Dysmenorhea, merupakan keadaan nyeri yang hebat dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dysmenorhea merupakan suatu fenomena simptomatik meliputi nyeri abdomen, kram, dan sakit punggung. Ada beberapa manajemen nyeri untuk mengatasi Dysmenorhea, salah satunya adalah dengan self tapping Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi self tapping dalam menurunkan level nyeri Dysmenorhea pada siswi remaja di SMA Pencawan Medan Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimen one group pre-post test skala nyeri responden diukur sebelum melakukan intervensi dan diukur kembali setelah melakukan intervensi self tapping selama 15 menit. Pengkajian nyeri di lakukan menggunakan skala nyeri NRS (Numeric Rating Scale) dengan deskripsi nyeri pada masing-masing angkanya 1-10.jumlah responden sebanyak 25 orang Populasi pada penelitian ini adalah seluruh remaja putri di SMA Pencawan Medan yang mengalami Dysmenorhea yang berjumlah 120 orang. Sampel yang diambil 25 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Acidental sampling. Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi skala nyeri. Hasil uji statistik menggunakan uji t Paired Samples T Test terhadap efektivitas self tapping terhadap level nyeri Dysmenorhea pada siswi remaja di SMA Pencawan Medan diperoleh nilai t = 7,141 dengan nilai P value = 0,000 (p≤0,05). Hasil tersebut menunjukkan adanya efektivitas self tapping terhadap penurunan level nyeri Dysmenorhea. sehingga terapi self tappping dapat digunakan sebagai alternatif terapi non farmakologi untuk penatalaksanaan Dysmenorhea. KATA KUNCI : Dysmenorhea, level nyeri, self tapping