Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENARI DAN PEMAHAMANNYA TERHADAP PESAN DAKWAH DALAM SYA’IR TARI RATEEB MEUSEUKAT Dellya Ariyani; Fajri Chairawati
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-idarah.v2i1.3391

Abstract

Penelitian ini memfokuskan kajian tentang ”Penari dan pemahamannya terhadap pesan dakwah dalam sya’ir tari Rateeb Meuseukat’’. Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah apa saja pesan-pesan dakwah yang terkandung dalam sya’ir tari Rateeb Meuseukat? dan bagaimana perspektif penari terhadap pesan dakwah yang terdapat dalam sya’ir tari Rateeb Meuseukat? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pesan-pesan dakwah yang terkandung dalam sya’ir tari Rateeb Meuseukat dan juga untuk mengetahui pemahaman penari dalam memahami pesan dakwah yang terdapat dalam syair tari Rateeb Meuseukat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang diperoleh berasal dari hasil wawancara dan dokumentasi, khususnya dengan penari Rateeb Meuseukat di Sanggar Seni Seulaweuet. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara kualitatif dan kemudian dideskripsikan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa pesan dakwah yang terkandung dalam sya’ir tarian Rateeb Meuseukat berupa ajakan kepada umat manusia agar selalu ingat kepada kematian dan juga selalu beribadah kepada Allah SWT. Sya’ir tarian Rateeb Meuseukat mengandung beberapa nasehat dalam menjalani hidup di dunia ini. Dari perspektif penari, hasil yang ditemukan adalah masih banyaknya penari yang belum mengetahui dan memahami keseluruhan isi dari pesan dakwah yang terdapat dalam sya’ir tari Rateeb Meuseukat karena susahnya memahami bahasa Aceh yang digunakan dalam lirik sya’ir tarian ini. Penari juga belum mampu menyampaikan pesan dakwah yang terdapat dalam sya’ir tari Rateeb Meuseukat kepada penonton dikarenakan lebih fokus kepada gerakan sehingga belum mampu menghayati pesan dakwah yang terkandung dalam sya’ir tari Rateeb Meuseukat.
DAKWAH VIRTUAL: ALTERNATIF DAKWAH DI TENGAH PANDEMI Fajri Chairawati
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-idarah.v4i2.13157

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang “Dakwah Virtual: Alternatif Dakwah di Tengah Pandemi”. Di masa pandemi covid-19 aktivitas dakwah tidak dapat dilakukan dalam bentuk pertemuan dengan jumlah besar, karena dikhawatirkan dapat memberi mudharat, baik bagi da’i dan mubaligh maupun bagi mad’u. Akan tetapi, aktivitas dakwah tetap harus terus berjalan. Kondisi ini membuat para da’i berinovasi, dari dakwah tatap muka, menjadi dakwah virtual. Tulisan ini merupakan resume dari penelitian perpustakaan. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi, mengidentifikasi wacana dari buku-buku, makalah, atau artikel, jurnal, website (internet) atau pun informasi lainnya terkait dengan tema kajian ini. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif serta diuraikan secara deskriptif. Dari hasil penelusuran data, penulis menemukan bahwa dakwah virtual di era pandemi, mengalami tranformasi. Transformasi yang dimaksud adalah berubahnya strategi dalam penyampaian dakwah. Di masa pandemi, para juru dakwah (da’i dan mubaligh) melakukannya dengan dakwah virtual dalam bentuk pertemuan dalam sebuah ruangan bernama zoom meeting dengan menggunakan aplikasi Zoom, dan media live-steraming lainnya yang menggunakan fasilitas internet. Dakwah semacam ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Di antara kelebihannya ialah dapat dihadiri banyak orang, menarik perhatian anak muda, terkesan santai dan tidak kaku. Adapun kekurangannya adalah tidak ada kedekatan antara da’i dan mad’u, tidak dapat diakses di daerah tanpa jaringan internet, sering terjadi gangguan teknis semisal tidak ada sinyal atau jaringan internet yang lelet. Terlepas dari semua itu, dakwah virtual telah menjadikan kegiatan dakwah tetap eksis di masa pandemi covid-19
MANAJEMEN PEMASARAN ONLINE GET LATELA MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM Haris Nawafi; Syahril Furqany; Fajri Chairawati
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-idarah.v4i1.13134

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah munculnya beragam produk lokal yang dikemas secara profesional. Salah satunya produk Donat Get Latela berbahan dasar labu dan ketela. Produk ini memiliki ciri khas dan kemasan yang menarik serta melakukan promosi melalui instagram. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pemasaran online dengan instragam dapat memberikan pengetahuan merek kepada calon konsumen. Konsistensi penggunaan warna oranye dan ungu. Pemasaran online melalui instagram dalam memberikan informasi sebanyak mungkin dengan biaya yang sangat murah. Informasi yang disampaikan bisa berupa foto jenis varian donat, ukuran, toping donat, harga, dan testimoni pembeli. Di momen-momen tertentu memberikan give away bagi konsumen yang beruntung, dan promo maupun diskon untuk pembeli. Hal yang menarik adalah memanfaatkan endorsment selebgram untuk melakukan promosi. Ini menarik karena selain meningkatkan followers yang signifikan juga meningkatkan penjualan.
MASYARAKAT SUKU ACEH DAN SUKU PAKPAK DALAM BINGKAI STRATEGI KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA Fajri Chairawati; Ariansyah Putra
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-idarah.v3i2.13119

Abstract

Masyarakat Aceh sebagai sebuah wilayah yang memiliki keragaman suku tentu akan menjalani proses akulturasi dalam kehidupan bermasyarakat. Subulussalam menjadi sebuah kota yang masyarakatnya mayoritas suku Pakpak, namun keberadaan masyarakat suku Aceh tidak dapat dihilangkan. Penelitian ini membahas tentang masyarakat suku Aceh dan suku Pakpak dalam bingkai akulturasi yang bertujuan untuk mengetahui proses komunikasi antar budaya suku Aceh dengan suku Pakpak dalam proses akulturasi serta hambatan dalam proses akulturasi suku Aceh dengan suku Pakpak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menggambarkan fenomena lapangan dengan observasi langsung, melakukan wawancara dan mencari data-data pendukung mengenai proses akulturasi suku Aceh dengan suku Pakpak di kota Subulussalam. Informan dalam penelitian ini adalah tokoh dan masyarakat suku Aceh dan suku Pak-pak di Subulussalam. Proses akulturasi masyarakat suku Aceh dengan suku Pakpak berlangsung baik. Karena kedua suku tersebut memiliki rasa saling menghargai. Proses akulturasi antara suku Aceh dan suku Pakpak mengalami hambatan dalam berkomunikasi karena adanya perbedaan bahasa. Dalam berkomunikasi sehari-hari biasanya mereka menggunakan bahasa Indonesia. Namun hambatan ini tidak menjadi permasalahan yang besar karena proses akulturasi antara kedua suku tersebut tidak terlepas dari faktor agama Islam yang saling merekatkan antara suku-suku di wilayah Subulussalam.
DA’IYAH DAN PERANNYA DALAM SYI’AR DAKWAH Fajri Chairawati Ela; Nurya Tazkiyah Putri
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1019.883 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v3i1.4838

Abstract

Penelitian ini berjudul “Da’iyah dan Perannya dalam Syi’ar Dakwah”. Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini ialah Ormas Muhammadiyah merupakan organisasi keagamaan yang menyediakan ruang bagi da’i maupun da’iyah. Islam menuntut bagi umat muslim baik itu perempuan ataupun laki-laki untuk melakukan kegiatan dakwah. Namun pada kenyataannya kegiatan dakwah masih didominasi oleh laki-laki sedangkan mad’unya bisa berupa perempuan. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui sejauh mana keterlibatan da’iyah dalam menyampaikan dakwah di masyarakat dan metode apa saja yang digunakan da’iyah dalam menyampaikan pesan dakwah serta kendala yang dialami da’iyah. Jenis penelitian yang digunakan adalah field research dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peran da’iyah pada masyarakat adalah memberi pencerahan dalam bidang agama serta membantu para da’i untuk menyampaikan pesan dakwah yang bersifat feminis, mencegah hal-hal yang melenceng dari agama dengan cara memberi contoh kepada masyarakat khususnya masyarakat dengan jenis kelamin perempuan serta menciptakan perempuan muslim yang berkemajuan. Metode dakwah yang digunakan adalah metode dakwah bil hikmah, metode dakwah Mau’izatil Hasanah dan Mujadalah. Sedangkan hambatan yang dihadapi oleh da’iyah adalah hambatan eksternal, yaitu kurangnya minat masyarakat terhadap kegiatan dakwah dan kurangnya pengkaderan di masyarakat.
EVALUASI PEMBELAJARAN PADA KELAS INTERNASIONAL FAKULTAS DAKWAH IAIN AR-RANIRY Fajri Chairawati
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 20, No 1 (2014): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v20i29.113

Abstract

Program kelas Internasional pada Fakultas Dakwah adalah suatu program baru dalam proses perkuliahan di IAIN Ar-Raniry di mana dalam pemberian materi kuliah bahasa yang digunakan oleh dosen adalah bahasa Arab dan bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pembelajaran yang diterapkan oleh dosen dengan menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris dan pemahaman mahasiswa terhadap materi kuliah yang diajarkan dengan menggunakan dua bahasa tersebut. Penelitian ini dilakukan terhadap 33 mahasiswa yang terbagi ke dalam dua kelas yaitu 12 mahasiswa kelas bahasa Arab dan 21 mahasiswa kelas bahasa Inggris yang berasal dari berbagai jurusan yang terdapat di fakultas Dakwah ditambah dengan wawancara terhadap dosen yang mengajar di kelas Internasional. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui metode pembelajaran yang diterapkan oleh dosen adalah wawancara. Sedangkan instrumen untuk mengetahui pemahaman mahasiswa terhadap materi kuliah adalah dengan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang digunakan oleh dosen ketika memberikan materi kuliah adalah metode campuran dalam artian bahwa dosen tidak hanya terpaku pada satu metode saja tetapi menggunakan beberapa metode seperti metode pemberian tugas, metode diskusi, mengarahkan dan lain sebagainya. Sedangkan pemahaman mahasiswa terhadap materi kuliah yang diajarkan dengan menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris dapat dilihat dari jawaban angket yang berkategori banyak. Hal ini disebabkan masih variatifnya bahasa yang digunakan oleh dosen ketika mengajar materi kuliah dengan kata lain bahwa di dalam proses pembelajaran di kelas penggunaan bahasa Arab dan Inggris belum sepenuhnya diterapkan. Key words : Evaluasi Pembelajaran
KEILMUAN MUBALLIGH DI KOTA BANDA ACEH Fajri Chairawati; Chairul Muluk
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 23, No 2 (2017): Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v23i2.2557

Abstract

Penelitian ini berjudul “Keilmuan Muballigh di Kota Banda Aceh”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi yang menunjukkan adanya berbagai macam corak pemikiran para muballigh dalam menyampaikan pesan dakwahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keilmuan muballigh di Kota Banda Aceh khususnya di mesjid-mesjid Kopelma Darussalam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan jumlah responden sembilan orang. Lokasi penelitian di Kopelma Darussalam yaitu di mesjid Jami’ Darussalam, mesjid Tgk. Chik di Lamnyong, mesjid Fathun Qarib, dan mesjid Baitul Muttaqin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi keilmuan muballigh di Kota Banda Aceh ada dua tingkatan yaitu kompetensi muballigh tingkat sangat memuaskan dan kompetensi muballigh tingkat memuaskan. Penyajian materinya meliputi perkataan yang disukai Rasul dalam menyampaikan rukun khutbah. Tiga nasehat dari Rasulullah kepada seorang laki-laki yang bertanya kepadanya. Pandangan Islam terhadap musibah. Strategi menghadapi perang pemikiran (Al-Ghazwul Fikri), proses dialog. Hamba yang disayang Allah, proses dialog. Jangan mudah percaya kepada orang kafir. Perbedaan sunah dan bid’ah. Mencintai Rasulullah dengan baik dan benar. Memperingati maulid Nabi penekanannya terhadap kecintaan kepada Rasulullah SAW. Sedangkan referensi yang di pedomani oleh para muballigh di Kota Banda Aceh khususnya di mesjid-mesjid Kopelma Darussalam diantaranya adalah Al-Qur’an, hadits Rasulullah (Bukhari, Muslim, Abu Daud, Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah). Kitab tafsir meliputi tafsir Quraish Shihab, tafsir Al- Wasith, tafsir Mafatihul Ghaib, tafsir Al-Kabir, tafsir Bahrul Madid fi Tabsiral-Qur’an Al-Majid, tafsir Qurtubi, tafsir Al-Qasimi. Selain itu kitab Ulumul Qur’an meliputi kitab Al-Itqan fi ‘Ulum Al-Qur’an. Syarah hadist di antara kitab Syarah Nawawi, Fathul Bari, Riyadhus Shalihin, dan software Maktabah Syamilah. Pembahasan sejarah meliputi kitab Nabawiyah, sedangkan pembahasan ibadah berupa kitab Al-Umm. Buku 100 tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah, majalah Tarbawi, situs internet berupa Islam.com dan IslamWeb.net, serta bahan ceramah orang lain, baik waktu ceramah berlangsung maupun lewat youtube. Kata Kunci: Keilmuan, muballigh
LINGKUNGAN PENDIDIKAN ISLAM DAN KONTRIBUSINYA DALAM PENDIDIKAN Fajri Chairawati
Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak (JIPA) Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak (JIPA)
Publisher : STKIP An-Nur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper examines three kinds of educational environments that play a role and also influence the success or failure of education for children. The three types of educational environment are the family environment (informal), the school environment (formal), and the community environment (non formal). The family environment is the first and foremost environment that children get. Father and mother as parents are natural educators who provide education to their children both before and after the child is born. Meanwhile, the school environment is an environment where at a certain age a child will definitely be given up by his parents to receive education in a more formal form. The educators are called teachers as professional educators. The last one is the community environment where of course the child is also a social being who interacts with the social environment around him. Educators in society here are all elements that exist in society. From the three types of environment, the results show that between one environment and another, they complement each other and have a role and contribution in providing education to children. Good and bad, the success or failure of the education obtained by children is very dependent on what they get from the three educational environments. Keywords: Islamic Education Environment, Contribution
“Roasting” Dalam Perspektif Etika Komunikasi Islam Fajri Chairawati
SADIDA Vol 3 No 2 (2023): Islamic Communications and Media Studies
Publisher : SADIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Roasting is a form of communication that involves ridiculing, ridiculing, or humorously making fun of someone or something with the aim of entertaining or producing a funny reaction. In the context of roasting, participants use sharp expressions, sarcasm, or excessive comparisons to make the interlocutor or target laugh. Roasting is often done with the aim of entertaining and strengthening social bonds, but it can also have the potential to hurt other people's feelings if it is not done wisely or crosses appropriate boundaries. This is what the author wants to study regarding roasting when viewed from the perspective of Islamic communication ethics. The method used is descriptive qualitative research type with library research. Data was obtained from books, journals, articles related to roasting and Islamic communication ethics. From the studies that have been carried out, the results show that from the perspective of Islamic communication ethics, roasting is not recommended. Islam teaches mutual respect and respect for each other, including in communicating between individuals, which includes communication ethics using good and polite language and speech.
MEMBANGUN ETOS DAKWAH DALAM KELUARGA Chairawati, Fajri
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v1i1.251

Abstract

Etos dakwah dalam bahasa yang sederhana dapat diartikan dengan semangat dakwah. Semangat dakwah ini harus dibangun dan dipupuk dengan kokoh terlebih dahulu dari dasarnya yakni keluarga. Keluarga yang terdiri dari orang tua dan anak-anak adalah suatu lembaga dakwah dalam lingkup kecil. Meskipun kecil, namun amat menentukan baik buruknya nasib suatu bangsa. Di dalamnya orang tua berperan sebagai juru dakwah yang mengajak mad’unya (dalam hal ini anak-anaknya) untuk ber amar ma’ruf nahi munkar. Jika keluarga baik, masyarakat secara keseluruhan akan ikut baik, dan jika keluarga rusak, masyarakat pun ikut rusak. Bahkan keluarga adalah miniatur umat yang menjadi sekolah pertama bagi manusia dalam mempelajari etika sosial yang terbaik. Keyword: Etos, Dakwah, Keluarga