sering mengalami bencana banjir terutama didaerah perkotaan dengan penduduk yang ramai. Hal tersebut banyak diakibatkan berbagai alasan antara lain tidak adanya lahan lagi untuk menyerap tanah, kurangnya pepohonan, serta sistem saluran drainase yang buruk disebabkan mulai dari perencanaan, pelaksanaan serta perawatan saluran drainase yang kurang maksimal sehingga funsgi saluran drainase tersebut tidak berjalan dengan baik.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa faktor –faktor yang mempengaruhi penyebab keterlambatan pekerjaan pada proyek konstruksi dan Menentukan rangking dari faktor utama yang paling mempengaruhi keterlambatan penyelesaian proyek. Proyek Pembangunan Prasarana Pengendalian Banjir Batang Timpeh Kabupaten Dharmasraya yang waktu pelaksanaannya selama 240 Hari Kelender. Proyek pengendalian Banjir ini akhir pelaksanaan tanggal 20 Oktober 2020 diharapkan mencapai 100% tapi terealisasi masih berkisar 81 % Masih tersisa bobot pekerjaan berkisar 19% lagi . Dari hasil Analisa dengan mempergunakan metode Analisa factor, maka didapat faktor utama yang paling mempengaruhi keterlambatan penyelesaian proyek, dengan menganalisa factor relative indeks yang mendekati 1adalah Keterlambatan pencairan anggaran berdasarkan termyn pelaksanaan dngan nilai RI = 0, 875,Tenaga Administrasi yang tidak terampil dengan nilai RI = 0.85,Tidak adanya kerjasama antara kontraktor dengan owner nilai RI = 0.843, Kesulitan Finansial nilai RI = 0.837, Adanya perubahan metoda nilai RI = 0.831, keterlambatan proses pemintaan dan persetujuan Gambar kerja oleh Owner nilai RI = 0.83, Jadwal pemakaian alat yang kurang efektif nilai RI=0.81, Operator peralatan (tidak ahli pada bidangnya) nilai RI=0.806.