Neni Rosita
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN RELAWAN TERHADAP KEMANDIRIAN DIFABEL DI PLD UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA Neni Rosita
INKLUSI Vol. 2 No. 2 (2015)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.841 KB) | DOI: 10.14421/ijds.2201

Abstract

Fakta difabel di UIN Sunan Kalijaga belum semua bisa mandiri, disebabkan ada beberapa hal yang tidak dapat dilakukan sendiri seperti mencari buku diperpustakaan, mengedit tugas untuk difabel netra. Oleh karena itu, mahasiswa difabel membutuhkan peranan relawan, dalam proses menjalankan pendidikan di perguruan tinggi, yang aksesibilitasnya belum tercipta secara holistic dan konprehensif. Berdasarkan paparan tersebut maka penting untuk dilakukannya  penelitian terkait dengan bagaimana peran relawan Pusat Layanan Difabel (PLD) UIN Sunan Kalijaga dan bagaimana kemandirian yang dimiliki oleh mahasiswa difabel UIN Sunan Kalijaga yang bergabung di PLD. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan jenis penelitian lapangan, data primier berupa observasi dan wawancara beberapa relawan dan mahasiswa difabel yang juga sebagai subjek dalam penelitian ini. Adapun hasil dari penelitian ini adalah: Pertama, Peran relawan di Pusat Layanan Difabel UIN Sunan Kalijaga yakni pendampingan kuliah untuk difabel rungu dan pendampingan ujian untuk difabel netra serta pengenalan mobilitas kampus terhadap semua difabel. Sehingga dapat memudahkan dalam mengenal lingkungan di UIN Sunan Kalijaga. Relawan berperan dalam menjembatani difabel agar dapat menyuarakan hak­haknya di hadapan publik. Kedua, Kemandirian difabel terlihat pada kemandirian belajar di kampus UIN Sunan Kalijaga yang dapat mengikuti kuliah dan pelajaran dengan baik. Baik dalam menyelesaikan dan mengedit tugas, membaca buku, dan keperpustakaan. Difabel yang mandiri mampu bersaing dan selalu optimis dalam setiap situasi yang dihadapi.
PENGEMBANGAN PROGRAM TAKHASUS AL-QURAN DI PONDOK PESANTREN KRAPYAK YOGYAKARTA Neni Rosita
KOMUNITAS Vol. 12 No. 1 (2021): Community Development through Practice and Public Policy
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.065 KB) | DOI: 10.20414/komunitas.v12i1.3512

Abstract

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Al-Qur’an yang memiliki kecenderungan membangun sebuah relasi suci antara kiai dan santri. Aktivitas menghafal Al-Qur’an yang dilakukan secara berkelompok dapat menumbuhkan ikatan emosional yang kuat, karena menghafalkan Al-Qur’an memerlukan waktu yang lama. Pengajian Al-Qur’an berlangsung cukup instens, sehingga membentuk pribadi yang bermoral dan kesadaran sosial yang melekat dalam kepribadian seorang penghafal Al-Qur’an. Sebagai respon positif dari pesantren terhadap perubahan dan kemajuan zaman dalam modernisasi sistem pendidikan, maka pondok pesantren telah memulai melakukan perubahan dan penyesuaian, baik menyangkut tujuan pendidikan, kurikulum, metode pengajaran, sarana pendidikan. Terjadinya modernisasi dalam sistem pendidikan pesantren bukan berarti bahwa semua elemen-elemen atau unsur-unsur yang menjadi ciri khusus dari sebuah pesantren tersebut mengalami perubahan dibuang atau dihilangkan. Orientasi pendidikan di Pondok Pesantren Ribathul Qur’an wal Qira’at yaitu mementingkan masa depan para santrinya setelah dapat menyelesaikan hafalan dari pondok dengan tujuan menjadi insan Qur’ani.