Jeana Lydia Maramis
Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Manado

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BERKUMUR DENGAN SEDUHAN DAUN CENGKIH (Syzygium Aromaticum) TERHADAP PENINGKATAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR: GARGLING WITH CLOVE LEAVES (syzygium aromaticum) TO IMPROVING ORAL AND DENTAL HYGIENE IN ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN Jeana Lydia Maramis; Jeineke E. Ratuela
JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy Vol. 3 No. 1 (2022): JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jdht.v3i1.420

Abstract

Latar belakang: Debris merupakan sisa makanan yang terdapat dalam rongga mulut, sehingga sering digunakan untuk mengukur kebersihan gigi dan mulut seseorang. Debris makanan akan segera mengalami liquifikasi oleh enzim bakteri dan bersih 5-30 menit setelah makan. Salah satu cara membersihkan gigi debris dengan cara berkumur dapat menggunakan air seduhan daun cengkih. Daun cengkih ini mudah didapat karena cengkih merupakan pagan lokal dari masyarakat yang ada di Sulawesi Utara. Secara umum daun cengkih dan ranting mengandung eugenol dengan konsentrasi lebih banyak dibandingkan bunga cengkih. Tujuan: penelitian ini untuk menganalisis efektifitas berkumur dengan seduhan daun cengkih terhadap peningkatan kebersihan gigi dan mulut. Metode: Penelitian yang digunakan yaitu metode quasi eksperimental dengan rancangan pretest and posttest. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 100 orang anak Sekolah Dasar. Instrumen yang untuk mengukur kebersiahn gigi dengan menggunakan Debris Index. Analisis data menggunakan uji wicoxon. Hasil: Debris Indeks sebelum berkumur dengan seduhan daun cengkih terbanyak pada kriteria buruk (53%), namun setelah berkumur terjadi penurunan (8%), kriteria sedang sebelumnya sebanyak 37% dan setelah berkumur menjadi 26%, sedangkan kriteria baik dari 10% naik menjadi 66% setelah berkumur dengan seduhan daun cengkih. Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa p=0.000, terdapat perbedaan yang signifikan nilai Debris Indeks sebelum dan sesudah berkumur dengan seduhan daun cengkih. Kesimpulan: Berkumur dengan seduhan daun cengkih efektif terhadap peningkatan kebersihan gigi dan mulut.
BERKUMUR DENGAN SEDUHAN DAUN CENGKIH (Syzygium Aromaticum) TERHADAP PENINGKATAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR: GARGLING WITH CLOVE LEAVES (syzygium aromaticum) TO IMPROVING ORAL AND DENTAL HYGIENE IN ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN Jeana Lydia Maramis; Jeineke E. Ratuela
JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy Vol. 3 No. 1 (2022): JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jdht.v3i1.420

Abstract

Latar belakang: Debris merupakan sisa makanan yang terdapat dalam rongga mulut, sehingga sering digunakan untuk mengukur kebersihan gigi dan mulut seseorang. Debris makanan akan segera mengalami liquifikasi oleh enzim bakteri dan bersih 5-30 menit setelah makan. Salah satu cara membersihkan gigi debris dengan cara berkumur dapat menggunakan air seduhan daun cengkih. Daun cengkih ini mudah didapat karena cengkih merupakan pagan lokal dari masyarakat yang ada di Sulawesi Utara. Secara umum daun cengkih dan ranting mengandung eugenol dengan konsentrasi lebih banyak dibandingkan bunga cengkih. Tujuan: penelitian ini untuk menganalisis efektifitas berkumur dengan seduhan daun cengkih terhadap peningkatan kebersihan gigi dan mulut. Metode: Penelitian yang digunakan yaitu metode quasi eksperimental dengan rancangan pretest and posttest. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 100 orang anak Sekolah Dasar. Instrumen yang untuk mengukur kebersiahn gigi dengan menggunakan Debris Index. Analisis data menggunakan uji wicoxon. Hasil: Debris Indeks sebelum berkumur dengan seduhan daun cengkih terbanyak pada kriteria buruk (53%), namun setelah berkumur terjadi penurunan (8%), kriteria sedang sebelumnya sebanyak 37% dan setelah berkumur menjadi 26%, sedangkan kriteria baik dari 10% naik menjadi 66% setelah berkumur dengan seduhan daun cengkih. Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa p=0.000, terdapat perbedaan yang signifikan nilai Debris Indeks sebelum dan sesudah berkumur dengan seduhan daun cengkih. Kesimpulan: Berkumur dengan seduhan daun cengkih efektif terhadap peningkatan kebersihan gigi dan mulut.