Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Dan Pelatihan Penyusunan Menu Diet Harian Penderita Penyakit Kronis Di Klinik Pratama Semarang Dina Fatmawati; Anita Soetoko
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v2i2.184

Abstract

Penyakit kronis dapat menyebabkan terjadinya beberapa komplikasi yang dapat berakibat menurunnya kualitas hidup sesorang. Asupan gizi memiliki peran penting dalam mengendalikan progresivitas penyakit kronis. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kepada peserta tentang penyakit kronis dan meningkatkan ketrampilan peserta dalam menyusun menu diet harian yang sehat dan bergizi seimbang sesuai kebutuhan masing-masing. Kegiatan ini dilakukan secara bertahap dengan metode ceramah, diskusi dan pelatihan penyusunan menu diet harian. Peserta dari kegiatan ini adalah penderita penyakit kronis dan anggota keluarganya. Evaluasi untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peserta tentang penyakit kronis dengan cara memberikan pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukan peningkatan sejumlah 100% jawaban benar oleh seluruh peserta pada kegiatan posttest. Untuk evaluasi keberhasilan kegiatan pelatihan penyusunan menu diet harian, dinilai dari kemampuan peserta dalam menyusun menu diet harian yang sehat dan bergizi seimbang sesuai dengan kebutuhan kalori total harian masing-masing. Hasil evaluasi dari kegiatan tersebut didapatkan 80% peserta mampu menyusun menu diet harian dengan baik. Dari hasil evaluasi masing-masing kegiatan dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta tentang penyakit kronis dan ketrampilan peserta dalam penyusunan menu diet harian yang sehat dan bergizi seimbang  yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Kata Kunci : Penyakit kronis, Pengetahuan, Pelatihan, Penyusunan menu diet.
Meningkatkan Kualitas Hidup Penderita Gangguan Metabolik di Klinik Pratama Semarang melalui Pelatihan Pengaturan Diet dan Senam Kaki Anita Soraya Soetoko; Dina Fatmawati Soetoko
Jurnal ABDIMAS-KU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 1, No 3 (2022): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.687 KB) | DOI: 10.30659/abdimasku.1.3.126-133

Abstract

Gangguan metabolik merupakan salah satu jenis gangguan kesehatan yang banyak diderita oleh penduduk dunia, salah satunya adalah Indonesia. Salah satu penyakit gangguan metabolik yang menjadi perhatian pemerintah Indonesia saat ini adalah diabetes. Kendali terhadap resiko komplikasi penyakit ini perlu dilakukan sebagai upaya peningkatan kualitas hidup penderitanya. Rendahnya pengetahuan penderita akan pengelolahan penyakit ini dapat memperbesar resiko terjadinya komplikasi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penderita gangguan metabolik, terutama diabetes di Klinik Pratama Eka Sakti dalam upaya pencegahan komplikasi melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan pengaturan diet dan senam kaki. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah ceramah dan diskusi dengan menggunakan media power point dan pembagian leaflet, serta untuk kegiatan pelatihan diadakan pemutaran video dan praktik langsung melakukan gerakan senam kaki. Evaluasi untuk mengukur keberhasilan program dilakukan dengan menggunakan pretest dan postest, serta observasi secara langsung kemampuan peserta dalam mempraktikkan gerakan senam kaki yang diajarkan. Hasil evaluasi kegiatan, didapatkan peningkatan pengetahuan peserta dalam pengaturan diet yang benar sebesar 97% dan evaluasi kemampuan peserta dalam memperagakan gerakan senam kaki setelah kegiatan mencapai angka 100%. Kesimpulan: kegiatan pelatihan pengaturan diet dan senam kaki sebagai upaya peningkatan kualitas hidup penderita gangguan metabolik menunjukan keberhasilan program. Metabolic disorders are one of the most common health problems suffered by the world's population, one of which is Indonesia. One of the metabolic disorders that are of concern to the Indonesian government today is diabetes. Control of the risk of complications of this disease needs to be done as an effort to improve the quality of life of the sufferer. The patient's low knowledge of the management of this disease can increase the risk of complications. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of people with metabolic disorders, especially diabetes at the Eka Sakti Pratama Clinic in an effort to prevent complications through counseling and training on diet management and foot exercises. The methods used in this activity are lectures and discussions using power point media and distribution of leaflets, as well as for training activities video screenings are held and direct practice of doing foot exercises. Evaluation to measure the success of the program was carried out using a pretest and posttest, as well as direct observation of the participants' abilities in practicing the foot exercises that were taught. The results of the activity evaluation showed an increase in participants' knowledge in correct dietary settings by 97% and an evaluation of the participants' ability to demonstrate leg gymnastics after the activity reached 100%. Conclusion: training activities for diet regulation and foot exercises as an effort to improve the quality of life of people with metabolic disorders show the success of the program.
Pemberdayaan Kader PKK Desa Gaji Dalam Pemanfaatan Umbi Gembili (Dioscorea Esculenta) Sebagai Pangan Fungsional Dalam Upaya Pencegahan Stunting Anita Suroyo Soetoko; Dina Fatmawati
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v3i2.409

Abstract

Stunting merupakan permasalahan yang masih menjadi perhatian utama pemerintah Indonesia. Beberapa upaya pencegahan terhadap stunting telah dilakukan namun belum mencapai hasil yang diharapkan, salah satunya karena rendahnya tingkat pengetahuan terkait stunting dan upaya pencegahannya melalui perbaikan gizi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader PKK desa Gaji tentang stunting dan pemanfaatan umbi gembili sebagai pangan fungsional untuk pencegahan stunting. Metode yang digunakan pada kegiatan meliputi beberapa tahap yaitu penyuluhan stunting, pemberdayaan pemanfaatan umbi gembili, dan monitoring dan evaluasi. Evaluasi tingkat pengetahuan dilakukan dengan pembagian kuisioner saat pre dan post kegiatan. Hasil kegiatan ini didapatkan peningkatan persentase jawaban benar peserta pada penilaian postest lebih dari 95%. Hasil tersebut dapat disimpulkan adanya keberhasilan kegiatan pemberdayaan ini dalam meningkatkan pengetahuan kader PKK desa Gaji tentang stunting dan pemanfaatan umbi gembili sebagai pangan fungsional untuk pencegahan stunting.  
Risk Factors of Sleep Quality in the Incidence of Burnouts Syndrome: An Analytical Observational Study of Medical Education Students Dicky Timoti Tantono; Rizkie Woro Hastuti; Anita Soraya Soetoko
Journal of Advanced Multidisciplinary Research Vol 4, No 1 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jamr.4.1.30-35

Abstract

Burnout syndrome is a condition caused by long-term job stress. Poor sleep quality can have a negative impact on cognitive function, and emotional control which can increase the risk of developing burnout syndrome. This study aims to determine whether there are risk factors for sleep quality in the incidence of burnout syndrome among medical students. An observational study with a cross-sectional design was conducted with 157 medical students at the Sultan Agung Islamic University, Semarang. Data collection was carried out using the Maslach Burnout Inventory - Student Survey and the Pittsburgh Sleep Quality Index which assessed both variables within 1 month. The test used the frequency distribution and prevalence ratio test with a confidence interval (CI) of 95% (α=0.05). The prevalence of poor sleep quality and burnout syndrome is 73.2% and 21%. The results of the analysis using prevalence ratio calculations showed that there was an increased risk of burnout syndrome due to poor sleep quality by 3.6 times with a 95% confidence interval of 1.176-11.340. From these results it can be concluded that students with poor sleep quality are 3.65 times more likely to experience burnout syndrome than those with good sleep quality.
Edukasi Pemanfaatan Buah Pare Sebagai Sumber Antioksidan Bagi Penderita Diabetes di Klinik Mugi Sehat, Jatingaleh Kota Semarang Chodijah Chodijah; Titiek Sumarawati; Eni Widayati; Anita Soraya Soetoko; Suparmi Suparmi
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v6i1.1262

Abstract

Pemanfaatan buah pare sebagai antioksidan untuk penderita diabetes perlu disebarluaskan ke masyarakat agar meningkatkan pengetahuan sehingga dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes. Pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pasien diabetes di Klinik Mugi Sehat, Jatingaleh Kota Semarang. Edukasi di Klinik Mugi Sehat, Jatingaleh Kota Semarang bermanfaat menambah pengetahuan peserta tentang peran buah pare sebagai sumber antioksidan bagi penderita diabetes. Edukasi mengenai manfaat pare untuk penderita diabetes dilakukan melalui penyuluhan menggunakan media power point, selain itu juga dilakukan pengukuran kadar glukosa darah, kadar asam urat dan pelatihan senam lansia. Hasil PkM ini diharapkan dapat mendukung kemandirian bahan baku obat dari sayuran yang biasa dikonsumsi masyarakat untuk diabetes dan penyakit degeratif lainnya. PkM selanjutnya perlu dilakukan dengan memberikan pelatihan teknik memasak pare yang baik sebagai sumber antioksidan untuk mencegah atau mengobati diabetes.