Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PARADIGMA MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA BERBASIS SPIRITUAL (SPIRITUAL BASED HUMAN RESOURCES MANAGEMENT) TERHADAP KORPORASI HADI PERISTIWO
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.131 KB) | DOI: 10.32678/ijei.v6i1.27

Abstract

Abstract. Spiritual Based Human Resources Management Paradigm to Corporation. Management comes into the world as a basic necessity on the individual relationship in the society. Every activity always have main aim to be reached in the present and future. Crystallization of management thinking begins on a certain time to develop and expand experiences renewal. The existence of the company becomes main source of people’s live. The potential of the Muslim community into company resources (employee) can be utilized to increase the employee’s performance religious. But, the reality still happen today that the employee’s attitude far from religious behaviour. For the example: still a lot of woman employee which undress well as order as religion instruction, furthermore the behaviour and lifestyle become secular and materialistic. Spiritual Based Human Resources Management is one of coherent concept between modern management and spiritual's values. There are two phases of Developing spiritualitas's meaning, first on spiritual aspect developing (inner growth's phase) and the second phase is manifestation of the first phase results in everyday real life. Furthermore, self-actualization based on internal motivation will be reflected as a framework of spiritual based human resources management, including personal behavior of people in work, business or organization. Abstrak. Paradigma Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Spiritual (Spiritual Based Human Resources Management) Terhadap Korporasi. Manajemen lahir sebagai tuntunan perlunya pengaturan hubungan antara individu dalam lingkungan masyarakat serta pada dasarnya setiap aktifitas atau kegiatan selalu memiliki tujuan yang ingin dicapai. Kristalisasi pemikiran manajemen mulai berkembang  pada kurun waktu tertentu dan berkembang serta mengalami berbagai pembaruan. Keberadaan perusahaan menjadi sumber utama kehidupan  masyarakat.  Potensi masyarakat muslim yang menjadi sumber daya perusahaan (karyawan) diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja karyawannya secara religius. Akan tetapi kenyataan yang terjadi adalah masih banyak perilaku karyawan perusahaan yang  tidak religius, misalnya: masih banyak karyawan perusahaan khususnya wanita yang menggunakan pakaian yang tidak menutup aurat (pakaian mini), perilaku maupun pandangan hidup karyawan yang sekuler serta materialistis. Manajemen sumber daya manusia berbasis spiritual (Spiritual Based Human Resources Management) adalah sebuah konsep terpadu antara manajemen modern dengan nilai-nilai spiritual. Makna spiritualitas berkembang sedemikian rupa, spiritualitas dilihat sebagai sebuah proses dalam dua fase perkembangan, pertama pada fase perkembangan aspek batin (inner growth) dan kedua pada fase manifestasi hasil batin tersebut dalam kehidupan sehari-hari di dunia nyata. Dalam kerangka manajemen sumber daya manusia berbasis spiritual, perilaku orang dalam bekerja, berbisnis atau berorganisasi adalah aktualisasi diri yang bersumber pada  internal motivation.
ANALISIS MINAT INVESTOR DI KOTA SERANG TERHADAP INVESTASI SYARIAH PADA PASAR MODAL SYARIAH HADI PERISTIWO
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.389 KB) | DOI: 10.32678/ijei.v7i1.7

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan latar belakang bahwa untuk lebih mengenalkan dan mengembangkan pasar modal syariah, maka diperlukan adanya kekuatan suatu basis investor lokal (daerah) serta ketersediaan produk investasi syariah dalam jangka panjang. Kajian penelitian ini dilakukan terhadap investor yang yang berdomisili di Kota Serang Provinsi Banten. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode analisis kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif yaitu data penelitian yang disajikan dalam bentuk grafik atau tabel. Analisis serta interpretasi lebih lanjut dilakukan atas faktor-faktor yang sangat berpengaruh signifikan terhadap minat investor untuk berinvestasi syariah. Terdapat 2 (dua) faktor yang paling menentukan (signifikan) terhadap minat investor untuk berinvestasi syariah. Pertama adalah kehalalan terhadap imbal hasil yang akan diperoleh dalam berinvestasi efek-efek syariah. Kedua adalah keyakinan bahwa efek syariah tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Berdasarkan atas hasil serta analisis kajian penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar investor di Kota Serang berminat untuk berinvestasi syariah pada pasar modal syariah
ENTREPRENEURIAL QUOTIENT (ENTRE-Q): KECERDASAN WIRAUSAHA Hadi Peristiwo
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.899 KB) | DOI: 10.32678/ijei.v4i2.13

Abstract

Seorang wirausahawan yang memiliki kecerdasan yang optimal akan memiliki peluang untuk mencapai kesuksesan. Dalam hal ini terdapat perbedaan antara kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual. Daniel Goleman mengungkapkan bahwa kecerdasan intelektual yang dimiliki oleh sesorang merupakan bakat turunan yang tidak dapat untuk diubah, serta merupakan ciri bawaan seseorang sejak lahir. Sedangkan yang dimaksud dengan kecerdasan emosional adalah jembatan (gate) antara apa yang seseorang tersebut ketahui dengan apa yang seseorang tersebut lakukan.Emosi bisnis bagi seorang wirausahawan sangat penting, dalam hal ini emosi yang bersifat positif. Emosi dapat memacu seseorang untuk melakukan proses kreatifitas dan inovasi. Emosi yang utama dalam kesuksesan wirausaha adalah antusiasme. Bisnis tanpa disertai dengan emosi seolah tidak memiliki gairah. Hal tersebut yang membuat individu tidak memiliki nyali serta keberanian untuk melakukan kegiatan berwirausaha, apalagi bersaing dengan wirausahawan lain yang sama-sama menjual produk yang sejenis. Mereka yang bisa eksis dan bertahan dalam melakukan usaha bisnis adalah mereka yang menang dalam persaingan.Jiwa kreatif merupakan kunci utama dalam menggapai sebuah kesuksesan. Ketika seseorang memiliki jiwa kreatif, maka tentu akan terus berkarya. Kreatifitas dari wirausahawan sangat dibutuhkan dalam dunia usaha karena semakin meningkatnya persaingan dari berbagai lingkungan bisnis.Setiap orang harus berani memulai atau mengembangkan bisnisnya sendiri. Hal inilah yang disebut dengan kecerdasan wirausaha atau entrepreneurial quotient (Entre-Q).Sebagian besar wirausaha yang memiliki Entre-Q selalu mengedepankan semangat dan kecerdasan setiap menghadapi tantangan, hal ini biasanya dibangun melalui pemikiran-pemikiran dari wirausahawan tersebut