Agung Nugraha
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TARI CAMPAK DI SANGGAR DHARMA HABANGKA KABUPATEN BANGKA SELATAN Agung Nugraha; Trianti Nugraheni; Ace Iwan Suryawan
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 1, No 1 (2021): Februari, 2021
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v1i1.32144

Abstract

Penelitian ini berjudul “Tari Campak di Sanggar Dharma Habangka  Kabupaten Bangka Selatan”. Permasalahan dan tujuan pada penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis sejarah, struktur koreografi, rias serta busana yang ada di dalam tari Campak. Tujuan tersebut dicapai dengan menggunakan teori koreografi,busana dan tata rias. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data yang dilakukan peneliti melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa sejarah tari Campak muncul dari seseorang yang bernama Nek Campak yang datang dari Riau, Kata Campak dari Kesenian Tari Campak Darat berasal dari nama Nek Campak sendiri, sosok Nek Campak digambarkan sebagai seorang penari yang berparas cantik dan awet muda. Struktur koreografi yang terdapat pada tari ini terbagi menjadi empat klasifikasi diantaranya delapan gerak pokok, satu gerak khusus, satu gerak peralihan dan tiga gerak unsur. Busana yang dikenakan pada Tari Campak di Sanggar Dharma Habangka  merupakan busana modifikasi yang tidak lepas dari nilai-nilai kebudayaan Melayu Bangka  namun tak sepenuhnya busana yang dikenakan hanya dipengaruhi oleh kebudayaan Melayu Bangka  saja, tetapi juga dipengaruhi oleh budaya Portugis dikarenakan tari Campak darat berkembang pada masa pendudukan Portugis di pulau Bangka . Tata rias  pada tari ini lebih diperuntukan kepada penari wanita agar dapat menonjolkan tokoh wanita yang digambarkan yaitu seorang wanita yang masih muda dengan wajah yang cantik dan pribadi yang riang dan anggun, sedangkan penari laki-laki tidak menggunakan riasan wajah yang mencolok.
PERANAN BRIGADE MOBILE DALAM MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA TAHUN 1946-1949 Agung Nugraha; Agus Mulyana; Achmad Iriyadi
FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol 7, No 1 (2018): Sejarah Lokal dan Pembelajaran di Sekolah
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia dan APPS (Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/factum.v7i1.11924

Abstract

This research is entitled “The Role of Mobile Brigade Corps in Defending the Independence (19461949)”. The researcher chose this problem because Mobile Brigade Corpse was the main pioneer in defending the independence. At the time of defending the independence, this Mobile Brigade Corps was not disbanded by Japan so that the Mobile Brigade Corps was really essential in defending Indonesia’s independence. The main problem of this research is “How were the role of Mobile Brigade Corps in defending the independence?” The method used is the method of historical research by doing four steps of research which are heuristic, criticism, interpretation, and historiography. The technique used in data collection is literature study by reviewing the sources of literature relevant to the issues studied. Based on the research results, it can be explained that: First, before the independence, there is a change in the role performed by Mobile Brigade Corps. In the time of the Dutch colonialism, the role of the Mobile Brigade Corps was to maintain security and order but during the Japanese colonialism the role of Mobile Brigade Corpse is combat troops in helping Japan to face the Allies. Second, the early days of independence were marked by Japan’s surrender to the Allies. After Japan surrendered to the Allies, all Japanese-formed military organizations were disbanded except the Mobile Brigade Corps. Under that condition, the Mobile Brigade Corpse joined the Indonesian republic. After joining the Indonesian republic, the role of the Mobile Brigade Corps was to disarm Japan along with the people. The disarmament results are then distributed to the struggle agencies. When entering the period of defending the independence, the role of the Mobile Brigade Corps is to fight against the threat of the Allies and the Netherlands. The resistance was carried out by the Mobile Brigade Corps along with other struggling agencies such as the People’s Security Army.