Ratna Eka Suminar
Program Studi Perencanaan Wilayah Dan Kota Universitas Gadjah Mada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAMPAK PENGEMBANGAN JALAN USAHA TANI (JUT) PADA KAWASAN PERTANIAN DI KABUPATEN SLEMAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Ratna Eka Suminar
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v7i1.4671

Abstract

Salah satu upaya untuk mengembangkan sektor pertanian adalah dengan meningkatkan dukungan infrastruktur pertanian yang memadai, di antaranya melalui pengembangan Jalan Usaha Tani (JUT). Dengan adanya pengembangan JUT diharapkan dapat mendorong kelancaran distribusi pada kawasan pertanian. Namun di sisi lain, pengembangan JUT diindikasikan dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatan nilai lahan di sekitarnya sehingga memicu perubahan guna lahan dari pertanian menjadi permukiman. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Sleman sebagai salah satu wilayah yang memiliki kawasan pertanian terluas di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode analisis dalam penelitian ini adalah teknik tumpang susun (overlay) menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG) untuk membandingkan tren perkembangan JUT dan perubahan guna lahan pertanian di sekitarnya serta teknik pengumpulan data primer untuk mengetahui dampak lainnya dari pengembangan JUT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan JUT dapat memperlancar mobilitas alat mesin dan sarana produksi menuju lahan pertanian, serta memperlancar hasil produksi pertanian menuju tempat penyimpanan/pengolahan/pasar. Namun, di sisi lain dari tahun 2010 – 2016 terjadi perubahan guna lahan pertanian di sekitar JUT menjadi permukiman sebesar 429,38 Ha atau 20,72% dari total perubahan guna lahan pertanian di Kabupaten Sleman, khususnya pada ruas-ruas JUT yang telah ditingkatkan kapasitas jalannya. Hal tersebut membuktikan bahwa telah terjadi dualisme dampak pengembangan JUT pada kawasan pertanian yang seharusnya mendorong perkembangan sektor pertanian tetapi di sisi lain malah menyebabkan semakin terkikisnya kegiatan pertanian pada kawasan tersebut.
PERKEMBANGAN KEGIATAN EKONOMI DI PUSAT PERTUMBUHAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN PROVINSI SULAWESI UTARA Rizky Juliansar Yasin; Suryanto Suryanto; Ratna Eka Suminar
UNEJ e-Proceeding Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis (SNAPER-EBIS 2017) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jembe
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan merupakan kawasan strategis pertumbuhan ekonomi koridor pesisir pantai selatan (PANSELA) pada konstelasi kawasan strategis Provinsi Sulawesi Utara. Penetapan kawasan strategis ini ditetapkan pada tahun 2014 sehingga dibutuhkan penelitian terkait bagaimana perkembangan perekonomian Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan setelah 4 tahun kebijakan ini disahkan. Berdasarkan rumusan masalah sebelumnya, tujuan penelitan ini adalah mengindetifikasi perkembangan kegiatan ekonomi di pusat-pusat pertumbuhan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian deduktif dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Analisis data yang digunakan merupakan analisis spasial yang merupakan analisis kewilayahan dengan melihat perkembangan wilayah berdasarkan potensi yang dimiliki wilayah tersebut. Hasil penelitian ini menyimpulkan Perkembangan perekonomian Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan mempunyai trend yang positif. Hal tersebut dapat terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang setiap tahunnya meningkat serta perkembangan kegiatan-kegiatan perekonomian di wilayah ini. Perkembangan kegiatan ekonomi ini terdiri dari kegiatan perikanan dan kegiatan pariwisata sesuai dengan konstelasi kawasan strategis. Kegiatan perikanan di wilayah ini meningkat dengan melihat tingkat produktivitas hasil perikanan dan kelautan serta pembangunan infrastrktur penunjang perikanan serta proses distibusi dan pemasaran yang lebih baik. Kegiatan pariwisata semakin meningkat dengan melihat demand yang tinggi terhadap destinasi wisata yang ada. Destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan adalah wisata alam berupa wisata pantai yang menawarkan keindahan alam pantai, kuliner khas masyarakat setempat dan keindahan bawah laut berupa titik-titik penyelaman yang tersebar di berbagai destinasi wisata pantai.