p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sehat Masada
Mayarani Mayarani
STIKes Dharma Husada Bandung, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Penggunaan Komputer dan Gadget Terhadap Penurunan Tajam Penglihatan Mayarani Mayarani; Risfa Nanda Aulia
Sehat MasadaJurnal Vol 16 No 1 (2022): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v16i1.268

Abstract

Pengguna internet di Indonesia yang berasal dari kalangan anak-anak dan remaja mencapai 30 juta. Pada pengguna komputer, sebagian besar darinya menghabiskan waktu berjam-jam menatap layar komputer, tanpa mengistrahatkan mata. Dimana penggunaan komputer dalam waktu yang cukup lama tanpa istrahat menyebabkan kelelahan pada mata dan risiko terjadinya stres yang berulang pada otot-ototmata yang bisa berlanjut pada penurunan fungsi otot-otot mata sehingga berefek pada gangguan penglihatan/penurunan visus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan komputer dan gadget terhadap penurunan tajam penglihatan. Jenis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah data skunder yaitu data yang diperoleh dari jurnal, dan internet. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, yaitu membandingkan 5 judul artikel nasional dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2019. Hasil studi menunjukkan terdapat kesamaan bahwa ada hubungan antara penggunaan komputer dan Gadget dengan intensitas waktu yang lama dan jarak pendang yang dekat, akan mengakibatkan penurunan tajam penglihatan. Dengan demikian saran yang dapat dibentuk sebaiknya pengguna Gadget untuk tidak bermain gadget dalam intensitas waktu yang lama dan lakukan kiat 20-20-20, yaitu mengalihkan pandangan dari layar setiap 20 menit untuk menatap objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter selama 20 detik.Dengan jarak maksimal 30 cm ketika menatap layar gadget atau komputer. Menyesuaikan posisi layar, untuk mengurangi refleksi cahaya dan seringlah berkedip untuk melembabkan mata.
Penanganan Assessment Functional Pada Anak Low Vision Tri Suci Mulia; Mayarani Mayarani
Sehat MasadaJurnal Vol 15 No 2 (2021): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v15i2.283

Abstract

Gangguan penglihatan merupakan masalah kesehatan yang penting, terutama pada anak, mengingat 80% informasi selama 12 tahun pertama kehidupan anak di dapat melalui penglihatan. Low vision didefinisikan sebagai ketajaman visual kurang dari 6/18 tetapi sama dengan atau lebih baik dari 3/60 dan luas lapang pandang kurang dari 10 derajat. Secara global, ada 124 juta orang dengan gangguan penglihatan. Sekitar 65 juta dari mereka memiliki low vision yang tidak dapat kembali dan membutuhkan pelayanan low vision. Penggunaan alat bantu low vision hanya mampu membantu peserta dengan hambatan penglihatan low vision yang rendah. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui media penanganan low vision pada anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah literature review dengan jumlah 4 jurnal yang membahas tentang media yang digunakan dalam menangani anak low vision. Hasil penelitian didapatkan bahwa media exploratory play, garismatika, kartu kata mengalami kenaikan kemampuan dalam proses belajar tetapi tidak stabil dan media bold line book menyatakan stabil. Sehingga media bold line book lebih praktis digunakan dalam menangani proses belajar pada anak low vision. Kesimpulan dari hasil kajian literature ini menyatakan bahwa media exploratory play, garismatika, kartu kata, bold line book dapat membantu proses belajar pada anak low vision.
Gambaran Fungsi Penglihatan Stereoskopis pada Orang dengan Simulasi Anisometropia Kelas I, Kelas II, dan Kelas III Mayarani Mayarani; Fitri Dewi Pebriyanti
Sehat MasadaJurnal Vol 13 No 1 (2019): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anisometropia adalah keadaan dimana terdapat perbedaan kekuatan refraksi sebanyak 1.00 Dioptri atau lebih, baik pada salah satu mata maupun derajat kelainannya. Anisometropia diklasifikasi menjadi tiga macam yaitu kelas I, kelas II, dan kelas III. Semakin berat derajat anisometropia semakin tinggi kemungkinan gangguan penglihatan yang mungkin terjadi. Salah satu gangguan tersebut adalah gangguan penglihatan stereoskopis. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran fungsi penglihatan stereoskopis pada orang dengan simulasi anisometropia kelas I, kelas II, dan kelas III. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan descriptive cross-sectional study. yang dilakukan pada orang emmetropia dengan dijadikan simulasi anisometropia dimulai dari lensa anisometropia kelas III, kelas II, dan kelas I. Setelah itu dilakukannya pemeriksaan penglihatan stereoskopis dengan menggunakan Titmus Fly Stereo Acuity Test. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Sampel didalam penelitian ini menggunakan metode stratified sampling, yaitu 30 orang dibagi menjadi 10 orang simulasi anisometropia kelas I, 10 orang untuk kelas II, dan 10 orang untuk kelas III. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa klasifikasi simulasi anisometropia kelas I, kelas II, dan kelas III penglihatan stereoskopisnya 100% terganggu. Disarankan untuk pasien anisometropia yang tidak terkoreksi untuk melakukan pemeriksaan binokuler.
Pengetahuan Sopir Angkot Antapani - Ciroyom Tentang Bahaya dan Resiko Paparan Sinar Ultraviolet Mayarani Mayarani; Farida Azzahra
Sehat MasadaJurnal Vol 14 No 2 (2020): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata adalah salah satu indera yang penting bagi manusia. melalui mata, manusia menyerap informasi visual yang digunakan untuk melaksanakan berbagai kegiatan. Paparan banyak sinar ultra violet (matahari), dapat memberikan kerusakan terbatas pada kornea hingga kerusakan pada lensa dan retina. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan sopir angkot antapani ciroyom tentang bahaya dan resiko paparan sinar ultraviolet. Jenis penelitian ini deskriftif dengan pendekatan survey cross sectional. Jumlah sampel sebayak 30 responden yang diambil secara sistematik random sampling. Data yang digunakan yaitu data primer. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 30 responden yang memiliki pengetahuan baik berdasarkan pendidikan SMP sebanyak 12 responden (40.0%). pengetahuan berdasarkan pengalaman yaitu 30 responden (100%) dengan lama mengemudi lebih dari satu tahun. pengetahuan berdasarkan sumber informasi yaitu tidak mengetahui sebanyak 22 responden (73.3%) tidak mengetahui pengetahuan melalui media radio, internet dan penyuluhan.
Angka Kejadian Penurunan Tajam Penglihatan Akibat Diabetes Mellitus di Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung Mayarani Mayarani; Indah Rahmasari
Sehat MasadaJurnal Vol 13 No 2 (2019): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan penglihatan dan kebutaan di Indonesia terus mengalami peningkatan. Penyebab gangguan penglihatan dan kebutaan salah satunya adalah Retinopati Diabetik. Retinopati diabetik merupakan salah satu komplikasi serius pada Diabetes Melitus. Diabetes Mellitus dapat menyebabkan kerusakan yang permanen pada retina, yang mengakibatkan penurunan tajam penglihatan sampai kebutaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka kejadian penurunan tajam penglihatan pada pasien dengan diabetes melitus di Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif, dengan pendekatan retrospektif, serta pengumpulan dan pengamatan data sekunder. Hasil penelitian didapatkan angka kejadian penurunan tajam penglihatan akibat diabetes mellitus yaitu 95,5%, dengan jenis kelamin perempuan lebih banyak (68,5%) dibandingkan laki-laki (31,5%). Berdasarkan usia, kelompok usia ≥40 tahun lebih banyak mengalami penurunan tajam penglihatan (78,2%), dibandingkan kelompok usia <40 tahun (21,8%). Pasien disarankan untuk memeriksakan kesehatan matanya secara teratur sebagai salah satu upaya mencegah komplikasi mata lebih lanjut, mengontrol kadar gula darah, dan mengatur pola makan dengan baik.