Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Use of Jerango (Acorus calamus) for Various Diseases Treatment in Eight Ethnics in Aceh Province Rahma Widyastuti; Galuh Ratnawati; Saryanto Saryanto
Media Konservasi Vol 24 No 1 (2019): Media Konservasi Vol. 24 No. 1 April 2019
Publisher : Department of Forest Resources Conservation and Ecotourism - IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.516 KB) | DOI: 10.29244/medkon.24.1.11-19

Abstract

Medicinal plants in Indonesia, many varieties in use in various regions, according to the local wisdom of each ethnic group. Jerango (Acorus calamus) is one of medicinal plants used for treatment. At RISTOJA in Aceh Province, Jerango is used by hattra for treatment. The aim of the study was to identify and describe the use of jerango for treatment by various ethnic groups in Aceh Province. The data used were data from RISTOJA research results from the Laboratory of Health Research and Development Agency Data Management. The variables analyzed were various types of diseases that could be treated using jerango potions and the ingredients parts of jerango used by hattra in 8 ethnic groups in Aceh province. The result is that there are 29 jerango herbs used for the treatment like cough, fever / heat, vitality disorders, HIV / AIDS, poisoning, ulcers, magic, diarrhea, childhood illness, venereal disease, pre / postpartum care, headaches, tumors / cancer, and hemorrhoids. Jerango is most widely used for the treatment of pre / postpartum care, cancer / tumors and childhood diseases and for the purposes of things related to magic. While the most widely used part of the jerango plant for treatment is the rhizome. Keywords: A. calamus, Aceh, Ristoja, ethnic
Skrining Aktivitas Anti Tuberkulosis Tumbuhan Obat Riset Tumbuhan Obat dan Jamu 2012 Galuh Ratnawati; Nita Supriyati
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1199.493 KB) | DOI: 10.29244/jji.v4i2.130

Abstract

Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular penting di dunia dan ditetapkan sebagai global emergency oleh World Health Organization (WHO). Indonesia menjadi salah satu negara dengan insidensi tuberkulosis tertinggi di dunia, yaitu peringkat kedua setelah India pada tahun 2015 dengan jumlah penderita mencapai 1.020.000 jiwa. Penelitian Ristoja 2012 telah menghasilkan data yang besar terkait tanaman obat dan manfaatnya untuk beberapa gejala penyakit. Data hasil Ristoja memuat daftar tumbuhan dan khasiatnya, salah satunya adalah untuk pengobatan tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan tumbuhan obat yang memiliki potensi anti tuberkulosis berdasarkan data Penelitian Ristoja 2012. Penelitian menggunakan 29 sampel tumbuhan tunggal dan 15 ramuan yang dari data Ristoja 2012 merupakan tumbuhan untuk TBC berdasarkan informasi penyehat tradisonal. Uji kepekaan dilakukan menggunakan metode proporsi agar pada media LJ Modified Agar. Sampel tumbuhan yang telah berbentuk simplisia diserbuk selanjutnya dibuat dalam bentuk infusa dan ekstrak air. Selanjutnya infusa dan ekstrak air diujikan menggunakan kultur bakteri MTB H37Rv konsentrasi 106 cfu/ ml pada media LJ Modified Agar selama 3 minggu berdasarkan metode yang digunakan Laboratorium TB FK UGM. Konsentrasi infusa dan ekstrak air yang digunakan adalah 50 mg/ ml dan 25 mg/ ml. Hasil menunjukkan pada dosis 50 mg/ ml sebanyak 9 ekstrak tunggal, antara lain Blumea balsamifera, Clausena excavata, Pluchea indica; dan dosis 25 mg/ ml sebanyak 2 ekstrak tunggal yaitu Angiopteris evecta dan Arenga pinnata serta 1 infusa 5% tanaman tunggal yaitu Caesalpinia sappan L. menghambat pertumbuhan bakteri. Dan pada dosis 50 mg/ ml sebanyak satu infus ramuan dan dosis 25 mg/ ml sebanyak dua ekstrak ramuan.