Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA PEGAWAI POSYANTEK SERPONG UTARA MELALUI PENDIDIKAN MENJADI SDM YANG UNGGUL DAN MAJU DALAM MENYONGSONG ERA INDUSTRI 4.0 M. Anton Nurhidayat; Riski Dwi Nugroho; H. Asep Sulaeman; Selvy Dwi Widiyanti; Anisa Nurdiana
Jurnal Lokabmas Kreatif : Loyalitas Kreatifitas Abdi Masyarakat Kreatif Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jlkklkk.v1i1.p7-14.5590

Abstract

Salah satu dari tujuan Tridharma Perguruan Tinggi selain Pendidikan dan Penelitian adalah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).Hal ini diatur dalam Pasal 20 dan 24 Undang-Undang. No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa adanya otonomi oleh Perguruan Tinggi, Penelitian Ilmiah dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Sebagai pertanggungjawaban kami, maka dalam melaksanakan tugas tersebut telah kami susun laporan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.Era globalisasi membuka mata kita untuk melihat ke masa depan yang penuh dengan tantangan dan persaingan. Pengelolaan SDM dapat dilakukan misalnya dengan cara: (1)mengidentifikasi skill dan kualitas SDM yang serasi dengan tuntutan lingkungan,(2) memilih SDM yang memiliki kinerja tinggi dan potensial, (3)berusaha memenuhi kebutuhan organisasi dan individu, (4) menilai kinerja dan keahlian SDM, (5) memberi kompensasi yang memadai kepada tenaga yang terampil dan memiliki keahlian, (6) membangun lingkungan kerja yang baik, (8) meningkatkan motivasi untuk perbaikan kinerjaPengembangan SDM pada intinya diarahkan dalam rangka meningkatkan kualitasnya, yang pada gilirannya akan dapat meningkatkan produktivitas. Hasil berbagai studi menunjukkan, bahwa kualitas SDM merupakan faktor penentu produktivitas, baik secara makro maupun mikro.Dalam pelaksanaan kami ingin mengembangkan Pendidikan pegawai Posyantek Serpong Utara agar dalam pelayanannya dapat diterima oleh masyarakat dengan memberikan bimbingan, pelatihan, pendampingan yang akhirnya hasil yang diciptakan menjadi tepat guna dan dapat bersaing pada industri 4.0. Oleh karena itu pengelolaan sumber daya manusia yang ada pegawai Posyantek diperlukan peningkatan kompetensi agar pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) dapat dipahami dengan baik dan pengetahuan akan persaingan di industri 4.0 dapat dijawab dengan efektif dan efisien.Kata Kunci: Pengembangan sumber daya manusia, Era globalisasi,Pendidikan dan Teknologi Tepat Guna
PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA PEGAWAI POSYANTEK SERPONG UTARA MELALUI PENDIDIKAN MENJADI SDM YANG UNGGUL DAN MAJU DALAM MENYONGSONG ERA INDUSTRI 4.0 M. Anton Nurhidayat; Riski Dwi Nugroho; H. Asep Sulaeman; Selvy Dwi Widiyanti; Anisa Nurdiana
Jurnal Lokabmas Kreatif : Loyalitas Kreatifitas Abdi Masyarakat Kreatif Vol. 1 No. 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jlkklkk.v1i1.p7-14.5590

Abstract

Salah satu dari tujuan Tridharma Perguruan Tinggi selain Pendidikan dan Penelitian adalah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).Hal ini diatur dalam Pasal 20 dan 24 Undang-Undang. No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa adanya otonomi oleh Perguruan Tinggi, Penelitian Ilmiah dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Sebagai pertanggungjawaban kami, maka dalam melaksanakan tugas tersebut telah kami susun laporan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.Era globalisasi membuka mata kita untuk melihat ke masa depan yang penuh dengan tantangan dan persaingan. Pengelolaan SDM dapat dilakukan misalnya dengan cara: (1)mengidentifikasi skill dan kualitas SDM yang serasi dengan tuntutan lingkungan,(2) memilih SDM yang memiliki kinerja tinggi dan potensial, (3)berusaha memenuhi kebutuhan organisasi dan individu, (4) menilai kinerja dan keahlian SDM, (5) memberi kompensasi yang memadai kepada tenaga yang terampil dan memiliki keahlian, (6) membangun lingkungan kerja yang baik, (8) meningkatkan motivasi untuk perbaikan kinerjaPengembangan SDM pada intinya diarahkan dalam rangka meningkatkan kualitasnya, yang pada gilirannya akan dapat meningkatkan produktivitas. Hasil berbagai studi menunjukkan, bahwa kualitas SDM merupakan faktor penentu produktivitas, baik secara makro maupun mikro.Dalam pelaksanaan kami ingin mengembangkan Pendidikan pegawai Posyantek Serpong Utara agar dalam pelayanannya dapat diterima oleh masyarakat dengan memberikan bimbingan, pelatihan, pendampingan yang akhirnya hasil yang diciptakan menjadi tepat guna dan dapat bersaing pada industri 4.0. Oleh karena itu pengelolaan sumber daya manusia yang ada pegawai Posyantek diperlukan peningkatan kompetensi agar pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) dapat dipahami dengan baik dan pengetahuan akan persaingan di industri 4.0 dapat dijawab dengan efektif dan efisien.Kata Kunci: Pengembangan sumber daya manusia, Era globalisasi,Pendidikan dan Teknologi Tepat Guna
Pengaruh Kepuasan Kerja dan Stres Kerja Terhadap Turnover Intention Karyawan pada CV. Amalia Maju Bersama Kabupaten Brebes Sofiatun Muslihah; M. Anton Nurhidayat
JURNAL KONSISTEN Vol 1 No 3 (2024): JURNAL KONSISTEN VOL. 1 NO.3 2024
Publisher : Yayasan Sahabat Cendekia Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kepuasan Kerja dan Stres Kerja terhadap Turnover Intention Karyawan CV. Amalia Maju Bersama Kabupaten Brebes. Metode. Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah sampel jenuh. Sampel penelitian ini adalah seluruh karyawan yang berjumlah 39 karyawan dengan teknik pengambilan data dan menyebarkan angket kusioner. Teknik analisis data menggunakan uji asumsi klasik, regresi linier berganda, analisis koefisien korelasi, analisis koefisien determinasi, uji t, dan uji f. Hasil. Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel kepuasan kerja dan stres kerja terhadap turnover intention karyawan baik secara parsial dan secara simultan dengan kontribusi pengaruh sebesar 66,70%. Implikasi. Kepuasan kerja dan stres kerja berpengaruh terhadap turnover intention karyawan maka implikasi penelitian ini adalah untuk mengurangi tingkat perputaran karyawan yang dapat dilakukan dengan cara memberikan gaji sesuai dengan ketentuan dan beban kerja karyawan serta waktu kerja yang sesuai dengan peraturan yang berlaku agar kepuasan kerja meningkat dan stres kerja mengalami penuruna sehingga turnover karyawan akan semakin rendah. Kata Kunci. Kepuasan Kerja, Stres Kerja, Turnover Intention.
Pengaruh Pelatihan Kerja Dan Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai BPBD Kabupaten Sukabumi Cindy Aulia; M. Anton Nurhidayat
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan kerja dan lingkungan kerjafisik terhadap produktivitas kerja pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Kabupaten Sukabumi, baik secara parsial maupun simultan. Pendekatan yangdigunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Seluruh pegawai BPBDKabupaten Sukabumi yang berjumlah 91 orang dijadikan sampel melalui teknik samplingjenuh (sensus). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan diolah dengan analisisregresi linear sederhana serta berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihankerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja dengan kontribusi sebesar 73,2%(persamaan regresi Y = 4,075 + 0,966X₁). Lingkungan kerja fisik juga terbukti berpengaruhterhadap produktivitas kerja dengan kontribusi sebesar 59,5% (persamaan regresi Y =13,952 + 0,674X₂). Secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikanterhadap produktivitas kerja pegawai dengan kontribusi sebesar 76,7%, sedangkan 23,3%sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini. Temuan inimengindikasikan bahwa peningkatan kualitas pelatihan kerja yang diiringi perbaikanlingkungan kerja fisik secara bersama-sama dapat mendorong peningkatan produktivitaskerja pegawai BPBD Kabupaten Sukabumi.
Analisis Beban Kerja Karyawan dalam Menciptakan Keseimbangan Kehidupan Kerja (Studi Kasus CV. Harapan Kita Sukses Cirendeu, Tangerang Selatan) Sefianawati Sefianawati; M. Anton Nurhidayat
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis beban kerja karyawan dalam menciptakan keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance) pada CV Harapan Kita Sukses Cirendeu, Tangerang Selatan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya volume penyelesaian pesanan pada periode tertentu, seperti tanggal kembar, payday sale, dan bulan Ramadan, sehingga beban kerja karyawan menjadi lebih tinggi dan kondisi keseimbangan kehidupan kerja perlu dikaji lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kondisi beban kerja karyawan dalam menciptakan keseimbangan kehidupan kerja di perusahaan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian terdiri atas 1 key informan dan 4 informan dari berbagai divisi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui uji credibility, transferability, dependability, dan confirmability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja karyawan mengalami peningkatan pada periode tertentu, seperti tanggal kembar, payday sale dan bulan Ramadan. Kondisi tersebut berkaitan dengan bertambahnya jam kerja serta berkurangnya waktu pribadi karyawan. Meskipun demikian, beban kerja tidak selalu dipandang sebagai kondisi yang negatif karena juga mendorong kemampuan adaptasi, kerja sama tim, dan penyelesaian tugas sesuai tuntutan pekerjaan. Keseimbangan kehidupan kerja karyawan tetap dapat terjaga melalui komunikasi yang baik, dukungan rekan kerja, serta pembagian tugas yang efektif.