Naili Rahmawati
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada Bandung

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Gambaran Perilaku Ibu Hamil Berdasarkan Karakteristik Ibu Dalam Mengatasi Emesis Gravidarum Di BPM Bidan A Kecamatan Warung Kondang Kabupaten Cianjur Naili Rahmawati; Ira Kartika; Evie Meliyana
Sehat MasadaJurnal Vol 13 No 1 (2019): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v13i1.70

Abstract

Latar Belakang Emesis gravidarum ringan merupakan keluhan umum (fisiologis) yang di sampaikan pada kehamilan muda, Emesis gravidarum ringan lebih sering terjadi pada usia kehamilan 6-12 minggu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Gambaran perilaku ibu hamil berdasarkan karakteristik ibu dalam mengatasi emesis gravidarum di BPM A kecamatan Warung Kondang Kabupaten Cianjur Tahun 2018. Metode penelitian adalah jenis penelitian ini menggunakan deskriptif.Populasi dalam penelitian ini ibu yang mengalami emesis gravidarum trimester 1 dengan teknik total sampling berjumlah 30 responden Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil perilaku ibu hamil dalam mengatasi emesis gravidarum lebih banyak ada pada kriteria prilaku positif dengan 16 responden (53,3%), berdasarkan umur lebih banyak ada pada umur 26-30 tahun sebanyak 13 responden (43,3%),berdasarkan pendidikan lebih banyak berpendidikan SMA sebanyak 19 responden (63,3%), berdasarkan pekerjaan lebih banyak yang tidak bekerja sebanyak 20 responden (66,7%).
Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Dalam Mengkonsumsi Tablet Zat Besi Di Praktik Mandiri Bidan ‘I’ Kabupaten Bandung Tahun 2019 Naili Rahmawati
Sehat MasadaJurnal Vol 15 No 1 (2021): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v15i1.173

Abstract

Angka anemia kehamilan di Indonesia menunjukkan nilai yang cukup tinggi. Angka anemia kehamilan trimester I (3,8%), trimester II (13,6%) dan trimester III (24,8%). Anemia defisiensi zat besi adalah anemia yang terjadi akibat kekurangan zat besi dalam darah. Salah satu penyebab anemia pada kehamilan adalah kurangnya pengetahuan dan sikap negatif dalam mengkonsumsi tablet zat besi (Fe). Tujuan penelitian untuk mengetahui pengetahuan dengan sikap ibu hamil dalam mengkonsumsi Fe di Praktik Mandiri Bidan ‘I’ Kabupaten Bandung Tahun 2019. Penelitian menggunakan prosedur penelitian deskriptif, dilaksanakan bulan Agustus sampai September 2019 . Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan pada bulan Agustus sampai September 2019 dibidan I. Jumlah sampel 30 orang, diambil menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian, ibu hamil memiliki pengetahuan cukup (60%), ibu hasil dengan pengetahuan baik (37%), ibu hamil dengan pengetahuan kurang (3%), ibu hamil dengan sikap positif dalam mengkonsumsi Fe (100%). Kesimpulan penelitian adalah sebagian besar ibu hamil memiliki pengetahuan cukup dan semua ibu hamil memiliki sikap positif dalam mengkonsumsi Fe. Untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam mengkonsumsi Fe perlu dilakukan penyuluhan secara rutin dan peningkatan distribusi Fe oleh bidan dengan kerjasama dengan kader dan puskesmas.
FACTORS CONNECTED WITH DECISION MAKING OF THE FAMILY IN THE USE OF HEALTH SERVICES AT PUSKESMAS PASIR KALIKI IN 2017 Indra Karana Napitupulu; Babygia Carolina; Naili Rahmawati
Jurnal Kesehatan Prima Vol 12, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Prima
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7.778 KB) | DOI: 10.32807/jkp.v12i2.190

Abstract

Abstract: A utilization model of health service influenced by predisposing factors, ability and needs. This study aimed to determine the factors associated with family decision making in the utilization of health services in Kelurahan Pasir Kaliki. The research type was descriptive correlation using Cross Sectional approach. Population in this research was all of population in work area UPT Puskesmas Pasir Kaliki Bandung with 95 responden. Sampling technique that used in this study was purposive sampling. The data were collected by interview using questionnaire. the data were analyzed using Chi Square test. The result showed that respondents who used health service were 84.2%, respondents with high school education 35.8%, 36.8% respondents worked as laborers, 60.0% of respondents have income below UMR and 77,9% respondents who had health insurance. The results of statistical tests show that there is a significant relationship between employments with the utilization of health services. In conclusion, there is a significant correlation between occupational factors with health service utilization (p = 0,034) with estimated risk 0.113. Keywords: Utilization of health service, puskesmas, decision-making, family.
Pengetahuan, sikap dan kepatuhan mengkonsumsi tablet zat besi selama kehamilan Naili Rahmawati; Siti Hajah Nurhajijah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i3.5075

Abstract

Knowledge, attitude, and practice of pregnant women in Bandung about intake of iron supplementsBackground: Iron deficiency anemia is a decrease in the number of red blood cells caused by too little iron. According WHO (World Health Organization), in developing countries there are 40% of maternal deaths related to anemia during pregnancy. The frequency of pregnant women in Indonesia who experience anemia is still very high, namely 63.5% compared to only 6% in America. The number of pregnant women who experience anemia is due to a lack of knowledge of the mother, amounting to 45.6% of pregnant women do not know the consequences of anemia, do not regularly consume Fe tablets, and do not understand how to consume Fe tablets properly. Purpose: To determine the Knowledge, attitude, and practice of pregnant women in Bandung about intake of iron supplementsMethod:  Quantitative research with a cross-sectional approach. Data collected using primary data, conducted in August - September 2019. The population was pregnant women at private clinics. Sampling was carried out using the accidental sampling technique of 30 people. Data got by interviewing the questionnaire instrument. Analysis of the data used using the Spearman test.Results: Finding of the variable age at risk (≥35 years) of 22 (73.33%) respondents, higher education 21 (70%) respondents, as housewives 15 (50%) respondents, multigravida parity 18 (60%) ) respondents. Poor of knowledge 16 (53.33%) respondents, positive attitude 18 (60%) respondents, compliance intake of iron supplements  18 (60%) respondents.Conclusion: There is a significant relationship of knowledge, attitude, and compliance intake of iron supplements (p-value <0.05).Keywords: Knowledge; Attitude; Pregnant women; Compliance; Intake of iron supplementsPendahuluan: Anemia defisiensi zat besi adalah perurunan jumlah sel darah merah yang disebabkan oleh zat besi yang terlalu sedikit. Menurut WHO (World Health Organization), di negara berkembang terdapat 40 % kematian ibu berkaitan dengan anemia dalam kehamilan. Frekuensi ibu hamil di Indonesia yang mengalami anemia masih sangat tinggi yaitu 63,5% dibandingkan di Amerika hanya 6 %. Banyaknya ibu hamil yang mengalami anemia disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu, sebesar 45,6% ibu hamil tidak mengetahui akibat dari anemia, tidak teratur dalam mengkonsumsi tablet Fe, dan tidak memahami cara mengkonsumsi tablet Fe secara tepat.Tujuan: Mengetahui adanya hubungan pengetahuan, sikap dan kepatuhan mengkonsumsi tablet zat besi selama kehamilanMetode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Data yang dikumpulkan menggunakan data primer. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus - September 2019. Populasinya ibu hamil di Praktik Mandiri Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sumpling sebanyak 30 orang. Data yang diperoleh dengan wawancara instrument kuesioner. Analisis data yang digunakan menggunakan uji Spearman.Hasil: Didapatkan variabel usia beresiko (≥35 tahun) 22 (73,33%) responden, pendidikan tinggi 21 (70%) responden, pekerjaan ibu rumah tangga 15(50%) responden, paritas multigravida 18(60%) responden pengetahuan buruk sebanyak 16 (53.33%) responden, sikap positif 18 (60%) responden, dan kategori patuh sebanyak 18 (60%) responden.Simpulan: Adanya hubungan antara pengetahuan, sikap dan kepatuhan mengkonsumsi tablet zat besi selama kehamilan (p-value < 0,05). 
Upaya Pencegahan Anemia Pada Ibu Hamil Dengan Penyuluhan Dan Pemberian Tablet Zat Besi Di Desa Mandalasari Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung Naili Rahmawati; Ela Silmy Nurmala; Cahyani Berliani; Eva Nurlela Aprilia
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3629

Abstract

ABSTRAK Anemia adalah masalah yang banyak terjadi pada ibu hamil. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa terdapat 52% ibu hamil yang mengalami anemia di negara berkembang. Di Indonesia (Susenas dan Survey Depkes-Unicef) dilaporkan bahwa dari sekitar 4 juta ibu hamil, separuhnya mengalami anemia gizi dan satu juta lainya mengalami kekurangan energi kronis. Tujuan setelah kegiatan penyuluhan dan pemberian tablet zat besi, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa kegiatan penyuluhan dan pemberian tablet zat besi. Terdapat peningkatan pengetahuan tentang tablet zat besi dan tablet zat besi sudah diberikan kepada ibu hamil di Desa Mandalasari Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung. Kata Kunci : Anemia, Ibu Hamil, Penyuluhan, Pemberian, Tablet Zat Besi.  ABSTRACT Anemia is a problem that occurs in many pregnant women. World Health Organization (WHO) reported that there are 52% of pregnant woman who experience anemia in developing countries. In Indonesia (Susenas and Depkes-Unicef Survey) it is reported that of about 4 million pregnant women, half have nutritional anemia and one million suffer from chronic energy deficiency. The aim after extension activities and giving of iron tablet expexted to be able to increase knowledge and increase in hemoglobin (hb) levels in pregnant women. The activities carried out in the form extension activities and and giving of iron tablet. There is an increase in knowledge and iron tablet has given to pregnant women the Mandalasari veleage Cikancung Sub District Bandung District. Keywords: Anemia, Pregnant Woman, experience, Given, Iron tablet.
PENGETAHUAN BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN IBU HAMIL DALAM MENGKONSUMSI TABLET ZAT BESI Naili Rahmawati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i2.3533

Abstract

KNOWLEDGE RELATING TO PREGNANT WOMEN'S ACTIONS IN EATING IRON TABLETS Background: According WHO (World Health Organization), in developing countries there are 40% of maternal deaths related to anemia during pregnancy. The frequency of pregnant women in Indonesia who experience anemia is still very high, namely 63.5% compared to only 6% in America. The number of pregnant women who experience anemia is due to a lack of knowledge of the mother, amounting to 45.6% of pregnant women do not know the consequences of anemia, do not regularly consume Fe tablets, and do not understand how to consume Fe tablets properly. Knowledge is a very important domain in shaping one's actions. Knowledge is one of the factors to create a person’s attitude. Good knowledge about the importance of iron will create a positive attitude towards adherence in consuming iron tablets. Knowledge of the benefits of something can affect the intention to participate in an activity. Knowledge of the benefits and bad consequences of something will create an attitude an intention, then from that attitude an intention will be arisen. The next intention will determine whether the activity will be carried out or not.Purpose: The objective of  this study is to determine  the correlation of knowledge and actions of pregnant women in  consuming iron tablet at the Midwives Independent Practice ‘I’.Methods:  This research is a quantitative study with cross sectional approach. Data were collected using primary data. The research was conducted in August - September 2019. The population in this study were pregnant women at Praktik Mandiri Midwife I, as a sample. In this study, some of the pregnant women at the Midwife's Independent Practice I. Sampling was carried out using the accidental sumpling technique as many as 30 people. With the inclusion criteria, they can write, read, understand Indonesian and be in good health. Researchers used primary data, namely data obtained by interviewing a questionnaire instrument. Analysis of the data used in this study consisted of two stages of analysis as follows: univariate analysis. Univariate analysis and analysis of research data were carried out using the Spearman test.Results: The results showed that 97% of pregnant women had good knowledge, 3% of pregnant women with less knowledge, and 100% of pregnant women with positive action in consuming iron tablets. Bivariate analysis using the Spearman test shows that there is a significant relationship between knowledge and actions of pregnant women in consuming iron tablets.Conclusions: There is  a significant correlation conclusion between knowledge and actions of pregnant women in consuming iron tablets . To increase the knowledge and actions of pregnant women in consuming iron tablets is required a counseling routinely and  incresed distribution of iron tablet through cross program and cross sectoral activities. Suggestion to increase the knowledge of pregnant women in consuming iron tablets, it is necessary to conduct regular counseling by midwives in collaboration with the health center. Keywords: knowledge, actions, pregnant women, iron tablet ABSTRAK Latar Belakang: Menurut WHO (World Health Organization), di negara berkembang terdapat 40 % kematian ibu berkaitan dengan anemia dalam kehamilan. Frekuensi ibu hamil di Indonesia yang mengalami anemia masih sangat tinggi yaitu 63,5% dibandingkan di Amerika hanya 6 %. Banyaknya ibu hamil yang mengalami anemia disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu, sebesar 45,6% ibu hamil tidak mengetahui akibat dari anemia, tidak teratur dalam mengkonsumsi tablet Fe, dan tidak memahami cara mengkonsumsi tablet Fe secara tepat. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang. Pengetahuan adalah salah satu faktor yang membentuk sikap seseorang. Pengetahuan yang baik  tentang pentingnya zat besi akan membentuk sikap yang positif terhadap kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet zat besi. Pengetahuan tentang manfaat sesuatu hal dapat mempengaruhi niat untuk ikut dalam suatu kegiatan, Pengetahuan akan segi manfaat dan akibat buruk sesuatu hal akan membentuk sikap, kemudian dari sikap itu akan muncul niat. Niat yang selanjutnya akan menentukan apakah kegiatan akan dilakukan atau tidak.Tujuan: Mengetahui Hubungan antara Pengetahuan dengan Tindakan Ibu Hamil dalam mengkonsumsi Tablet Zat Besi di Praktik Mandiri Bidan ‘I’.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Data yang dikumpulkan menggunakan data primer. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus - September 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil di Praktik Mandiri Bidan I, Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari ibu hamil di Praktik Mandiri Bidan I. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sumpling sebanyak 30 orang. Dengan kriteria inklusi bisa menulis,  membaca, memahami bahasa indonesia dan dalam kondisi sehat. Peneliti menggunakan data primer, yaitu data yang diperoleh dengan wawancara dg instrument kuesioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua tahapan analisis sebagai berikut: analisis univariat Analisis univariat dan Analisis data penelitian dilakukan dengan menggunakan uji Spearman.Hasil: Hasil penelitian diperoleh 97%  ibu hamil memiliki pengetahuan baik, dan 3% ibu hamil dengan pengetahuan kurang, dan 100% ibu hamil dengan tindakan positif dalam mengkonsumsi tablet besi. Analisis bivariat dengan uji spearman diketahui bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan tindakan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet zat besi.Kesimpulan : Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan tindakan ibu hamil dalam  mengkonsumsi tablet besi.Saran Untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet zat besi perlu dilakukan penyuluhan secara rutin oleh bidan dengan kerjasama dengan puskesmas. Kata Kunci : pengetahuan, tindakan, ibu hamil, tablet besi 
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS MENGENAI BABY BLUES DI RUANGAN RAWAT INAP NIFAS RSUD KOTA BANDUNG Naili Rahmawati; Astriani Astriani
Sehat MasadaJurnal Vol 16 No 2 (2022): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baby blues merupakan perasaan hipersensitif yang wajar terjadi pada ibu setelah melahirkan, tetapi yang perlu diwaspadai, hal ini dapat bertambah serius dan bertahan lama yang biasanya disebut dengan postpartum depression. Pengetahuan seseorang dapat diinterpretasikan dengan skala yang bersifat kualitatif, yaitu pengetahuan baik : 76 % - 100 , pengetahuan cukup : 60 % - 75 %, pengetahuan kurang : < 60 %. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas mengenai baby blues meliputi pengetahuan baby blues secara umum, pengertian baby blues, tanda gejala baby blues, penyebab baby blues, dan pencegahan baby blues. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan populasi 30 orang ibu nifas Instrument penelitian yang digunakan berupa kuesioner yang disebarkan kepada responden ibu nifas yang dirawat di ruang rawat inap RSUD Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan ibu nifas secara umum mengenai baby blues sudah baik 63%, pengetahuan ibu nifas mengenai pengertian baby blues sudah baik 73%, pengetahuan ibu nifas mengenai tanda gejala baby blues sudah baik 63%, pengetahuan ibu nifas mengenai penyebab baby blues sudah baik 83%, pengetahuan ibu nifas mengenai pencegahan baby blues sudah baik 53%.
Pengetahuan Ibu Nifas Mengenai Baby Blues di Ruangan Rawat Inap Nifas RSUD Kota Bandung Maya Indriati; Naili Rahmawati; Astriani Astriani
Sehat MasadaJurnal Vol 17 No 1 (2023): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v17i1.407

Abstract

Baby blues merupakan perasaan hipersensitif yang wajar terjadi pada ibu setelah melahirkan, tetapi yang perlu diwaspadai, hal ini dapat bertambah serius dan bertahan lama yang biasanya disebut dengan postpartum depression. Pengetahuan seseorang dapat diinterpretasikan dengan skala yang bersifat kualitatif, yaitu pengetahuan baik : 76 % - 100 , pengetahuan cukup : 60 % - 75 %, pengetahuan kurang : < 60 %. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas mengenai baby blues meliputi pengetahuan baby blues secara umum, pengertian baby blues, tanda gejala baby blues, penyebab baby blues, dan pencegahan baby blues. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan populasi 30 orang ibu nifas Instrument penelitian yang digunakan berupa kuesioner yang disebarkan kepada responden ibu nifas yang dirawat di ruang rawat inap RSUD Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan ibu nifas secara umum mengenai baby blues sudah baik 63%, pengetahuan ibu nifas mengenai pengertian baby blues sudah baik 73%, pengetahuan ibu nifas mengenai tanda gejala baby blues sudah baik 63%, pengetahuan ibu nifas mengenai penyebab baby blues sudah baik 83%, pengetahuan ibu nifas mengenai pencegahan baby blues sudah baik 53%.
Pengaruh pijat laktasi pada ibu nifas terhadap produksi ASI Naili Rahmawati; Indra Karana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i1.8607

Abstract

Background: The factor that influences breastfeeding is the feeling of comfort after giving birth. One way to stimulate the hormone oxytocin and increase comfort is with lactation massage. Profile of exclusive breastfeeding in West Java as many as 349,968 (46.4 percent) infants aged 0-6 months out of 754,438 babies 0-6 months who received exclusive breastfeeding, however Bandung City that have exceeded the national target of about 97.4 percent.Purpose: To determine the effect of lactation massage on breast milk production in Midwives Independent Practice ‘D’ Bandung City.Method: A quasi-experimental research type with a posttest-only design. The sampling technique used purposive sampling with a number of participants as many as 30 people. Data were collected using a checklist and processed by statistical tests, namely the independent sample T-test.Results: The results show that the bivariate analysis test showed that significant relationship between the effect of lactation massage on postpartum mothers on milk production with the p-value was 0,000 < 0.05.Conclusion: There is a significant effect of lactation massage on milk production in postpartum mothers.Keywords: Post-Partum; Lactation; Massage; Breast Milk Production.Pendahuluan: Faktor yang mempengaruhi pemberian ASI adalah rasa nyaman setelah melahirkan. Salah satu cara untuk merangsang hormon oksitosin dan meningkatkan rasa nyaman adalah dengan pijat laktasi. Profil Pemberian ASI eksklusif di Jawa Barat sebanyak 349.968 (46,4 persen) bayi umur 0-6 bulan dari 754.438 jumlah bayi 0-6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif, walaupun demikian Kota Bandung telah melampaui target nasional, yaitu 97,4 persen.Tujuan: Mengetahui pengaruh pijat laktasi terhadap produksi ASI di Praktik Mandiri Bidan ‘D’ Kota Bandung.Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi eksperimental dengan desain posttest only. Tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 30 orang. Data dikumpulkan dengan lembar cek list dan diolah dengan uji statistic yakni uji independen sample T-test.Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa hasil uji analisis bivariat, didapatkan hubungan yang signifikan pengaruh pijat laktasi pada ibu nifas terhadap produksi ASI dengan nilai p-value yaitu 0,000 < 0,05.Simpulan: Terdapat pengaruh pijat laktasi terhadap produksi ASI pada ibu nifas secara signifikan. 
HUBUNGAN PEMBERIAN NUTRISI DENGAN KEJADIAN REGURGITASI DI PMB BIDAN L KOTA BANDUNG Gina Rismaliani; Maya Indriati; Naili Rahmawati
Zona Kebidanan: Program Studi Kebidanan Universitas Batam Vol 13 No 3 (2023): AGUSTUS
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/zkeb.v13i3.1207

Abstract

Regurgitation or spitting up is the backflow of stomach contents into esophagus, out through mouth and is not accompanied by contractions of the abdominal muscles. This research will be conducted using primary data and secondary data. This study entitled "The Relationship between Nutrition and Regurgitation" was conducted at PMB Bandung City with the primary data obtained. In this study, a cross-sectional research design was used using a quota sampling technique so that a total of 30 samples were obtained. it can be seen that the majority of respondents provided nutrition in the form of breast milk to their babies, namely as many as 15 people or 50%, 21 respondents (56.67%) experienced mild regurgitation. Based on the results fisher's exact test, it shows that p-value 0.048 0.05 or rejects H0. This shows that there is sufficient evidence to state that there is an effect between provision of nutrition and incidence of regurgitation at a significant level of α 5%. From 30 respondents, based on the incidence of regurgitation, it can be seen that majority of respondents provided nutrition in form of breast milk to their babies, namely as many as 15 people or 50%. While 9 respondents or 30% provided nutrition in the form of formula milk and 6 respondents (20%) provided combination nutrition between breast milk and formula milk. results of analysis using FiSher showed that there was sufficient evidence to state that there was an effect between the provision of nutrition and the incidence of regurgitation at a significant level of α 5%